|
Salam untuak sanak MCB dan
sanak2 rantaunet
MCB
Apakah sektor pertanian Sumatera Barat tidak lagi
menarik karena tidak memberi hasil yang memadai bagi penghidupan masyarakat
Minangkabau. atau karena banyaknya masalah yang timbul disitu sehingga sukar
untuk dikembangkan dengan hasil yang memadai? Hal ini merupakan topik untuk
pengkajian lanjut.
ABP
Kenyataan dilapangan memang
demikian, anak kemenakan yang berkembang menurut deret ukur (2,4,8,16,dst)
sebagian besar tidak tertampung disektor pertanian yang lahannya
fixed sementara intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian yang seharus
merangsang orang bertahan disektor ini berjalan lamban dan tidak
merata diseantero kanagarian di MK, inipun membuat mereka yang
tidak kebagian lahan tersebut tertarik kesektor lain seperti
perdagangan, jasa dan industri yang lebih menjanjikan terutama kedaerah
perkotaan yang memungkinkan dengan mudah melompat kekota2 lain diluar MK
sebagai Perantau.
MCB
Apakah pepatah yang
mereka katakan merupakan pendorong bagi urang Minang untuk apa yang kita kenal
sebagai rantau cino? Namun disini terkesan pula ada kebiasaan
untuk give up dan terus lari ketempat yang lebih jauh jika memperoleh
tekanan yang tidak dapat diatasi lagi. Apakah pola ini merupakan prilaku umum
yang menjadikan orang Minang menjadi lembek dan tidak berani menghadapi tekanan?
(I hope not)
ABP
Hidup bebas dirantau dengan
kontrol adat yang lebih ringan ditambah hal lain yang memungkinkan mereka
tidak pernah lagi menginjak tanah leluhur sejak lebih dari 4 generasi ini
sudah serupa dengan "urang Cino" dengan "Rantau Cino"nya, tidak
sesiapa lagi yang dikenal dikampung leluhur yang dapat dijadikan
sebagai "tampek mandapek" jolong tibo sehingga tidak heran hotel2 di Sumbar over
booking oleh wisatawan yang sebenarnya sebagian dari mereka ini
adalah urang awak cucu sang perantau genersai saisuak yang
melepas rindu keranah Minang dan tentu saja lebih dari
itu memperkenalkan kepada anak dan cucu inilah Ranah Minang yang
sering "saya" ceritakan itu.
Mereka bukan lembek dan tidak
berani menghadapi tekanan2, diperantauan tekanan yang lebihpun juga dihadapi
tidak heran diantara mereka banyak yang sukses namun bukan tidak ada yang
payah sebagaimana sinyalemen Urpass ada urang awak yang jadi kere atau
gelandangan di jkt.
MCB
Jika tulisan Arman Bahar
betul adanya, memang sejak kecil lelaki Minang telah tertekan, dan sebagai
akibat tekanan seperti itu akan menghasilkan dua protipe : (1). Mereka
yang tidak dapat menerima keadaan seperti itu dan memberontak
sebagai real fighters, dan (2). Mereka yang menjadi lembek dan
selalu lari dari masalah. Penglaman masa kecil itu menyebabkan mereka hanya
kembali ke kampung halaman setiap kesempatan untuk show off membuktikan
bahwa mereka berhasil, tetapi cukup berminat untuk memperbaiki keadaan
karena dendam yang menyebabkan mereka senang melihat masyarakat yang
menyebabkan mereka menderita juga menghadapi kesusahan (Semoga hyphothesa ini
salah)
ABP
Tertekan ? Yap, saya sependapat
Namun walaupun tertekan, "cintaku padamu tak pernah
pudar" Sayang kampuang tingga2 kan cinto kampuang kirimkan dana (Jangan cuma
kirim "salam" buat apa?), lihat perantau
Sulit Air yang tergabung dalam SAS Sulit Air Sepakat sekarang tidak
kesulitan air lagi, saya menganjurkan perantau2 Minang membentuk atau
bergabung dengan IKM2 yang ada, dan kalau belum ada tolong adakan seperti
misalnya IKMR-Ikatan Keluarga Minang Riau, SAS, PKDP-Persatuan Keluarga Daerah
Piaman, PM-MKSP-Piliang Maimbau-Masyarakat Kaum Suku Piliang, SASUTA-Sarumpun
Suku Tanjuang, KKSJ-Kesatuan Keluarga Sikumbang Jaya, PMSC-Persaudaraan
Masyarakat Suku Caniago, IKTD-Ikatan Keluarga
Tanah Datar, IKLA-Ikatan Keluarga Luhak Agam, IKPS-Ikatan Keluarga
Pesisir Selatan, IKP-Ikatan Keluarga Pasaman, PELKO-Persatuan Limopuluah Koto,
HIFAPSI-Himpunan Famili Padang Sekitarnya dsb
Banyak contoh yang telah
diperlihatkan oleh kebersamaan urang awak diperantauan disamping saling
mempererat silaturahmi sesama perantau yang tergabung dalam
IKA2 tersebut, juga transfer dana seperti rehabilitasi surau nan lah
condong, jembatan termasuk untuk bencana alam yang belum lama ini melanda
Sumbar.
ABP
-----Original Message-----
From: MC Baridjambek [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, January 08, 2002 1:13 PM To: Abdul Razak Cc: Idar Islami Patopang; Arman Bahar; Asmun A Syueib; Aswin Jusar; Chairil Anwar; Fachri Abidin; Fasli Jalal; Muchti A. Dani; Muslim Nathin; Rahmat Ismail; Ridwan M Risan; Risda Djambek; Suheimi Nurusman Subject: Mengapa meerantau Yth. Bapak Abdul
Razak
|
- Re: [RantauNet] Mengapa meerantau Arman Bahar
- Re: [RantauNet] Mengapa meerantau Edell
- RE: [RantauNet] Mengapa meerantau Hamdan - SH&E SO

