----- Original Message -----
From: Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]>
.. dan untuak filsafatnyo
> bisa Uni Evi (gamut)  :-))...., keadaanyo kini antah masyarakaik atawa
> masasakaik-masarakaik-an ingin spin off alah indak saba...dan awak samo
> indak bapitih tetapi kainginan lai agak tinggi dek harago diri urang awak
> lai pulo tinggi...
> Kalau tantang managakkan kewibawaan hukum, sadonyo urang lah mangecekkan
> itu, cuma lah samo tau pulo awak baa hukum itu kini...nan kato urang
sasudah
> reformasi.... :-((  , namun ijan pesimis mari kito tagakkan hukum !!
> Tingga mambangkikkan kesadaran urang awak akan paralunyo panagakkan hukum,
> panagakkan kaadilan, dan mampajuangkan hak-hak masyarakat.... kalau nan
iko
> ambo indak ado komentar do..

Aih Zet! Sajak bilo pulo hamba jadi filsuf? Tapi memang persoalan SP jadi
semakin ruwet saja tampaknya ya karena setiap kelompok merasa benar dengan
perjuangan... pekerjaan ..... keyakinan (atau apalah namanya ) mereka.Kalau
saya sih cuma suka baca judul berita-2nya  melalui media massa. Habis kalau
ikut baca sampai ke detail berita, malah migrain saya jadi kumat. Mendingan
juga baca tabloid atau nonton cek dan recek di RCTI atau nonton Aa Gym yg
bawain Kultumnya sungguh asyik nian. Hehehe...sungguh, sikap seperti ini
jangan di tiru yah karena tidak membawa manfaat apa-apa terhadap kemajuan
kampung halaman kita.

 Cuma Zet ingat-2 saja bahwa yg sedang bertempur saat ini adalah kelompok
manusia, manusia yg tidak bisa lepas dari kodratnya. Dan hakikat kodrat
manusia adalah selalu terikat pada pengalaman subjektifnya ketika bertindak
dan mengambil sikap terhadap kenyataan dibawah incat matanya.Di satu pihak
para pendukung spin off merasa benar saat mereka memproyeksikan tindakan
tersebut sebagai tugas mulia yg diembankan oleh rakyat sumbar (walau secara
akal sehat sebetulnya rakyat sumbar terpaksa saja dirinya diwakili oleh
segelintir orang tsb) dan di pihak lain, pemerintah, memandang sebagai
perusahaan negara SP haruslah memakmurkan seluruh rakyat indonesia (ini
bo'ongnya lebih gede lagi) dan bukan rakyat sumbar saja. Untuk saat ini kita
tidak bisa berharap agar kedua " pemain " mengambil jarak dalam memandang
persoalan ini, apa lagi meminta mereka untuk merenung sejanak seperti
belajar mengamati tingkah laku sendiri yg lahir dari hasil pengolahan batin
yang sarat dg aneka kepentingan itu. OOT: Politisi indonesia di suruh
merenung? Hehe...bisa kehilangan banyak proyek mereka.

Udah ah! Selamat buka puasa.

Evi



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke