Catatan :
Alhamdulillah, kalau iyo lai segera akan terlaksanakan spin-off
SP, itu adalah berkat perjuangan urang kampuang awak salamoko.

T. Lare, 25 Jkt


Jumat, 23/11/2001 08.52 WIB
Padang, mimbarminang � Anggota Komisi B DPRD Sumbar H. Anwar
Syamsuddin menyebutkan, keinginan dan harapan rakyat Sumbar agar PT
Semen Padang (PTSP) segera dipisahkan dari PT Semen Gresik akan
menjadi kenyataan. Terlebih dengan adanya pemahaman pemerintah pusat
terhadap apa yang diperjuangkan rakyat Sumbar sejak beberapa tahun
silam.

�Boleh dikatakan sekarang pelaksanaan spin off (pemisahan, red)
tersebut tinggal menunggu hari saja,� kata Anwar Syamsuddin kepada
Mimbar Minang, Kamis (22/11/2001), seusai pertemuan anggota Komisi B
dengan Guber-nur Sumbar H. Zainal Bakar, SH di ruang kerja Gubernur.

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Ko-misi B Siswoyo itu, menurut
Anwar, Gubernur menjelaskan secara rinci upaya-upaya yang telah
dilakukan pasca pengambil alihan manajemen PT Semen Padang oleh
masyarakat Sumbar 1 November 2001 lalu.

�Gubernur sudah menindaklanjuti maklumat dengan melakukan lobi-lobi
intensif di tingkat pusat, sehingga sekarang tampaknya perkem-
bangannya mulai membaik,� ujarnya.

Anwar mengatakan, sesuai penjelasan Gubernur Zainal, semula upaya
pengambil-alihan manajemen PT Semen Padang itu, sempat ditafsirkan
pemerintah pusat sesuatu perbuatan yang melanggar hukum. Bahkan ada
yang berpendapat, akibat keputusan sepihak tadi, Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Sumbar layak diajukan ke pengadilan.

�Namun setelah diberikan pengertian dan pemahaman bahwa sesungguhnya
tujuan Pemda dan masyarakat Sumbar justeru ingin menyelamatkan aset
negara itu dari tindakan yang tidak diinginkan terjadi, pemerintah
pusat dapat memahaminya,� ucap Anwar.

Dengan demikian, kata Gubernur kepada anggota dewan, segala sesuatu
yang berhu-bungan dengan manajemen serta dana ope-rasional PT Semen
Padang langsung �berkib-lat� kepada pemerintah pusat. Di mana dalam
hal ini Gubernur adalah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat
di daerah.

�Atau dalam istilah lain, dalam proses menunggu hari pelaksanaan Spin
Off PT Semen Padang tidak lagi berhubungan dengan Manajemen PT Semen
Gresik,� kata Ketua Fraksi PAN DPRD Sumbar ini.

Anwar Syamsuddin mengatakan, dalam pertemuan Komisi B DPRD Sumbar
dengan Gubernur itu tidak dibahas mengenai rincian dari masalah-
masalah administrasi dan keuangan PT Semen Padang pasca
pengambilalihan. �Kita tidak sampai sejauh itu, tetapi yang jelas
kinerja PT Semen Padang tidak terganggu,� ujarnya.

Berantakan

Sementara itu di Jakarta kemarin, sebuah diskusi yang digelar
Indonesian Bisnis bertajuk �Tantangan Privatisasi Semen Gresik: Put
Option atau Spin Off�, nyaris berantakan dan terpaksa diakhiri secara
mendadak.

Selain kehilangan arah, diskusi yang dipandu mantan juru bicara
Presiden Abdur-rahman Wahid, Wimar Witoelar, di Gedung Graha Niaga,
tersebut, juga membuat sejumlah panelis yang dihadirkan kewalahan
oleh berbagai pertanyaan yang muncul dari para peserta.

Sebab dalam diskusi yang diikuti lebih dari 100 peserta itu, justru
yang menguat adalah pembenaran terhadap tuntutan masyarakat Sumbar
terhadap pemisahan PT Semen Padang dari PT Semen Gresik. Sementara
menurut pengamatan Mimbar Minang, yang diharapkan dari diskusi itu
sebenarnya adalah pembentukan opini terhadap rencana pemerintah
melakukan put option (penjualan 51 persen saham pemerintah kepada
pihak Cemex).

Justru yang menarik perhatian banyak kalangan wartawan dalam diskusi
itu adalah kehadiran Ketua KAN Lubuk Kilangan Syamsair Dt. Pamuncak
bersama Sekretaris Tim I KAN, Delfitri, yang mendapat pengawalan
khusus dari petugas keamanan.

Kedua warga Lubuk Kilangan yang mengaku mengatasnamakan masyarakat
Lubuk Kilangan, hadir dalam diskusi yang dipandu Wimar itu sebagai
pembicara dari Ranah Minang. Namun setelah Delfitri bicara panjang
lebar yang berusaha memojokkan PTSP sebagai perusahaan yang tak
peduli lingkungan, tak punya perhatian kepada masyarakat, langsung
disanggah Junaidi Usman yang mengkau asli putra Lubuk Kilangan.

�Maaf, saya ini asli putra Lubuk Kilangan. Setahu saya, PT Semen
Padang sangat peduli dengan lingkungan, termasuk memperhatikan
masyarakat kami. Beberapa proyek untuk lingkungan itu, malah
dikerjakan oleh Delfitri sendiri sebagai kontraktornya,� kata
Junaidi.

Kepada Mimbar Minang, seusai acara, Junaidi menyebutkan tentang
pembangunan SMU Negeri 14 yang dibantu PT Semen Padang, justru
kontraktornya adalah Delfitri sendiri. Selain pembangunan SMA itu,
katanya, PTSP juga telah memberikan kompensasi limbah karang putih
terhadap 4 kelurahan di Lubuk Kilangan. Demikian juga soal tenaga
kerja, sejumlah saudara Zainal Abidin One pun sudah menjadi karyawan
di PT Semen Padang.

Sanggahan Junaidi yang juga dibarengi klarifikasi salah seorang
wartawan ibukota yang menyebutkan bahwa dia tidak pernah menemukan
debu yang membahayakan terhadap lingkungan PTSP, membuat arah diskusi
menjadi kucar-kacir. Diantara panelis, juga saling menyanggah.

Dibantah

Pengamat ekonomi pasar modal Lin Che Wei yang tetap menuntut
pemerintah melakukan put option dan telah menyiapkan 6 alternatif
penyelesaian put option, disanggah oleh pengamat ekonomi kondang, DR
Sjahrir. Ia menegaskan bahwa keputusan put option adalah milik
pemerintah dan tak ada urusan dengan pasar modal.

Menurut Sjahrir, pilihan pemerintah yang ada untuk menyelesaikan
kasus tersebut semakin sempit, tapi keputusan politik yang harus
diambil pemerintah harus mempetimbangkan semua faktor bukan hanya
analisis pasar modal.

Dijelaskannya, pemerintah dengan utang luar negeri dan dalam negeri
yang besar sulit mengambil keputusan dalam kemelut privatisasi SGG,
apalagi di tengah kepercayaan yang semakin menyusut. Hal itu karena
praktek bisnis Orde Baru yang korup terus terjadi sampai sekarang.
�Omong kosong bisa keluar dari korupsi, yang bisa kita lakukan adalah
menguranginya dengan transparansi,� ujarnya.

Beberapa waktu lalu, pengamat ekonomi Revrisond Baswir telah menaruh
curiga dengan Lin Che Wei yang sangat memiliki kepentingan dengan
saham Cemex. Bila put option jadi, saham Cemex melambung dan Lin akan
mendapat untung besar.

Pengamat ekonomi dari Unand yang sengaja �didatangkan� ke Jakarta,
Syarifudin Karimi, juga memberikan bantahan atas tudingan bahwa
manajemen PT Semen Padang Jelek. �Saya juga punya data sendiri, dan
tidak sejelek yang dituduhkan,� kata Syarifuddin Karimi.

Melihat ujung pembicaraan diskusi makin membenarkan tuntutan rakyat
Sumbar untuk spin off PT Semen Padang dan menolak put option, Wimar
Witoelar buru-buru menutup diskusi lebih awal dengan alasan Syahrir
ada urusan penting.

Namun dari pengamatan di lapangan, penutupan diskusi ini karena makin
kewalahan-nya pembicara menanggapi pertanyaan. Usai acara, Ketua KAN
Syamsair kembali dikawal ketat oleh seorang petugas polisi dan dari
kesatuan marinir.(sal/awk/ant/tun)



Get your Free E-mail at http://minangkabau.zzn.com
____________________________________________________________
Get your own FREE Web and POP E-mail Service in 14 languages at http://www.zzn.com.

RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 ==============================================Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ==============================================

Kirim email ke