Resolusi 2002

Tradisi di dunia barat, setiap pribadi membuat resolusi dalam
menghadapi tahun baru, yang berisi semacam tekad, keinginan
dan harapan. Sebagai Muslim kita dianjurkan membuat resolusi setiap
hari. Bukankah Rasul SAW mengajarkan supaya hari esok, harus
lebih baik dari hari kemarin?

Namun tak salahnya secara khusus kita membuat resolusi
menghadapi tahin baru 2002 ini

Kalau saya resolusinya adalah: "Meningkatkan pemahaman dan
pengamalan ajaran agama". Mudah diucapkan, sulit dilaksanakan
tanpa tekad yang kuat dan niat yang tulus.

Islam mengajarkan semua aspek kehidupan. Dari mulai mengurus
pribadi, mengatur keluarga, berinteraksi dengan masyarakat, sampai
dengan bernegara. Semua amalan itu akan menjadi "visa" untuk
menghadap Allah.

Allah memberi tamsil pada padi atau gandum. Tambah berisi dia,
tambah tunduk tangkainya. Manusia diharapkan juga demikian.
Makin paham dia atas ajaran agama (baca: semakin ber-ilmu),
maka dia semakin tawaddu'. Makin merasa bertambah kecil
dihadapan Penciptanya, makin bertambah kasih sayang pada sesamanya,
makin menunduk pandangannya, makin halus budi dan teratur tutur katanya.
Semakin dipercaya dan juga mempercaya (menghilangkan prasangka).
Untuk hal yang terakhir ini, semboyan pada uang kertas Amerika, sangat
Islami, "In God We Trust". Hubungan dengan sesama dimulai dengan
percaya. Karena kita percaya Allah mencipta manusia pada dasarnya
baik dan terpercaya. Kalau ternyata kemudian mereka ingkar, maka
kita diajarkan untuk mengingatkan dengan sabar.

Sekali lagi, semua itu mudah diucapkan, sulit diamalkan.
Semoga Allah SWT memberi saya  kekuatan untuk menggapai
resolusi diatas.

Bagaimana dengan saudara?

Salam takzim dari Washington, DC
Dutamardin Umar

Kirim email ke