Halo Bandaro,

Saya merasa 'iba' dengan hujatan yang diterima Ismet. Begitu juga 'serangan' yang 
ditujukan ke J. Dachtar dari peserta milis RN lain. 

Sabananyo, a nan tajadi indaklah saroman itam diateh putiah, doh. Kalau buliah ambo 
maadokan kandak disiko..Hendaklah Bandaro jan sampai esomional menanggapi perkara 
itu..kita hadapi dengan kepala dingin saja...caritonya sarupo iko:

Pada prinsipnya saya setuju bahwa Ismet telah melakukan kesalahan karena pemilihan 
kata yang kurang elegan dan kemasan yang kurang manis (diction). Tapi hendaklah kita 
tidak terjebak dalam 'lapis permukaan' saja.

Setelah saya amati setiap posting Ismeth Ismail dan J. Dachtar, dalam lubuk hati saya 
yang paling dalam saya yakin bahwa kedua dunsanak kita itu adalah kaliber yang baik 
hati. 

Mungkin banyak dari kita belum sempat saling berkenalan sehingga kita dengan mudah 
"menghakimi" si A begini atau si B begitu. Saya kira, cara itu kuranglah bijaksana.

Lebih dari pada itu, mereka adalah aset-aset RantauNet yang berharga untuk 
dipertahankan (tidak maksud untuk membuat mereka BESAR KEPALA). Karena...sederhana 
saja, kecerdasan mereka disertai logika yang secara umum bisa diterima.

Saya yakin, tiap pribadi akan berubah ke arah yang lebih baik. Untuk itu perlu proses. 
Saya minta Bandaro percaya kepada 'proses' seperti halnya Allah mengajarkan bagaimana 
cara memanfaatkan proses.

Bukankah langit dan bumi diciptakan Allah dalam 6 masa, padahal Dia sanggup 
melakukannya dalam sekejap saja (kun fa yakun)?

Dalam proses selalu ada panggilan sabar, Bandaro..

Saya pikir istilah "Peringatan Pertama' bukanlah cara yang bijak untuk dunsanak kito 
yang tersangkut. Saya bisa kemukakan beberapa alasan di bawah ini:

1. Sikap itu bisa memancing perpecahan dalam forum diskusi RantauNet dimana kaum muda 
memisah dari kaum tua, kaum keras memisah dari kaum lunak, kaum cerdas memisah dari 
kaum bodoh, kaum kritis memisah dari kaum pembeo, kaum pemikir memisah dari kaum 
pemalas, dll, dsb, dst....

2. Perpecahan itu bisa diwujudkan dengan membentuk portal baru atau mendirikan 
milis-milis baru dalam kelompok-kelompok mereka sendiri yang meraka anggap bisa 
menerima cara dan eksistensi mereka..the way they are.

3. Tak seorangpun di RN punya kekuatan hukum untuk mencegah perpecahah atau melakukan 
tindak penalti kepada mereka karena RantauNet bukanlah lembaga berbadan hukum, 
melainkan paguyuban sosial di dunia maya, internet.

4. Hendaklah kita tetap melihat mailing list sebagai salah satu media di dunia maya, 
bukan di dunia nyata seperti RT, RW, pasar-pasar, nagari dll dengan segala karakter 
mayanya dimana kebebasan berekspresi sangat dimungkinkan.

5. Penalti lebih pantas diterapkan untuk perkumpulan yang nyata seperti organisasi, 
lembaga, yayasan atau wadah sosial (di dunia nyata) dengan struktur organisasi yang 
jelas, daftar keanggotaan yang jelas (minimal punya kartu anggota), didukung oleh 
AD/DRT, pertemuan anggota tahunan atau bulanan, akte notaris, pengesahan hukum di 
Depkeh, dll, dsb, dst

6. Pelanggaran tata tertib di mailing list, hendaklah tidak dipandang seperti "anak 
kecil yang sering berbuat nakal." Saya yakni Ismet bukanlah anak kecil yang pantas 
menerima 'jeweran' dan karena itu hendaklah dia/mereka diberi kesempatan untuk terus 
belajar, belajar dan memperbaiki diri, demikian pula dengan setiap kita di RN ini.

7. "You have the right to remain silent. (Anda berhak untuk diam)," Demikianlah secuil 
kalimat standar yang wajib yang dilontarkan setiap aparat kepolisian di AS saat 
menahan pelaku kriminal.

Artinya, jika kita di mailing list RN ini merasa kurang "sreg" dengan posting 
seseorang maka kita PUNYA HAK UNTUK DIAM. Kenapa bukan konsep itu yang kita terapkan. 
Saya kira akan lebih positif efeknya ke masa yang akan datang.

Kita mungkin masih harus belajar untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan yang 
ada pada diri kita masing-masing. Dengan begitu kita mungkin hanya merespon 
posting-posting yang kita anggap bermanfaat sementara posting-posting "sampah" kita 
abaikan saja dengan konsep YOU HAVE THE RIGHT TO REMAIN SILENT.

Bandaro, you have the right to remain silent.

Love,
Esteranc Labeh
JKT







 


---------------------------------------------------------
>Date: Fri, 12 Oct 2001 19:22:05 +0700
> Bandaro <[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]: "M. Ismet Ismail" 
><[EMAIL PROTECTED]>
> [RantauNet] PERINGATAN PERTAMA !Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>Surat dibawah ini sudah dipostingkan 3 kali ke balerong Rantaunet
>tapi tidak muncul. Sebab itu dikirim sekali lagi.
>
>~A Bandaro, Bogor~
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
>
>
>Subject: PERINGATAN PERTAMA !
>Date: Thu, 8 Oct 2001 17:24:22 +0700
>From: Bandaro <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: RANTAUNET <[EMAIL PROTECTED]>,
>     "M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]>, Sjamsir Sjarif
><[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>Sdr Ismet Ismail di PUSRI 
> 
>  Kami tidak mengerti apa tujuan anda bercarut di balerong Rn.
>
>  Untuk informasi bagi anda, bahwa ML Rn diikuti oleh  ratusan
>  peserta dari segala golongan masyarakat, mayoritas Minangkabau.
>  Anda telah nyata-nyata melanggar Tata Tertib Rantaunet.
>
>  Kata-kata anda telah diluar batas kesopanan. 
>  ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
>
>- Komisi Tata Tertib Rantaunet meminta klarifikasi dari anda 
>  sehubungan dengan posting anda 5 Okt 2001
>
>- Posting ini adalah peringatan pertama bagi anda.
>
>Kutipan Tata Tertib Rn  No 3. dan 4.
>
>3. SOPAN SANTUN: Karena bahasa menunjukkan bangsa maka dalam berdiskusi
>agar diperhatikan sopan santun "caro awak": nan ketek disayangi, nan tuo
>dihormati,  samo gadang bawo baiyo
>
>4. KATA KASAR: Tidak diperkenankan menggunakan kata kasar seperti makian
>dan sumpah serapah.
>
>
>Kami tunggu penjelasan anda
>
>Dari
>Komisi Tata Tertib  (KTT) Rantaunet
>---------------------------------------------
>
>




------------------------------------------------------------
Free Web-email ---> http://mail.rantaunet.web.id
Komunitas Minangkabau  ---> http://www.rantaunet.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke