Subj: [imaam] Kultum Herndon: ULUL-ALBAAB
Date: 12/9/2001 7:33:50 AM Eastern Standard Time
From: [EMAIL PROTECTED]
Reply-to: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent from the Internet (Details)


Ulul-Albab

Assalaamu'alaikum WW.,

Disalah satu kultum Tarawih di Adams cabang Herndon, Dr. Malik AlAdami
menguraikan tentang Ulul-Albab sbb:

Didalam AlQur'an terdapat 14 kata Alul-Albab yang tersebar dibeberapa
surat. Secara spesifik penceramah mengutip Surat 39/AzZumar ayat 17
dan 18 yang menjelaskan siapa itu Ulul-Albab, yang menurut tafsir Abdullah
Ali
sbb: "Those who eschew Taghut and fall not into its worship. And turn
to Allah (in repentance). For them is Good News: So announce the Good News
to My Servants (17). Those who listen to the word and follow the best of it.
Those are the ones who Allah has guided and those are the ones endued
with understanding (18)".

Jadi, mereka yang senantias menghindar Taghut* dan tidak menjadikannya
sembahan (selain Allah) dan senantiasa kembali kepada Allah (apabila
menghadapi persoalan). Untuk mereka selalu berita-berita baik dan senantiasa
menyebarkan kabar baik itu kepada hamba Allah yang lain. Mereka juga adalah,
apabila mendengar kata-kata, senantiasa mengikuti (dan mengutip) yang
terbaik (dari kata-kata itu). Mereka yang senantiasa mendapat petunjuk Allah.
Mereka-mereka itulah orang-orang yang penuh pengertian (dalam memahami,
membaca dan melihat sesuatu).

(Dr. Hisham Altalib dalam suatu khutbah Jum'at menguraikan pula tentang
Ulul-Albab itu sebagai "the people who understand" atau disebutnya juga
sebagai intelektual).

Dr. Malik AlAdami memberi penekanan pada "Those who listen to the words and
follow the best of it". Bahwa bukankah kita umat Islam ini kebanyakan
dalam menanggapi perkataan orang lain selalu mengambil yang jelek-
jeleknya saja?. Yang akhirnya melahirkan perdebatan dan berujung pada
pertengkaran sampai kepada perpecahan.

Ceramah kultum (benar-benar tujuh menit) ditutupnya dengan mengajak
untuk senantiasa merujuk kepada AlQur'an dalam menjalani kehidupan ini.
Karena didalamnya penuh petunjuk yang justru tidak dibaca dan dipahami
oleh umat Islam yang mengakui Qur'an ini sebagi petunjuknya.

Semoga bermanfaat.

Wassalam
Dutamardin Umar



Dutamardin Umar

Kirim email ke