Ini berita yang baru di-FW di milis "Urang Awak".
 
Saya kira berita seperti ini tak perlu disebar-sebarkan. Dampaknya buruk. Saya juga bingung, kenapa masih ada media massa yang memberitakan soal seperti ini, padahal setahu saya AJI sudah wanti-wanti agar media menjaga lidahnya. Soalnya, saya kira, bukan antara Padang lawan Cirebon, tapi antara pedagang lawan pedagang. kalau peristiwa ini sampai ke Cirebon sana, gimana nasib orang-orang Padang disana kalau orang Cirebonnya salah paham?
 
Jack Snyder sudah pernah menulis soal dampak media bagi munculnya kekerasan. Kita tahulah, kasus Ambon kan bermula dari foto-foto dan berita Kerusuhan Ketapang.
 
Saya protes kepada media yang memuat berita seperti ini!!!! Tolong teman-teman wartawan, khususnya di AJI, membahas lagi soal ini.
 
O,ya, kalau bisa, tolong sebutkan media yang memuatnya....
 
salam,
 
ijp
  
----- Original Message -----
From: Nofendri T. Lare
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Wednesday, November 28, 2001 1:51 PM
Subject: [RantauNet] Ratusan Pedagang Pasar Minggu Terlibat Bentrok

JAKARTA (Media): Soal iuran lampu penerangan lapak kaki lima ternyata
bisa menimbulkan perkelahian massal. Di Pasar Minggu, Jakarta
Selatan, Senin (26/11) sekitar pukul 21.00, ratusan pedagang asal
Cirebon menguber-uber para pedagang asal Padang akibat Marjo, 47,
kawan mereka yang selama ini menjadi koordinator iuran lampu
penerangan lapak kaki lima, dibacok hingga mengalami luka di bagian
kepala dan punggung saat menarik iuran.

Peristiwa bermula ketika Marjo yang dipercaya menjadi koordinator
penagihan lampu penerangan lapak bersama anak buahnya berkeliling
menagih uang iuran lampu. Salah seorang anak buah Marjo menemukan
seorang pedagang kaki lima yang memasang dua lampu, tapi hanya mau
membayar satu lampu. Ia lalu melaporkan hal itu kepada Marjo, dan
Marjo pun datang untuk menegur pedagang asal Padang itu.


Namun, teguran Marjo ditanggapi lain oleh pedagang itu. Ia tidak bisa
menerima teguran itu hingga terjadilah cek-cok mulut di antara
keduanya. Tidak beberapa lama cek-cok berlangsung, keduanya lalu
terlibat perkelahian dan baku pukul.

Beberapa pedagang berhasil melerai perkelahian itu. Namun, tiba-tiba
Mardjo berteriak kesakitan karena ada yang membacoknya dari belakang
hingga kepala dan punggungnya luka parah. ''Pelakunya langsung kabur,
dan hingga saat ini belum ketahuan siapa orang itu,'' kata Juarno,
36, pedagang di Pasar Minggu yang mengaku menyaksikan kejadian itu.

Melihat Marjo sudah dalam keadaan terluka, beberapa pedagang yang
kebetulan berasal dari Cirebon--kampung asal Marjo--membawanya ke RS
Fatmawati. Sepulang dari rumah sakit, para pedagang asal Cirebon yang
bersimpati terhadap Marjo berkumpul untuk merencanakan aksi balas
dendam.

Sekitar pukul 21.00, ratusan pedagang asal Cirebon langsung menyerang
pedagang yang mereka identifikasi berasal dari Padang. Mereka
mengacung-acungkan pisau, parang, dan golok ke arah pedagang yang
mereka kejar. Pedagang asal Padang pun lari tunggang-langgang sampai
ke pelataran Ramayana Department Store hingga terminal dan PD Pasar
Jaya, Pasar Minggu. Lapak-lapak yang dianggap milik pedagang asal
Padang dihancurkan, termasuk lampu-lampunya.

Petugas Polsek Pasar Minggu dan petugas Tramtib Kecamatan Pasar
Minggu yang dibantu petugas Tramtib Wali Kota Jakarta Selatan datang
ke TKP untuk melerai bentrok tersebut. Aksi tersebut baru bisa
berhenti sekitar pukul 23.00. Hingga siang kemarin, situasi masih
tampak mencekam. (Sht/J-3)