Assalamu'alaikum WW .. memang ado nan salah soal guru di awak iko, tetapi guru mogok maaja " no way" ..sangat tidak setuju sekali....
Apokoh niaiak seseorang untuak manjadi guru ? Dima idealis saurang Guru ? Dan pendidikan itu bebas nilai kok..indak komersil... Mari kito bantu pahlawan tanpa tando jaso itu... tamasuak dosen juo, dengan memberikan penghargaan yang terbaik buat Ibu-Bapak Guru kito itu... BUliah babedo kan ??? Wassalam Z Chaniago - Palai Rinuak http://www.kompas.com/kompas-cetak/0110/11/DIKBUD/daer10.htm >Kamis, 11 Oktober 2001 Daerah Harus Pilih Pola Pendidikan yang Cocok Padang, Kompas Budayawan AA Navis mengatakan, apa pun bentuk reformasi bidang pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat, kalau sistem pendidikan masih terpusat maka hasilnya tak akan banyak membawa perubahan. Pendidikan nasional yang dibuat pemerintah akhirnya muaranya tetap menghasilkan bencana nasional. "Mentalitas bangsa yang merdeka, berharkat tinggi, bermartabat, dan bermoral sudah lama tak diajarkan di sekolah-sekolah. Akibatnya, dunia pendidikan hanya menghasilkan orang-orang yang umumnya bermental mempertahankan status quo dan KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme-Red). Inilah biang bencana nasional yang saya maksudkan," kata AA Navis kepada Kompas, pekan lalu di Padang. Ia melukiskan, kalau ukuran dalam pendidikan masih angka-angka dengan sistem evaluasi belajar tahap akhir nasional (ebtanas) maka praktik pendidikan terasakan tanpa jiwa, kerdil, dan kering. Sebab, hal itu baru mengukur sebatas kemampuan menghafal. Dunia pendidikan dengan kompleksitas permasalahannya, demikian Navis, amat jarang mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik, apalagi secara optimal. Yang diperoleh peserta didik dari praktik pendidikan selama ini adalah bahan-bahan hafalan yang kurang bermanfaat bagi perkembangan dan kehidupan mereka, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Untuk itu, di era otonomi daerah sekarang ini, daerah harus berinisiatif mengembangkan pola pendidikan yang cocok di daerahnya. Pada prinsipnya, pendidikan harus memberikan pelayanan unggul melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka membelajarkan peserta didik dalam arti seluas-luasnya. Soal mogok Menyinggung adanya guru-guru yang mogok dan mengancam mogok di sejumlah daerah karena rapel kenaikan gajinya belum dibayarkan, budayawan yang kini ikut mengelola Ruang Pendidikan INS Kayutanam ini menyatakan setuju sekali. "Guru mogok sebagai ungkapan kekecewaan karena dilecehkan, tak akan merugikan peserta didik. Saya setuju guru mogok mengajar sampai rapel kenaikan gaji itu dibayarkan. Sudah gaji guru kecil, ia pun diperlakukan secara berlantas angan, sewenang-sewenang," katanya. Menurut Navis, masalahnya bukan besar atau kecilnya rapel tersebut, tetapi pelecehan telah ditimpakan kepada guru. Untuk yang lain dari guru ada uangnya, tetapi untuk rapel guru tak ada. Ini keterlaluan dan pelecehan. Padahal, lembaga yang paling tinggi moralnya dewasa ini hanya guru. (nal) ====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ====================================================================== _________________________________________________________________ Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

