Dengan atas nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Sesungguhnya Al-Kitab Al-Qur'an itu adalah firman Allah, yang tidak perlu 
diragukan lagi akan isinya. Sebab, isinya berasal dari Allah, dibawa oleh 
hamba-Nya yang mulia (Jibril) kepada Hamba-Nya yang oleh orang bumi telah 
diketahui tidak pernah berbohong (terpercaya - Al Amin) dan tidak  pula 
pernah membuat-buat kebohongan (ummi). Maka Al-Qur'an adalah kabar langit 
yang patut kita percayai kebenarannya sebagai pedoman bagi hidup kita di 
bumi ini.
---

Salah satu informasi yang paling gress, yang perlu disampaikan pada saat 
ekonomi kita dalam keadaan sangat sulit, saat ini, berisi tentang bagaimana 
Allah "memberi makan" setiap ciptaan-Nya di bumi. Simaklah informasinya.

***Al-Qur'an Surat Huud[11]:ayat 6***
Dan tidak ada suatu binatang melata [Yang dimaksud "binatang melata" di 
sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa] pun di bumi melainkan 
Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang 
itu dan tempat penyimpanannya [ Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud 
dengan "tempat berdiam" di sini ialah dunia dan "tempat penyimpanan" ialah 
akhirat. Dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud "tempat berdiam" 
ialah tulang sulbi dan "tempat penyimpanan" ialah rahim.]. Semuanya 
tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
***Akhir kutipan informasi ***

Yang Perlu Kita Renungkan :
1. Kita adalah termasuk "binatang melata" yang hidup di bumi ini. Allah 
Maha Pengasih, Dia memberi makan setiap kita dengan cara-cara yang telah 
ditetapkan-Nya, yaitu dengan sunnah-Nya. Yang beruntung, akan dapat 
menemukan atau diberikan cara-cara yang tepat untuk mendapatkannya. Yang 
kurang beruntung, akan sedikit kesulitan untuk medapatkannya. Merupakan 
sunnah Allah juga, "siapa yang mau berterima kasih kepada Allah karena 
mendapatkan cara yang tepat untuk memperoleh makanan yang cukup, dengan 
membagi makanan yang diperolehnya kepada Saudaranya sesama ciptaan Allah 
lainnya, maka Allah akan menggantinya minimal dengan 10 kali lipat". Sunnah 
itu masih berlaku hingga saat ini.

2. Membagi sebagian perolehan rejeki atau makanan yang kita terima dari 
Allah kepada makhluk Allah lainnya, adalah merupakan salah satu cara 
berniaga dengan Allah. Perniagaan yang tidak pernah merugi adalah 
perniagaan yang dilakukan dengan Allah. Untuk bisa berniaga dengan Allah, 
adalah patut jika kita mengenal Allah terlebih dulu : mengenal 
sifat-sifat-Nya, janji-janji-Nya dan kemudian saling mempercayai dan 
dipercaya. Yang pasti Allah adalah Maha Terpercaya dan tidak pernah 
berbohong. Dari sudut kita, apakah kita bisa dipercaya oleh Allah untuk 
berbisnis / berniaga dengan-Nya ? Jika jawabannya adalah "ya", maka insha 
Allah, itu adalah sebuah modal awal untuk memulai berbisnis dengan Allah. 
Semoga beruntung (sukses) !

3. Salah satu jenis perniagaan dengan Allah yang dapat kita mulai adalah 
"menjual jasa hantaran" rejeki dari Allah kepada hamba-Nya. Ini dapat 
dimulai kapan saja. Anda semua boleh mempercayai pernyataan hamba ini. 
Bahwa balas jasa Allah yang 10 kali lipat itu bukanlah suatu kebohongan. 
Itu dapat dibuktikan. Hampir duapuluh tahun lampau, hamba diberitahu oleh 
seseorang ustad akan hal ini dan al-hamdulillah diberi kesempatan oleh 
untuk melaksanakannya setelah itu secara kontinyu (walau sedikit). Waktu 
itu gaji yang hamba bawa pulang (THP) hanya +/- Rp.50.000,--, yang secara 
hitungan hanya cukup untuk maksimal satu minggu saja. Akan tetapi, 
perusahaan tempat hamba bekerja beberapa kali mengirim hamba untuk suatu 
tugas ke luar kota dan dengan itu perusahaan memberikan bekal (uang) yang 
melebihi gaji. Pulang dari tugas diluar kota, selalu masih ada tersisa uang 
yang jumlahnya jauh lebih besar dari THP, bisa tiga atau empat kali 
lipatnya. Dari jumlah ini, al-hamdulillah, selalu hamba sisihkan sekitar 
20%-nya (Ref. QS Al-Anfaal[8] ayat 41 - hamba suka menafsirkan "harta 
rampasan perang" sebagai "pendapatan yang tidak tetap atau yang dapatnya 
tidak disangka-sangka" [1]).  Yang sering dan mudah, dana 20% itu hamba 
berikan kepada Panti Asuhan  Anak Yatim terdekat atau kepada siapa saja 
yang membutuhkan pada saat itu. Dengan sabar dan keyakinan yang tinggi akan 
kebenarannya, sehingga hamba sampai pada suatu keyakinan yang kuat bahwa 
Allah itu memang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Selalu Tepat Janji - 
Allah memang sungguh menepati janji-Nya - Allah kemudian memberikan amanah 
rejeki pada pendapatan tetap hamba yang jumlahnya minimal 10 kali lipatnya. 
Semakin sering hal itu semacam itu hamba lakukan, sesering itu pula Allah 
memberikan imbalannya, baik yang berupa materil maupun berupa moril (ilmu, 
ketentraman jiwa, dll). Maaf, hal ini hamba ceritakan semata-mata insha 
Allah, semoga dapat digunakan sebagai "uswah". Bagi yang mau mencoba, dapat 
langsung mencobanya. Bagi yang ingin penjelasan tambahan, silahkan kirimkan 
e-mail pribadi ke [EMAIL PROTECTED] Bagi yang merasa ini hanyalah 
"kisah fiktif", semoga suatu saat kelak, Allah akan memberikan kesempatan 
kepada Anda untuk dapat memahaminya dan merasakannya. Bagi yang sudah 
berhasil mencobanya, semoga Allah, selalu melimpatkan rahmah dan 
barakah-Nya kepada Anda.

Berbisnis dengan Allah memang tak akan pernah merugi. Itu memang sudah 
janji Allah dan Allah pasti tepat janji.

Demikian, mohon maaf dan terima kasih atas segala perhatiannya wa salamun 
alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Syaifuddin Ma'rifatullah - Aceh.

[1]. Al-Qur'an Surat Al-Anfaal[8] ayat 41:

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan 
perang [613], maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat 
Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil [614], jika kamu 
beriman kepada Allah dan kepada apa [615] yang kami turunkan kepada hamba 
Kami (Muhammad) di hari Furqaan [616], yaitu di hari bertemunya dua 
pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[613] Yang dimaksud dengan rampasan perang (ghanimah) adalah harta 
yang  diperoleh dari orang-orang kafir dengan melalui pertempuran,
sedang yang diperoleh tidak dengan pertempuran dinama fa'i.  Pembagian 
dalam ayat ini berhubungan dengan ghanimah saja. Fa'i dibahas dalam surat 
al-Hasyr

[614] Maksudnya: seperlima dari ghanimah itu dibagikan kepada:
a. Allah dan RasulNya.
b. Kerabat Rasul (Banu Hasyim dan Muthalib).
c. Anak Yatim.
d. Fakir miskin.
e. Ibnussabil.
Sedang empat-perlima dari ghanimah itu dibagikan kepada yang ikut bertempur.

[615] Yang dimaksud dengan apa ialah: ayat-ayat Al-Qur'an, malaikat 
dan  pertolongan.

[616] Furqaan ialah: pemisah antara yang hak dan yang batil. Yang dimaksud 
dengan hari Al Furqaan ialah hari jelasnya kemenangan orang Islam dan 
kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peprangan 
Badar, pada hari Jum'at  17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah. 
Sebagian  mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari 
permulaan turunnya  Al Qur'anul Kariem pada malam 17 Ramadhan.


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke