Assalamu'alaikum WW
Memang surek di bawah labiah tatuju ka Mak Bandaro, tetapi dek ado
hubuangannyo jo awak di balerong, minta izin pulo ambo mananggapi.
Dari point-point nan angku tulih dibawah ambo raso memang itu lah adonyo,
tetapi hanyo ambo sakadar maingek-kan, sawah itu ba pimatang, dan ambo raso
"fair" sajo kalau ado peringatan dan apolah namonyo dari komisi tata tertib,
dan sadonyo anggota rasonyo alah mambaco "tata-tertib" dan manyatujui nyo
wakatu subscribe. kok kaindak urang bebas kok pai ka milis lain dan dengan
topik-topik khusus sarupo nan lain
So , kok manuruik kucikak NVPD " you have the right to remain silent.".
U 2
Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak - diam indak salamonyo aratinyo ameh
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
>From: "Alec St. Rangkayo Labih" <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Halo Bandaro,
>
>Saya merasa 'iba' dengan hujatan yang diterima Ismet. Begitu juga
>'serangan' yang ditujukan ke J. Dachtar dari peserta milis RN lain.
>
>Sabananyo, a nan tajadi indaklah saroman itam diateh putiah, doh. Kalau
>buliah ambo maadokan kandak disiko..Hendaklah Bandaro jan sampai esomional
>menanggapi perkara itu..kita hadapi dengan kepala dingin saja...caritonya
>sarupo iko:
>
>Pada prinsipnya saya setuju bahwa Ismet telah melakukan kesalahan karena
>pemilihan kata yang kurang elegan dan kemasan yang kurang manis (diction).
>Tapi hendaklah kita tidak terjebak dalam 'lapis permukaan' saja.
>
>Setelah saya amati setiap posting Ismeth Ismail dan J. Dachtar, dalam lubuk
>hati saya yang paling dalam saya yakin bahwa kedua dunsanak kita itu adalah
>kaliber yang baik hati.
>
>Mungkin banyak dari kita belum sempat saling berkenalan sehingga kita
>dengan mudah "menghakimi" si A begini atau si B begitu. Saya kira, cara itu
>kuranglah bijaksana.
>
>Lebih dari pada itu, mereka adalah aset-aset RantauNet yang berharga untuk
>dipertahankan (tidak maksud untuk membuat mereka BESAR KEPALA).
>Karena...sederhana saja, kecerdasan mereka disertai logika yang secara umum
>bisa diterima.
>
>Saya yakin, tiap pribadi akan berubah ke arah yang lebih baik. Untuk itu
>perlu proses. Saya minta Bandaro percaya kepada 'proses' seperti halnya
>Allah mengajarkan bagaimana cara memanfaatkan proses.
>
>Bukankah langit dan bumi diciptakan Allah dalam 6 masa, padahal Dia sanggup
>melakukannya dalam sekejap saja (kun fa yakun)?
>
>Dalam proses selalu ada panggilan sabar, Bandaro..
>
>Saya pikir istilah "Peringatan Pertama' bukanlah cara yang bijak untuk
>dunsanak kito yang tersangkut. Saya bisa kemukakan beberapa alasan di bawah
>ini:
>
>1. Sikap itu bisa memancing perpecahan dalam forum diskusi RantauNet dimana
>kaum muda memisah dari kaum tua, kaum keras memisah dari kaum lunak, kaum
>cerdas memisah dari kaum bodoh, kaum kritis memisah dari kaum pembeo, kaum
>pemikir memisah dari kaum pemalas, dll, dsb, dst....
>
>2. Perpecahan itu bisa diwujudkan dengan membentuk portal baru atau
>mendirikan milis-milis baru dalam kelompok-kelompok mereka sendiri yang
>meraka anggap bisa menerima cara dan eksistensi mereka..the way they are.
>
>3. Tak seorangpun di RN punya kekuatan hukum untuk mencegah perpecahah atau
>melakukan tindak penalti kepada mereka karena RantauNet bukanlah lembaga
>berbadan hukum, melainkan paguyuban sosial di dunia maya, internet.
>
>4. Hendaklah kita tetap melihat mailing list sebagai salah satu media di
>dunia maya, bukan di dunia nyata seperti RT, RW, pasar-pasar, nagari dll
>dengan segala karakter mayanya dimana kebebasan berekspresi sangat
>dimungkinkan.
>
>5. Penalti lebih pantas diterapkan untuk perkumpulan yang nyata seperti
>organisasi, lembaga, yayasan atau wadah sosial (di dunia nyata) dengan
>struktur organisasi yang jelas, daftar keanggotaan yang jelas (minimal
>punya kartu anggota), didukung oleh AD/DRT, pertemuan anggota tahunan atau
>bulanan, akte notaris, pengesahan hukum di Depkeh, dll, dsb, dst
>
>6. Pelanggaran tata tertib di mailing list, hendaklah tidak dipandang
>seperti "anak kecil yang sering berbuat nakal." Saya yakni Ismet bukanlah
>anak kecil yang pantas menerima 'jeweran' dan karena itu hendaklah
>dia/mereka diberi kesempatan untuk terus belajar, belajar dan memperbaiki
>diri, demikian pula dengan setiap kita di RN ini.
>
>7. "You have the right to remain silent. (Anda berhak untuk diam),"
>Demikianlah secuil kalimat standar yang wajib yang dilontarkan setiap
>aparat kepolisian di AS saat menahan pelaku kriminal.
>
>Artinya, jika kita di mailing list RN ini merasa kurang "sreg" dengan
>posting seseorang maka kita PUNYA HAK UNTUK DIAM. Kenapa bukan konsep itu
>yang kita terapkan. Saya kira akan lebih positif efeknya ke masa yang akan
>datang.
>
>Kita mungkin masih harus belajar untuk menerima segala kekurangan dan
>kelebihan yang ada pada diri kita masing-masing. Dengan begitu kita mungkin
>hanya merespon posting-posting yang kita anggap bermanfaat sementara
>posting-posting "sampah" kita abaikan saja dengan konsep YOU HAVE THE RIGHT
>TO REMAIN SILENT.
>
>Bandaro, you have the right to remain silent.
>
>Love,
>Esteranc Labeh
>JKT
_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================