[EMAIL PROTECTED]
Description: Binary data
Jakarta, January 15, 2002
Att: Sdr. Ahmad Mikardo
To: Miko A Mikardo
<[EMAIL PROTECTED]>
<[EMAIL PROTECTED]>
Dari: Abdul Razak (Jakarta)
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----------------------------------------------------
Re: Saran(2) utk RantauNet.Com
Mari Membangun Kembali Kearifan Minang
Agar efektif/efisien, terstruktur (mencerahkan kita semuanya), tentu baik kita
melakukan hal-hal berikut ini:
1) E-mails pribadi dikirimkan langsung point-to-point; tidak usahlah "diparagokan ke
umum" (seperti "menjemur 'dirty linen' di halaman rumah").
2) E-mails komentar/kritik ttg masalah publik dikirimkan ke forum anggota RantauNet,
mengharap tanggapan kontruktif dgn alur pemikiran/analisis "causes-effects",
kronologis, problem-solving.
3) Kesimpulan/gagasan "dijual" kpd pihak2 lain, suratkabar Singgalang dan Haluan di
Padang, sebab masalah yg membuka/menutup peluang Minang juga disebabkan kebijakan
publik.
4) Membuka 'Rubrk' kajian/observasi/diskusi; diprakarsai siapa saja, dibantu
"moderator" (redaktur/jurubicara sidang) RantauNet.
5) Membuka "Ruang Humor" utk menyegarkan, menggali/membentuk contoh2 humor.
6) Tiap e-mail netters menyebutkan nama dan lokasi tinggal (Net-Etiket)..
Alasannya:
1) E-mails di RantauNet.com, ramai karena motif/emosi: 1) rindu (nostalgia) berbicara
dgn sanak/saudara sekampung/seperguruan; 2) membagi pandangan dgn sanak jauh; 3)
ingin mengumbar sukaduka, sukacita, mengabarkan keberhasilan; 4) mengomentari masalah,
mengeluhkan keadaan, mengusulkan pemecahannya.
2) Mau tidak mau, teknologi internet "mendikte" aturan "write/speak with fewer
words, but send more messages" (Kemerdekaan berpikir, mengeluarkan pendapat secara
efektif dan efisien).
Software internet memotong ("truncate") mails yg melebihi kapasitas tampung Inbox
e-mailers.
Tiap hari RantauNet menyebarkan hampir 100 e-mails. (Selepas Idulfitri/Tahun Baru
lalu, Inbox dipenuhi sedikitnya 500 emails).
3) Bahasa Minang indah utk bertutur lisan.
* Tapi "agak payah" (?!) utk mengutarakan pikiran2 abstrak, konseptual, karena memang
belum dikembangkan ke arah itu. Bahasa Minang bagus sekali utk pembicaraan pribadi,
"sindir menyindir secara simbolis", "silang kato, gayuang basambuik"
berpanjang-panjang, keluar dari fokus, sehingga "pesan tak menyampai". Cenderung
induktif, mengulas unsur2 fakta hingga lupa menyimpulkannya.
* Kajian "symbolic interactions" membuktikan lain ttg kebenaran klaim kita orang
Minang mengenai pemeo "alun ta kilek, lah ta kalam, dalam aie dapek didugo".
* Praktisnya, digabung saja; bahasa Minang, Indonesia, dan Inggeris agar pemikiran
Minang berguna pula bagi non-Minang. Bahasa Indonesia cukup berkembang utk tulisan;
dipakai ratusan juta orang.
* Gunakan Inggeris, yg mampu merumuskan pemikiran abstrak & kongkrit, utk melengkapi.
H.Agus Salim membuktikan orang Minang, kalau mau, bisa menguasai banyak bahasa, jadi
"jurubicara" di mana-mana.
Alur Pemikiran Forum RantauNet.com:
Fungsi moderator:
* Menyimpulkan/menawarkan pokok awal bahasan; meresumekan tanggapan; menawarkannya
kembali ke publik utk "pre-testing". Gunakan alur
induktuf>deduktif>sintesa>rekomendasi.
Fungsi kontributor ide/observasi:
*Maka it simple, to the pont. Terstruktur:
fakta>interpretasi>analis>kesimpulan>rekomendasi.
Respons mailto: aseancaj.mega.net.id
Wassalam,
Abdul Razak
Gedung Dewan Pers (4th Floor), Jalan Kebon Sirih 34, Jakarta 10110.
Tel: (62-21) 3453-131; Telefax: (62-21) 3453-175. E-mail: [EMAIL PROTECTED]