Pengantar: Dibawah ini surat pembaca di Harian Pikiran Rakyat Bandung, tentang pelayanan buruk PO Bus ANS. Keluhan mengenai pelayanan otobis urang awak ini sudah sering terjadi, tidak hanya ANS, tapi juga NPM, Lorena, Transport, dll. Tapi seperti biasanya, perusahaan otobis urang awak itu "basibanak, basipakak, dan basimada" terhadap protes penumpang yang dirugikan itu. Nyatanya, pelayanan bus tetap terus buruk. Sudahlah awak busnya kasar dan tidak ramah, pelayanan selama perjalanan juga parah. Anehnya, urang awak di Sumbar tetap naik perusahaan otobus itu, mungkin karena tidak punya alternatif bus yang lain, maklum tidak banyak bis yang menambang tujuan Sumbar-Jawa.
Andaikan Bus Kramatjati dibolehkan menambang ke Padang/Sumbar, mungkin orang Sumbar akan beralih naik bis ini karena pelayanannya di Jawa terkenal bagus, dan barulah perusahaan bus di Sumbar itu tahu rasa mau menyadari kekurangannya. Sayangnya, menurut isu, Kramatjati tidak dibolehkan menambang ke/dari Sumbar- Jawa karena ditolak perusahaan otobis urang awak, takut tersaingi. Setahu saya, Kramatjati sudah melayati rute ke Pakanbaru dan Palembang. wassalam Rinaldi Munir Bandung =========== Lagi, Kecewa Pelayanan Bus ANS (Pikiran Rakyat, Bandung 31 Desember 2001) MEMBACA surat pembaca (�PR�, 24/12) tentang keluhan pelayanan Bus ANS tujuan Padang-Bandung, saya menyampaikan keluhan terhadap perusahaan oto bus yang sama. Tanggal 22 Desember 2001 kami melakukan perjalanan Bukit Tinggi-Bandung dengan Bus ANS (Aman Nyaman dan Selamat) No. Pol. BA-5308-LU. Kurang satu setengah jam, perjalanan bus yang kami tumpangi terpaksa berhenti di terminal Padang Panjang untuk waktu yang lama, karena kerusakan gardan. Bus pengganti dari perusahaan yang sama dengan No. Pol BA-5300-LH, kemudian juga mengalami kerusakan sistem lampu dan persneling, sehingga berhenti lebih dari 3 jam di depan Rumah Makan Umega Gunung Medan-Padang. Di kawasan wilayah Provinsi Jambi bus juga berhenti beberapa kali karena kembali mengalami kerusakan pada sistem lighting dan persneling dan kami pun harus menunggu lebih kurang satu jam untuk tiap kerusakan. Di dekat rel kereta api di Martapura Sumatera Selatan, bus ANS yang kami tumpangi kembali mengalami kerusakan persneling sehingga lagi-lagi kami harus menunggu lebih dari 3 jam. Memasuki daerah Bakauheni-Lampung kami merasa bersyukur karena Tuhan masih menyelamatkan kami dengan terhindarnya bus dari tabrakan dengan truk pengangkut barang dari Pulau Jawa. Memasuki jalan Tol Serang Provinsi Banten kami kembali merasa kecewa karena di jalan tol yang kosong pada waktu pukul 02.00, bus ANS tersebut hanya mampu melaju dengan kecepatan maks. 30 km/jam. Tiba di pool Pulo Gadung, kami kembali merasa kecewa karena rencana mengganti bus gagal karena tidak ada staf yang bertugas, sehingga kami harus menunggu proses administrasi pergantian bus dari pukul 04.00 hingga 07.30. Jika penumpang tidak diberi kesabaran, mungkin akan melakukan perusakan terhadap kantor bus ANS. Akhirnya semua penumpang dipindahkan ke pool bus ANS di Jln. Pramuka Rawamangun. Namun di sana kembali kami merasa kecewa karena ketidaksiapan manajemen ANS dan juga awak bus untuk melakukan penggantian bus. Di tempat ini pun kami berdebat dengan awak bus dan jika kami tidak sabar kami siap untuk melakukan perusakan bus ANS. Setelah menunggu satu jam barulah perjalanan dilanjutkan kembali dengan menggunakan bus yang baru. Namun sayangnya di tengah perjalanan, bus terpaksa berhenti kembali karena kehabisan bahan bakar hingga kami terpaksa menugngu kembali tidak kurang dari satu jam. Dari kejadian di atas kami melihat bahwa, pihak bus ANS baik manajemen maupun awak bus tidak memiliki kontrol bus yang maksimal terhadap kondisi kendaraan, padahal rute yang ditempuh cukup jauh yaitu Bukit Tinggi-Bandung. Pihak manajemen ANS memiliki kinerja kerja yang buruk karena tidak ada petugas yang standby untuk menangani hal yang bersifat darurat. Pihak awak bus tidak terbiasa menghadapi hal yang bersifat darurat karena harus menunggu proses administrasi pergantian bus yang berakibat menelantarkan para penumpang. Akhirnya kami semua penumpang berkesimpulan bahwa Oto Bus ANS tidak memiliki visi dan misi yang sesuai dengan singkatan yaitu Aman Nyaman dan Selamat, hingga terpaksa kami harus menggantinya dengan kepanjangan �Aduh Nasibku Sial� naik ANS. Kepada calon penumpang bus saran kami berhati-hatilah dalam menentukan kendaraan untuk melakukan perjalanan Anda apalagi untuk jarak yang cukup jauh. Indra Sarnis Permata Biru-Bandung RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

