Terroris dan Uang Kecil
disiarkan: December 2, 2001
---------------------
Sebelum tanggal 11 September, tidak ada orang yang memperkirakan adanya
hubungan antara terroris dan uang kecil di Amerika. Paling banyak bisa
dikatakan bahwa terroris, seperti juga orang lainnya, kemungkinan
menggunakan uang recehan untuk telpon umum atau membeli minuman dingin
dari vending machine.
Tapi, setelah runtuhnya gedung World Trace Center di New York dan
rusaknya markas besar pertahanan Amerika di Washington, ratusan ribu
pegawai dan pekerja berbagai perusahaan di Amerika terpaksa
diberhentikan atau dirumahkan karena tingkat perekonomian yang terus
merosot.
Korban paling baru penciutan pegawai itu adalah para pegawai kantor
pembuatan uang logam, yang dikenal dengan nama United States Mint.
Kantor itu semula berencana akan membuat 23 milyar keping uang logam
baru pecahan satu sen, lima sen, 10 sen dan 25 sen, tahun depan. Tapi
karena berkurangnya kegiatan ekonomi, para pejabat memutuskan hanya akan
mencetak 15 milyar keping uang logam saja; dan karenanya, 357 orang
pegawai US Mint, terutama di kota Philadelphia dan Denver akan segera
diberhentikan.
Kata jurubicara Michael White, karena belakangan ini orang lebih irit
membelanjakan uangnya, jumlah transaksi juga berkurang. Tiap transaksi
atau jual-beli yang menggunakan uang kontan pada umumnya perlu uang
logam sebagai uang kembalian; tapi karena turunnya kegiatan ekonomi,
kebutuhan akan uang recehan juga jauh menurun dibanding sebelumnya.
Kata seorang pejabat Coinstar, perusahaan yang membuat dan
mengoperasikan mesin penukar uang logam dengan uang kertas, nilai uang
logam yang berserakan di rumah-rumah penduduk mencapai 7,7 milyar
dollar.
Pada umumnya, orang Amerika menaruh uang logam kembalian dalam kaleng
bekas kue, celengan anak-anak dan mungkin juga hanya ditumpuk diatas
meja rias. Karena berat, dan nilainya yang dianggap tidak seberapa,
jarang orang menggunakan uang logam untuk belanja sehari-hari.
Tapi krisis ekonomi yang sedang melanda banyak keluarga Amerika akhirnya
mendorong orang untuk mengumpulkan keping-keping logam itu dan
menggunakannya sebagai uang belanja biasa. Karena banyaknya uang logam
yang kembali beredar, maka kebutuhan akan uang logam baru turun banyak,
sehingga US Mint terpaksa menurunkan tingkat produksinya.
Turunnya tingkat produksi uang logam berarti turunnya penghasilan US
Mint. Karena ongkos pembuatan sekeping uang logam yang bernilai 25 sen
hanya 4,5 sen, US Mint mendapat keuntungan 20 sen lebih.
Tapi kalau permintaan akan uang logam turun, US Mint juga harus
mengurangi ongkos operasinya, yang dalam hal ini berarti pengurangan
pegawai. Selain di Philadelphia dan Denver, kantor pencetakan uang logam
Amerika juga punya fasilitas pembuatan uang logam di San Francisco,
California, dan di West Point, negara bagian New York. Kantor pusat US
Mint terdapat di kota Washington DC.
Selain mencetak uang logam, US Mint juga ditugaskan mencetak medali
emas, perak dan perunggu untuk berbagai keperluan, dan menjaga simpanan
emas dan perak batangan yang bernilai 100 milyar dollar di Fort Knox,
negara bagian Kentucky.
------------//-----------
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================