Di Kompas ari akaik 25 Nov,  ado kalua cerpen 
        " Batu Menangis " (*)
        
        dari sanak kito :
                Ismet Fanany.
        Indonesian language and culture studies,        
        School of Australian and International Studies, 
        Faculty of Arts, Deakin University, Melbourne, Australia

        Nagari Asal : Kotopanjang, Sungai Tarab, Tanah Datar

Silahkan silau ;
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0111/25/SENI/batu18.htm

Kpd sanak Ismet.
        Bilo ado rencana mambao rombongan ka INA ???


(*) Sakuduang dari  cerpen "Batu Menangis"

.................
        ...............

"Kalau aku tidak patuh pada perintah ibu, apa ibu akan meminta 
Tuhan menghukum aku?" Tersentak Nuraini mendengar pertanyaan 
anaknya. Dipeluknya Israfil. 
"Tetapi kamu tidak durhaka, Is. Kamu selalu menolong Ibu." 
"Bagaimana kalau aku tidak menolong Ibu?"
"Kamu anak yang baik."
"Ini kalau saja, Bu. Bagaimana kalau aku durhaka?"
"Kau pasti bukan anak yang durhaka, Is."
Lama Israfil berpikir. Dia tidak mengerti mengapa ibunya tidak 
menjawab pertanyaannya. Dia terlalu kecil untuk membaca kerumitan 
pikiran ibunya. Pikiran kecilnya terlalu lugu untuk mengajuk 
kerumitan pikiran orang dewasa yang selalu punya banyak 
pertimbangan. Sementara itu, Nuraini khawatir jangan-jangan 
Israfil merasa ngeri karena cerita itu. Tetapi, Israfil sering 
kali mengagetkannya. Jalan pikiran anaknya acapkali tidak bisa 
diterkanya. Walaupun anaknya boleh dikatakan hampir 24 jam berada 
di sampingnya, kata-kata yang keluar dari mulutnya sering membuat 
Nuraini ternganga. Dari kecil, jelas setiap anak merupakan manusia 
unik. "Ya, ini kalau. Kalau anak Ibu durhaka, bagaimana?"
"Ibu tidak akan berdoa Tuhan memurkainya. Ibu akan berdoa supaya 
Tuhan menolongnya." Israfil diam lagi. Lalu, "Kenapa, Bu?" 
tanyanya sambil mempermainkan kerah baju ibunya.
"Karena aku sayang kepadamu, Is. Kepada semua anak Ibu."
"Kenapa, Bu?" lanjut Israfil. Pertanyaan "kenapa" paling menarik 
baginya sejak ia belajar kata-kata itu."Kenapa Ibu sayang kepadamu?"
Israfil mengangguk.
"Itu kewajiban Ibu." 
"Disuruh Tuhan?"
"Ya. Tuhan menyuruh orangtua menyayangi anaknya. Dan anak menyayangi 
orangtuanya." 
Israfil berpikir lagi. 

...........................
................................


Wass
Bandaro. Bogor

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke