Buat Riana atau Meli....: "Tulungin forwardin ini e-mail ke elektro93_trisakti sama telepon umum donk..... sekalian tolong rubah alamat e-mail [EMAIL PROTECTED] jadi [EMAIL PROTECTED]".
Buat Yani : "Tulung forward ini e-mail ke milis indojawara, sama milis muslim kita yang se-NRW".
Buat anak-anak twenty-one : "Tulung apus yang ifirdaus@uni-duisburg donk... pake yang di [EMAIL PROTECTED] aja.... yang dari uni mo dipake buat kuliah doank soalnya....".
Sekalian buat temen-temen gua semuanya... Eke mo ngucapin : "Selamat Iedul Fitri. Taqobballallahu minna waminkum. Mohon maap lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima Alloh SWT dan semoga bulan Ramadhan yang baru kita liwatin ini membawa hikmah yang banyak dan membuat kita menjadi orang-orang yang lebih beriman, Amien......".
Doaela..... tanggal gua pulang udah makin deket nich.... Gua mao bikin rencana ngapain yach sama temen-temen gua...kekkekekekekke.....................
-------- Original Message --------
| Subject: | [muhammadiyah] hubungan RI & Amerika |
|---|---|
| Date: | Sun, 16 Dec 2001 04:51:24 -0000 |
| From: | "sl246ha" <[EMAIL PROTECTED]> |
| Reply-To: | [EMAIL PROTECTED] |
| To: | [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] |
--- In indonesia_damai@y..., "sl246ha"wrote:
salam sejahtera,
assalamu'alaikum wr. wb.
perkenankan saya ucapkan
selamat Hari Iedul Fitri 1422 H,
may Allah accepts our repentance,
and may He accepts our good deeds.
***
insya Allah sebentar lagi kaum Muslimin akan
berbondong-bondong menuju tanah lapang untuk
menunaikan Sholat Ied. Seandainya saya bisa
memilih "menu" khotbah Iedul Fitri, maka
saya akan pergi ke suatu tanah lapang di mana
saya dapat mendengar "khotbah" seperti di bawah
ini; meskipun naskah tsb. tidak diperoleh dari
sebuah khotbah Iedul Fitri. Sebuah seruan
"pembebasan", ... ut.k. membebaskan diri dari
suatu "mindset". Mohon maaf bagi anda yang juga
telah pernah membacanya.
***
Tulisan di bawah, Meskipun konteks aslinya ditujukan
sebagai nasihat kepada komunitas Muslim, tetapi
banyak aspek nasihat universal yang dapat di
ekstrak oleh siapa saja.
saya tidak bermaksud me"maksakan" sentimen anti
amerika ( sebetulnya lebih tepat disebut: sentimen
anti ke bijakan pemerintah amerika, dan
bukan masyarakat amerika ). Tapi mengapa harus
di tabukan kalau ada orang yang menyuarakan
suara anti "Bush" (sementara suara anti bung
Karno, anti pak Harto, anti pak Habibie, anti
Gus Dur atau anti mbak Mega kita anggap sah-sah
saja .... ).
Mengapa orang dipaksa untuk mempercayai "kredibilitas"
dan "kejujuran" aparat keamanan Amerika seperti halnya
FBI dan CIA, yang juga pernah berbuat keliru (atau "ngeliru")
kalau kita boleh merasa skeptis dengan kredibilitas aparat
keamanan Indonesia ...
***
Tidak berlebihan penilaian sebagian masyarakat dunia,
ada gejala-2 pemerintah Bush menunjukkan warna "fasis"
( terlepas dari siapa pun orang di sekeliling Bush
yang mempengaruhinya ). Dua indikator di antaranya
adalah usaha memaksakan "security approach" di dalam
memerintah, mirip dengan metode Kopkamtib atau Laksus
di jaman Ali Moertopo di RI dulu: penangkapan banyak
orang (dalam orde 1000 an) dengan dasar hukum yang lemah
dan dengan mengabaikan standar HAP (Hukum Acara Pidana)
yang sebelumnya dihormati di AS. Yang kedua adalah
usaha menggoalkan penggunaan metode "pengadilan militer"
untuk mengadili tersangka 'terorisme'. Ide "brilliant"
yang kedua ini nampaknya mendapat banyak tantangan di
Senat.
Di samping itu, dorongan kuat sementara kalangan di sekitar
Bush yang dijuluki "the Hawkish" untuk memperluas sasaran
perang ke negara lain: Irak. Ini mendapat tantangan dari
banyak pemimpin negara Eropa.
***
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
La Illaha Illa Allahu wa Allahu Akbar
Allahu Akbar wa lillahi Al-Hamd
Allahu Akbar Kabira wal Hamdulillahi Katsiran
Wa Subhanallahu bukratan wa Ashilan
La Illa Illahu Wahdah
Sodaqo Wa'dah
Wa nashara Abdah
Wa a'azza Jundah
Wa hazamal Ahzaba wachdah ...
-----------------------------------------< ihsan hariadi >----
sumber: milis "karedok/gado-gado" soasiu
< http://www.egroupd.com/group/soasiu >
--------------------------------------------------------
HUBUNGAN DIPLOMATIK INDONESIA-AS PERLU DITINJAU KEMBALI
---------------------------------------------------------
Oleh:
Hartojo Wignjowijoto
Saya 20 tahun lalu bermukim di AS, selama 20 tahun. Jadi kalau
anda membahas Amerika Serikat, harus dibedakan antara pemerintah
AS dan orang AS.
Pemerintah AS terutama Presiden Bush, bukan dipilih, tetapi
diangkat oleh Mahkamah Agung AS, yang memutuskan pemenangnya
adalah Bush. Jadi dia itu bukan elected, tetapi selected. Jadi
memang demokrasi itu telah menghasilkan monyet, seluruh dunia.
Jadi, bukan hanya second rate, pimpinan kelas dua, tetapi kelas
kambing.
Budaya Bali menyatakan, orang-orang yang lurus itu ditanam,
orang-orang bengkok itu di atas. Dan Bali, satu-satunya suku,
yang bisa menghadapi krisis, karena kehidupan agama dan kehidupan
sehari-hari itu satu. Tidak kayak kita. Di Masjid khusyu' sekali,
begitu keluar dari masjid ulahnya sudah beda. Jadi, nggak
bersatu. Juga dalam kehidupan Islam ini infratsrukturnya tidak
ditata. Misalnya salat di kantor, pakai wastafel. Padahal
harusnya kan harus diatur. Ini kelemahannya. Nah orang Islam ini
harus kehidupan agama dan kehidupan sehari-harinya harus satu.
Orang AS "lebih Islami". Kalau pemerintahnya, itu tidak Islami,
karena didominasi oleh orang-orang yang mencari keuntungan dari
industri pertahanan. Jadi kalau AS resesi, ia cari gara-gara,
cari musuh, apa musuhnya itu Saddam, apa Castro. Gadafi kek.
Vietnam, kek. Selalu pemerintah AS cari musuh. Kali ini ia
diganjar oleh Tuhan, diberi musuh, tapi tidak tahu musuhnya
siapa. Wong ia bingung, ternyata musuhnya pada dirinya sendiri.
Itu Soros sendiri yang menyatakan, bahwa sistem kapitalis itu,
pemenangnya itu selalu mengambil semua, sehingga orang-orang
miskin, itu tidak punya harkat, tidak punya benefit dari sistem
Kapitalis. Dalam Islam disebut, kalau you cuek sama asuhanku
(fakir-miskin), "Kubom" kau.
Kejadian 11 September itu hanya suatu intipan. Yang sebenarnya
sudah diperkirakan dalam bukunya Soros. Lama itu. Akan terjadi
surprise-surprise. Dan ini akan banyak surprise itu.
Apa untungnya berhubungan dengan AS?
------------------------------------
Kalau secara emosional ya putus hubungan, karena kita setia kawan
sama orang Islam yang di Afghanistan yang diintervensi
kedaulatannya. Itu secara emosional. Tapi, kita harus membedakan
tadi, antara pemerintahnya dengan masyarakatnya.
Jadi hubungan AS dengan Indonesia, harus dipilah-pilah antara
pemerintah dengan orang AS. Pemerintah AS didominasi keinginan
untuk menang semuanya dan keinginan untuk menguasai sebanyak
mungkin. Dan ia ingin berkuasa secara absolut. Itu tidak mungkin
bisa. Yang bisa berkuasa absolut itu hanya Tuhan. Dan hukum Tuhan
itu kebanaran. Dalam Bible disebut juga, kebenaran itu adalah
yang memerdekakan kita. Selama ini kita didominasi oleh rejim
pembenaran, bukan rejim kebenaran. Hukum Tuhan itu tidak bisa
ditawar. Saya menganjurkan, kehidupan Islam dan kehidupan
sehari-hari itu dijadikan satu.
70 % untuk kepentingan AS
-------------------------
Hub AS dan Indonesia itu 70 persen lebih untuk kepentingan AS,
karena AS selalu mendominasi hubungan dengan bangsa siapa pun
juga. Orang Eropa juga selalu mengeluh, karena Bush atau
pemerintah AS selalu didomiansi oleh kepentinganya sendiri.
Mbak Mega itu (ke AS) bukan diundang, tetapi dipanggil.
Dipanggilnya untuk instrumen kepada dunia, bahwa AS tidak berniat
melawan Islam. Supaya AS bisa builang kepada dunia: Saya nggak
nglawan Islam. Ini (buktinya) negara Islam tersbesar di dunai,
saya rangkul dia. Jadi, hubungannya itu hubungan taktis. Bukan
hubungan strategis. Jadi, hubungan itu harus ditingkatkan menjadi
hubungan strategis. Kita mainkan. Mengapa Mbak Mega dipapggil,
karena dia akan pergi ke Cina. Dan kalau kita berhubungan dengan
Cina, AS takutnya luar biasa. Ini yang dimainkan oleh Bung Karno.
Jadi, hubungan AS dan Indonesia dewasa ini adalah hubungan taktis
dan untuk kepentingan AS. Bukan untuk kepentingan Indonesia.
Indonesia dikasih sogokan 700 juta dolar, dikasih korting untuk
ekspor. Bukan itu, dia mengincar sumber daya alam Indonesia Semua
perusahaan-perusahaan AS yang ada di Indonesia yang semula tidak
ada artinya, seperti Freeport, Caltex, Exxon, begitu ada di
Indonesia dia menjadi giant (raksasa).
Dan ini antek-antek itu sudah ada di Yogya . Ini orang-orang ini
dipakai, mereka pendidikannyua Islam di mana? Orang-orang Islam
yang dididik di AS itu bagian daripada skenario Yahudi untuk
menundukkan orang-orang Islam yang pro kepada AS tadi. Bahkan
saya dengar-dengar kabar burung, preman AS yang namanya Gelbard
sudah memberikan uang kepada organisasi-organisasi tertentu untuk
mencari orang-orang yang anti-AS.
Dan orang-orang seperti saya ini diincar. Saya nggak anti-AS,
saya anti pemerintahan yang munafik. Kalau di dalam negeri sangat
diskriminatif. Saya mengalami diskriminasi yang luar biasa di
sana. Tapi, kalau di luar negeri dia bilang demokrasi, liberal,
dan sebagainya. Kalau anda terbang ke New York akan lihat ada
ruang besar sekali, isinya orang-orang negro yang ditangkepin,
dimasukkan penjara di New York, supaya tidak ngaco di jalanan.
Bakan AS itu punya sejarah yang konyol sekali, Dia ngambil
tanahnya orang Meksiko. Texas segala macam. Sekarang, Tuhan adil
sekali. Limapuluh satu persen (51%) penduduk California berbahasa
Spanyol. Pokoknya hukum Tuhan itu tidak bisa ditawar.
Pemerintah AS brengsek
----------------------
Jadi, hubungan AS dan Indonesia harus merupakan hubungan untuk
pemikiran, pengetahuan, budaya, tata negara, dst. Jadi jangan
campur aduk, antara kehidupan teknologi yang maju yang "sangat
Islami" dengan pemerintahan AS yang brengsek. Pemerintahan AS itu
brengsek banget. Bayangin itu,. Dia mengakui bahwa kejadian WTC
adalah kegagalan total sistem pertahanan AS. Itu berapa menit
itu. Transpondernya dimatiin, masuk. Semuanya itu adalah upaya
pemilik modal yahudi itu, untuk mendapat bantuan dari pemeirntah
AS, karena sektor Airlines industry itu sudah bangkrut lama.
Sekarang banyak perusahaan airlines yang memberhentikan
karyawannya, tetapi dapat suntikan sekitar 20 milyar-40 milyar
USD. Jadi ini suatu permainan kapitalisme juga.
Yang berat, banyak orang yang dididik di AS yang lebih Amerika
daripada orang Amerika sendiri. Mereka hanya 2 hari, 2 tahun, 3
tahun di sana. Saya 20 tahun di sana. Saya menjadi somebody
tetapi tidak mau menjadi some else body, itu pelacur intelektual.
Pendidikan karakter ini yang penting.
Sekarang posisi kita (Indonesia), bukan gemah ripah loh jinawi,
tetapi gemah rapuh rohnya lari. Kita itu zombi. Kehilangan
orientasi, kehilangan jati diri, we are what we are not. Kita mau
apa sih? Siapa kita? Kalau bisanya mencangkul ya mencangkul.
Bahkan, rektor UI pernah berpidato: "kalau anda pinter anda akan
jadi profesor, kalau menengah ya jadi aktivis, kalau anda bodo,
hati-hati sama yang bodo ini, karena yang bodo ini yang berkuasa,
yang bisa memakai orang-orang pinter."
Jadi, demokrasi tidak menghasilkan suatu pimpinan kelas satu,
tetapi selalu kelas kambing, Tapi, nggak apa-apa, karena Selandia
Baru kambingnya 60 juta, orangnya 3 juta, incomenya 40 ribu USD.
Indonesia kambingnya 6 juta, orangnya 200 juta, incomenya 500
USD. Jadi kita kurang kambing. (bercanda)
Saya sedih, melihat bangsa Indonesia yang tidak berkarakter.
Tuntut IMF!
----------
Jadi, kembali ke hubungan AS dan Indonesia, pemerintah Indonesia
terutama Dorodjatun dan kawan-kawannya yang pro-AS, secara hikmat
sudah diingatkan oleh Tuhan melalui peristiwa WTC itu, Itu saja.
Kalau sekarang mau jihad, jihad sama koruptor. MA dijihad, Jaksa
Agung dijihad. Bayangin para perampok itu, tidak punya modal,
pinjam uang untuk usaha, usahanya tidak menghasilkan profit untuk
membayar utang, asetnya dijual hanya 1/10 nilainya. Jadi dia
mencuri, pinjam sekian ratus trilyun, tetapi 99 persen dicuri.
Dan utang yang dicuri itu saya sebut utang haram. Itu bukan
tanggung jawab Indonesia.
Saya sedang siapkan untuk menuntut IMF ke International Tribunal,
agar mereka membebaskan kita dari utang-utang yang dicuri itu.
Jadi, kembali dengan hubungan AS. Harus dipilah-pilah. Hubungan
taktis, harus dikonversikan menjadi hubungan strategis. Masalah
yang dihadapi sekarang adalah masalah diri kita sendiri. Kita
harus we are what we are.
Pemecahan ekonomi Indonesia ini sudah ada. Kita dikaruniai
kekayaan alam yang luar biasa. Matahari yang abadi, salju yang
abadi. Musim panas abadi. Disebut dalam Al Quran, disebut
"bacalah". Nah, bacanya: gas dijual ke Singapura 30 tahun, ya
mana uangnya yang 30 tahun itu. Kontan. (Tidak dicicil). Untuk
sewa "rumah" 3 tahun. Sisanya disimpan, masukin ke cadangan 300
milyar, maka nilai dolar bisa Rp 1000/1 USD.
Waktu diumumkan begitu, nggak boleh! Karena IMF mengatakan,
sumber daya alam Indonesia seluruhnya sudah diagunkan, yang saya
hitung nilainya 3 trilyun USD. Sedangkan kita utangnya cuma 200
milyar. Jadi agunan yang berlebihan. Jadi banyak kebodohan-
kebodohan di Indonesia. Maka yang tadi harus di-"sweeping" adalah
orang-orang yang berperan. Bukan dibunuhin, Tapi cara berfikirnya
(yang disweeping). Orangnya sudah jelas: yaitu Widjojo
(Nitisastro), Ali Wardana, Emil salim, Frans Seda, Dorodjatun
Kuntjorodjakti, Sri Mulyani, Sri Adiningsih, Anggito Abimanyu.
Itu saja yang disweeping. Artinya, masukkan (mereka ke) kamar
mandi, digrojok, tanya lagi kembali, pikirannya gimana gitu.
Maksud saya itu.
Mosok ahli ekonomi mengatakan, RAPBN itu asumsinya inflasinya
rendah, rupiahnya 8000, harga minyak sekian, dan seterusnya, Itu
kan masalah yang harus dipecahkan, kok dijadikan asumsi. Kayak
orang yang terdampar di pulau, lalu ada kaleng makanan, tapi
nggak ada pembukanya. Lalu ahli ekonomi mengatakan, kita buat
asumsi, ada pembukanya. Lha masalahnya nggak ada pembukanya, kok
dibuat asumsi ada pembukanya. Edan! Jadi kita ini terbalik-
balik. Saya termasuk ahli ekonomi yang dibenci oleh para kekasih
AS dan kekasih IMF. Saya paling dibenci. Tapi, nggak apa-apa,
karena saya cinta kepada Indonesia, dan saya tahu bahwa sumber
daya alam kita yang kaya yang dapat mengkonversikan manusia
Indonesia yang tidak berkarakter.
Jadi, menurut saya, kita harus berkonsentrasi, mengelola sumber
daya alam kita. membersihkan rejim pembenaran dan rezim yang pro
kepada kepentingan mereka. Sadli (Prof. M. Sadli), itu yang
membebaskan Irian dengan Freeport, itu yang harus dicleansing.
Mohon perjuangan anda itu mengarah kepada pembersihan rejim, dan
pembentukan karakter, dan membuat garis pemisah antara pembenaran
dengan kebenaran. Indonesia adalah negara yang paling korup di
dunia tetapi tidak ada seorang koruptor pun yang duduk di kursi
listrik. Oleh karena itu, saya anjurkan kepada Serikat Pekerja
PLN, nggak usah ribut-ribut, bikin saja kursi listrik. Suruh
Dirutnya duduk satu-satu di situ.
Kembali ke masalah hubungan AS dan Indonesia, sekarang ini tidak
bisa kita mengharapkan AS membantu kita, ekonomi AS berantakan.
Bahkan sebentar lagi harga emas akan naik. Dalam waktu dekat,
sebentar lagi akan 1.000 dolar/on. Yang akan menikmatinya adalah
orang-orang Yahudi.
Tapi, kita tidak usah khawatir. Kita ini very rich. Bukan hanya
emas, tapi juga logam-logam dan mineral lainnya. Luar biasa.
Belum lautan kita yang sangat kaya. Tapi, ikannya dicuri terus.
Bagaimana dengan dominasi AS di Indonesia? Cara mengatasinya
bagaimana? Dominasinya jangan ke arah AS saja. AS itu nyuruh
Singapura untuk nyolong pasir, nyolong gas. Itu Timtim yang
dilepas Habibie, cadangan gasnya 200 milyar USD nilainya. Gas
terbesar seluruh dunia. Yang disuruh nyolong Australia. Jadi,
banyak. Makanya Gus Dur, itu bilang, saya tidak mau datang ke
lima dubes: AS, Inggris, Singapura, Belanda, Australia. Gus Dur
sebenarnya hebat. Cuman dia terlalu sibuik cari uang receh.
Jadi, bukan kita serang AS, single gitu. Dubes Singapura sudah
saya maki-maki, You tiba waktunya mengembalikan uang yang
disimpan hasil cross border criminal. Uang yang dicuri di sini
digunakan untuk memperkuat dolar Singapura. Lalu dia ngambil
pasir, gas, Pulau Bintan. Yang nyuruh dan mbantu ya AS. Oleh
karena itu, kita harus me-review hubungan diplomatik dengan semua
negara. Kita harus bergaul dengan negara yang saling membutuhkan,
bukan negara yang menekan kita. Kita tidak bisa bergaul sama
negara yang memakai kita sekehendaknya, harus saling membutuhkan.
Hubungan Selatan-selatan, seperti India, Cina, itu harus kuat.
Ada anggapan seolah-olah kalau AS meninggalkan Indonesia maka
rakyat Indonesia sengsara? Ya nggak! Indonesia itu membesarkan
Belanda selama 350 tahun. Dari negara di bawah laut, sampai dia
diatas laut. Singapura itu nothing. Saya bilang sama Lee Kuan
Yew, You nasehati our blind leader, jangan membuat Indonesia
kuat, karena kalau Indonesia kuat tidak ada lagi Singapura.
Kita itu sebenarnya very rich. Kita negara yang luar biasa,
dikaruniai rejeki yang luar biasa. Jangan takut miskin. Makin
miskin, makin dekat Tuhan. Makin saya banyak kemudahan, makin
jauh dari Tuhan.
Andaikan ada semacam pembekuan dengan AS, ekspor-ekspor kita
terganggu dan pengangguran meningkat? Nggak diembargo saja yang
nganggur sudah 90 juta kok. Saya katakan, makin kita miskin -
tapi miskin barengan - makin bagus. Kemiskinan itu yang membentuk
karakter. Kejujuran itu pada waktu miskin. Anda dibentuk
Soeharto hedonistik. Bukan anda punya pengetahuan. Kepribadian
itu yang kita tidak punya. Kepribadian itu begini, wong cacing
saja bisa hidup kok. Mosok manusia seger buger nggak bisa makan.
Saya nggak percaya itu.
Pemerintah Indonesia lebih menghargai bantuan AS? Ya itu tadi,
bangsa kita sudah dicekokin, disumpelin duit. Kita harus
membersihkan diri. Makanya ada latihan puasa, tirakat. Jadi
jangan takut diembargo. Wong negara kaya gini kok mau diembargo,
piye sih. Kita ini makin kaya, percaya deh. Kalau hubungan
dengan AS itu (memang) perlu, karena hubungan teknologi atau
pemikiran, network, tapi jangan campur aduk.
IMF bagaimana?
--------------
IMF itu yang punya 40 persen AS dan antek-anteknya. IMF itu
kolektorlah. Saya sudah bilang, Bung Karno tahun 1963 bilang, go
to hell with your aid. Satu-satunya negara yang keluar dari IMF
adalah Indonesia. Keluar nggak apa-apa. Coba, IMF di sini selama
4 tahun terakhir, apa yang terjadi? Pengangguran menjadi 90
juta, City Bank masuk ke propinsi-propinsi, bank kita malah
berantakan. Empat tahun itu cuma mindahin utang swasta menjadi
utang pemerintah, kan itu utang rakyat juga. Kan gendheng.
Jadi Indonesia takut pada AS?
Nggak, kita ditakut-takutin. Kedua, orang-orangnya Widjojo dan
Ali Wardhana itu orang-orang IMF. Bentuknya saja orang
Indonesia.
Banyak yang berpikir bahwa AS adalah segala-galanya bagi
Indonesia, sehingga Indonesia perlu takut kalau ditinggal AS?
Nggak dong, AS bukan segala-galanya. Wong dia itu mikir "udele
dhewe kok". "Udel bodong" lagi (AS itu hanya berpikir untuk
perutnya sendiri). Saya itu lama di sana. Saya nggak ngapusi' 70
persen hubungan AS dengan semua negara itu untuk kepentingan AS.
Kok disini kayaknya disembah. Tahu nggak, orang AS itu di sana
tidurnya itu ya campur sama tikus sama coro. Orang AS yang
datang kesini itu banyak yang nggak kepakai disana. (***)
=================================================================
Ceramah Hartojo Wignjowijoto di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan
Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Jumat 12 Oktober 2001. Ceramah
dihadiri oleh aktivis dari PP Muhammadiyah, Komite Indonesia
untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Gerakan Pemuda Islam,
Laskar Jihad Ahlu Sunnah wal-Jamaah, Himpunan Mahasiswa Muslim
antar-Kampus (Hammas), Keluarga Alumni Masjid Kampus Indonesia
(Kampusina), Gerakan Muslimat, Laskar Jundullah Solo, dan
sejumlah wartawan muslim.
=================================================================
To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED]
To Unsubscribe, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
--
Ilham Firdaus
Kammerstr.208 Haus 3 Appartment 214
47057 - Duisburg
Deutschland (Germany)
ISDN : 3934326 (Basis zum/for Internet);
3785619 (Telefon);
3187869 (Fax).
Handy/Mobile : 0160-95914406 (no voice mail please...! Bitte kein Voicemail...!).
E-Mail : [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED] .
Yahoo-ID : ilhamfirdaus; ICQ : 100871167; AOL Chat : "Ilham Firdaus" (internet online 24 hours) .

