SUARA PEMBARUAN DAILY
Taufik Abdullah:

Kedepankan Kearifan dan Kesabaran

JAKARTA - Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Taufik Abdullah menilai sikap reaksioner dan cenderung emosional yang dilakukan sejumlah kelompok muslim sebaiknya dipikirkan kembali secara matang.

"Kearifan serta kesa-baran melihat persoalan harus dikedepankan sehingga bangsa Indonesia pada akhirnya tidak dirugikan atas tindakan yang dilakukan sekelompok muslim fundamentalis di tanah air,'' kata Taufik Abdullah dalam acara pertemuan dan presentasi Ilmu Kalibrasi, Instrumentasi dan Meteorologi LIPI, Selasa (9/10) di Jakarta.

"Saya juga orang muslim tapi saya tidak sepakat dengan bentuk-bentuk aksi perlawanan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan muslim Indonesia. Mereka harus memperhatikan kepentingan bangsa dan negara yang lebih dalam daripada terlibat perbuatan emosional,'' katanya.

Dikatakan, saat ini sejumlah ilmuwan LIPI telah menyusun satu bentuk pernyataan sikap yang akan ditawarkan kepada pemerintah. Dengan demikian menjadi jelas bagaimana seharusnya Indonesia mengambil sikap dalam kasus AS melawan terorisme internasional.

Menurut Taufik Abdullah, kerugian paling besar yang akan diterima Indonesia adalah ancaman embargo yang semakin jelas didepan mata. Sekarang ini sejumlah produk Indonesia seperti udang, hasil laut, ban dan produk kayu sudah ditolak disejumlah negera di Amerika dan Eropa karena mereka melihat aksi-aksi yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan kelompok muslim Indonesia.

Dia mengutip pernyataan Samuel Hutington yang pada 3 sampai 4 tahun lalu sudah memprediksi kemungkinan terjadinya konflik peradaban setelah selesainya konflik idiologi dan konflik ekonomi diseluruh dunia. Samuel mengingatkan akan terjadi konflik antara dunia barat dan dunia Islam.

Diungkapkan apa yang terjadi terhadap Afghanistan bisa juga terjadi dengan negara-negara muslim malitan seperti Iran, Irak, Libya, Palestina dan tentu tidak Israel yang akan menjadi sasaran berikut AS jika mereka dinilai tidak koperatif dan mendukung gerakan terorisme internasional.

Menjawab pertanyaan apakah kelompok muslim fundementalis terhadap AS itu bagian dari agenda untuk menjatuhkan Presiden Megawati. "Harus dicermati dan bisa saja ada, meskipun saya belum menguasai teori konspirasi politik tingkat tinggi,'' katanya.

Sementara itu, para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam pernyataannya, Selasa (9/10) menyerukan agar Pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap serangan AS dan sekutu-sekutunya terhadap Afghanistan. "AS harus menghormati kedaulatan negara lain,'' ujar para peneliti LIPI. (E-5/M-12)


Last modified: 10/10/2001

Kirim email ke