--- In [EMAIL PROTECTED], "Urpas" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kenapa ya bahasa nasional kita bahasa indonesia ya? kok tidak bahasa melayu? padahal jelas bahasa "pergaulan" resmi dan tidak resmi, antar seluruh daerah di wilayah yang bernama republik indonesia ini adalah bahasa melayu, dan bahasa melayu lah sesungguhnya diikrarkan jadi bahasa indonesia waktu sumpah pemuda 1928, seharusnya bahasa nasional kita adalah bahasa melayu, bukan bahasa indonesia, karena bahasa melayu-lah secara alami, secara demokratis, ikhlas, dan sukarela, yang dipilih oleh segenap masyarakat yang mendiami wilayah yang sekarang dinamai republik indonesia ini, sebagai bahasa "nasional" mereka, bukan bahasa jawa, yang penggunanya berlipat-lipat kali pengguna asli bahasa melayu, bukan bahasa minangkabau, walaupun orang-orang nya jaman dulu cukup berpengaruh dalam berbahasa dan berpropaganda, juga bukan bahasa sunda, madura, bugis, makassar, batak, aceh, nias, bajau, timor, sumba, bali, dayak, rejang, alas, gayo, mandar, buton, bukan bahasa itu semua, tapi kenapa bahasa indonesia? kenapa bukan bahasa melayu? toh bangsa amerika (serikat) tidak mempunyai bahasa amerika, bahasa mereka adalah bahasa inggris, tidak juga bahasa australia, bahasa new zealand, tapi bahasa inggris, tidak bahasa filipina, tapi bahasa tagalog, tidak bahasa india, tapi bahasa hindi, bahasa urdu, tidak bahasa singapura, tapi bahasa melayu, mandarin, atau inggris tidak bahasa swiss, tapai bahasa perancis atau jerman tidak bahasa belgia, tetapi bahasa belanda atau perancis, tidak bahasa kanada, tapi bahasa perancin dan inggris tidak bahasa brazil, tapi bahasa portugis, tidak bahasa argentina, tapi bahasa spanyol seharusnya bahasa nasional indonesia adalah bahasa melayu, telah dipilih secara sukarela, ikhlas, demokratis oleh segenap anak manusia yang bercokol di wilayah yang dinamakan republik indonesian ini bukan bahasa indonesia karena bahasa nasional yang bernama bahasa indonesia, telah mulai mengingkari kesukarelaan, keikhlasan, dan kedemokratisan, yang tumbuh dari "bawah" dari anak-anak manusia di wilayah yang bernama republik indonesia untuk saling berbahasa melayu, sekarang bahasa indonesia nan telah menjadi bahasa nasional, menjadi kendaraan yang ditemukan secara sengaja entah tidak, oleh segelintir manusia untuk menunjukkan eksistensi mereka secara berlebihan, walau segelintir, hasilnya menakjubkan, karena mereka berkuasa, entah mereka bermaksud atau tidak, maka bahasa melayu yang telah kita pilih bersama-sama secara demokratis, alami, ikhlas, dan sukarela tidak lah sampai 40% mengisi kamus bahasa nasional kita, kita menonton bahasa nasional kita semakin meng'indonesia' berlari (dilarikan) dari melayunya jalinan benang berwarna melayu, sala satu pengikat utama sebuah negara yang dinamakan "indonesia" benang yang dipilih secara ikhlas, sukarela, demokratis, perlahan-lahan (di)putus satu-satu persatu, diganti dengan benang warna lain; tetapi bukan kita semua yang mengganti, hanya sebagian kecil dari kita yang ikut, bukan karena saya kurang yakin benang itu untuk disukai, namun mengapa benang yang ada tidak kita pertahankan, kalau kita butuh benang-benang lagi biarkanlah kami sumbangkan benang- benang kami juga, biar indah, semarak, kuat, dan nan lebih penting: terasa milik bersama saya khawatir, kedoyanan dan keisengan bermain-main dengan berbagai macam benang pengikat, termasuk dengan benang bahasa nasional, yang dilakukan segelintir anak manusia hanya mempertegas keyakinan saya, bahwa saya harus tetap berfikir, bersuara, bertindak, sebisa saya, semampu saya, seberani saya, untuk kita semua bersiap-siap apabila benang-benang itu secara alami pula, secara demokratis, akan kita lepas, mudah-mudahan secara sukarela dan ikhlas, sehingga benang-benang itu tidak mengiris kita hingga kita meringis, meneteskan darah dan airmata.... seharusnya bahasa nasional kita adalah bahasa melayu, bukan bahasa indonesia =urpas= *iimid.212324801 --- End forwarded message --- RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

