----- Original Message -----
From: "levi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Itanya Iwan" <[EMAIL PROTECTED]>; "FIFSys"
<[EMAIL PROTECTED]>; "Farida Christiani" <[EMAIL PROTECTED]>;
"1_mas_yahoo" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, November 21, 2001 8:43 PM
Subject: [fifsys] Rp 1000 di Gado2 Kertanegara


> > >Jum'at siang,
> > >Siang ini tadi temanku tiba-tiba nelpon. Makan siang yuk, ajaknya.
> > >Oke, jawabku.So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange
> > building.
> > >
> > >Selepas SCBD, kami masih belum ada ide mau makan dimana. Ide ke soto
Pak
> > Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai
> > sebrang-sebrang.
> > >
> > >Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Bisa makan di
> > mobil soalnya. Sampai di sana masih sepi. Baru ada beberapa mobil. Kami
> > masih bisa milih parkir yang enak.
> > >Mungkin karena masih pada jumatan.
> > >Begitu parkir, seperti biasa, joki gado-gado sudah menanyakan mau
makan
> > apa, minum apa.
> > >Kami pesan dua porsi gado-gado + tehbotol.
> > >
> > >Sambil menunggu pesanan, kami pun ngobrol. So, ketika tiba2 ada seorang
> > pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami, kami agak kaget.
> > >"Semir om?" tanyanya. Aku lirik sepatuku. Ugh, kapan ya  terakhir aku
> > nyemir sepatuku sendiri?
> > >Aku sendiri lupa. Saking lamanya.
> > >Maklum, aku kan karyawan sok sibuk...
> > >Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia.
> > >Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah.
> > >Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. Tempat yang cukup teduh.
> > Mungkin supaya nyemirnya nyaman.
> > >
> > >Pesanan kami pun datang. Kami makan sambil ngobrol.
> > >Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatu ku.
> > >Pembicaraan pun bergeser kepemuda itu.
> > >Umur sekitar 20-an. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu.
> > >Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi
> kernet,ya
> > jadipak ogah.
> > >Pandangan matanya kosong. Absent minded. Seperti orang sedih.
> > >Seperti ada yang dipikirkan. Tangannya seperti menyemir secara
otomatis.
> > >Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir(sudah
> mulai
> > ramai).
> > >
> > >Lalu pandangannya kembali kosong.
> > >Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana.
> > >Tentang kira2 umur dia berapa, pagi tadi dia mandi apa enggak, kenapa
dia
> > jadi penyemir dll.
> > >Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Dia menyerahkan sepatunya
> > padaku.
> > >Belum lagi dia kubayar, dia bergerak menjauh, menuju mobil-mobil yang
> > parkir sesudah kami.
> > >Mata kami lekat padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil.
> > >Menawarkan jasa. Ditolak. Nyengir. Kelihatannya dia memendam kesedihan.
> > >Pergi ke mobil satunya. Ditolak lagi. Melangkah lagi dengan gontai ke
> mobil
> > lainnya.
> > >Menawarkan lagi. Ditolak lagi.
> > >Dan setiap kali dia ditolak,sepertinya kami juga merasakan penolakan
itu.
> > >Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan.
> > >Tiba-tiba kami tersadar. Konyol ah. Who said life would be fair anyway.
> > >Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir?
> > >Hihihi...
> > >
> > >Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Di kejauhan aku masih bisa
> melihat
> > pemuda tadi, masih menenteng kotak semirnya di satu tangan,
> > >mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Bahkan, selain
> > penolakan,di beberapa mobil, dia juga mendapat pandangan curiga.
> > >
> > >Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Duduk di atas kotak semirnya.
> > >Tertunduk lesu...
> > >Kami pun selesai makan. Ah, iya. Penyemir tadi belum aku bayar.
> > >Kulambai dia. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku.
> > >Uang sisa parkir.
> > >Lalu kuberikan kepadanya. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu
> Rp.
> >
> > >Dia berkata kalem  "Kebanyakan om. Seribu aja".
> > >
> > >BOOM. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku.
> > >It-just-does-not-compute-with-my-logic!
> > >
> > >Bayangkan, orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan
> hak-nya.
> > >
> > >Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu Rp yang dia
> > kembalikan. Se-ri-bu Ru-pi-ah.
> > >Bisa buat apa sih sekarang? But, dia merasa cukup dibayar segitu.
> > >Pikiranku tiba-tiba melayang. Tiba-tiba aku merasa ngeri.
> > >Betapa aku masih sedemikian kerdil.
> > >Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku.
> > >Padahal keadaanku sudah -sangat jauh- lebih baik dari dia.
> > >
> > >Tuhan sudah sedemikian baik bagiku, tapi perilaku-ku belum seberapa
> > dibandingkan dengan pemuda itu, yang dalam  kekurangannya, masih mau
> > >memberi, ke aku, yang sudah  berkelebihan.
> > >
> > >Siang ini aku merasa mendapat pelajaran  berharga.
> > >Siang ini aku seperti diingatkan.
> > >Bahwa kejujuran itu langka.
> > >Bahwa kepuasan itu ada di rasa syukur.
> > >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
> > -----------------------------------------------
> > Alumni of Economic Faculty
> > Airlangga University Mailing List
> >
>
>
>
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
> Universal Inkjet Refill Kit $29.95
> Refill any ink cartridge for less!
> Includes black and color ink.
> http://us.click.yahoo.com/XwUZwC/MkNDAA/ySSFAA/KbPolB/TM
> ---------------------------------------------------------------------~->
>
>
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke