Bangsa Barat yang dipelopori oleh Portugis dan Spanyol mengarungi lautan menuju timur pada abad ke-15 dan berhasil meraup kekayaan Asia tetapi mengalami kegagalan memajukan kebanyakan bangsa Asia. Yang diungkit-ungkit oleh orang Indonesia sekarang ini untuk menutupi kelemahan mereka adalah menuding penjajah Belanda sebagai biang kerok kerusakan benak mereka. Mengakui kelemahan diri dalam berpikir secara logis yang berasal dari budaya yang mereka anut merupakan sesuatu yang diharamjadahkan.
Ada ketakutan bagi mereka untuk membelah kenyataan sebenarnya dari budaya yang mereka anut yang juga berasal dari ajaran Abrahamis (Islam dan Kristen). Dengan kata lain, bangsa ini tetap memakukan dirinya pada dinding fanatisme buta agama sehingga tidak mampu bergerak bebas sementara bangsa Barat melenggang kesana-kemari bagai kangkung menikmati kehidupan sembari menciptakan pandangan hidup baru yang bersifat aufklarung. Hak generasi muda dipasung yang menyebabkan mereka tidak bisa menghirup udara bebas menyuarakan hati nurani dan tidak bisa memilih jalan hidup yang diingini. Menyimpang dari agama yang dianut orang tua merupakan suatu kejahatan yang tidak terampunkan kendati agama yang mereka anut dipenuhi oleh kebiadaban ajaran dan bertentangan sekali dengan azas kemanusiaan. Generasi muda yang akan menentukan hitam putihnya negeri ini akhirnya terpuruk dalam lumpur kenistaan bersama-sama dengan generasi tua. Proses cuci otak berjalan lempang dan adalah suatu kewajaran mereka akan berbuat sama dengan generasi terdahulu. Dengan terbunuhnya kreativitas mereka, bangsa ini tetap dungu dengan otak buntu dan terus-terusan menjadi budak negara maju. Kritikan terhadap ajaran ganjil yang diemban dipandang sebagai serangan dan dicoba ditangkis dengan mengutip ayat suci maupun sunah rasul yang tidak masuk akal. Suatu apologia yang mempertegas kedunguan diri. Ini merupakan usaha keras yang melelahkan dalam kengerian terhadap kutukan tuhan yang diam saja melihat tragedi kehidupan manusia yang tidak berujung. Padahal kita tahu negara Barat maju lewat pertukaran pikiran yang sengit, terbuka, dan punya iklim bebas mengkritik ajaran yang mereka anut tanpa adanya ancaman fisik sebagaimana yang kita temukan di Indonesia ini. Manusia ini akan kalimpasiangan bagai kebakaran jenggot bila kena kritik. Saya kira pemerintah Indonesia perlu meng-cloning Jusfiq. Panggugek From: "Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjolelo" <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Date: Wed, 16 Jan 2002 20:35:31 +0100 Subject: Re: [L] ANTIAGAMA - Gempur Jawa, Jusfiq, Leng dan P. Bangsa CC: [EMAIL PROTECTED] >TAPI YANG MEMBUAT SAYA KECEWA, Bahwa uluran tangan >yang baik tersebut hanya disambut positif oleh Orang >yang menamakan diri Timur Leng ( kalau melihat >tulisannya dia beragama Kristen ), sedangkan yang >lain-lain SEPERTI JUSFIQ, masih menebarkan rasa >permusuhan dengan menyerang Islam. ����Saya menyerang Islam? ����Saya yang mempertahankan - diberbagai ruang diskusi ini - ����posisi muta'zillah anda anggap menyerang Islam? ����Dan saya jelaskan pula disalah satu posting saya bahwa tujuan ����saya menunjukkan apa yang buas, keji dan buruk di ajaran dan ����budaya Islam itu adalah agar orang Islam sadar akan keburukan itu ����dan agar selanjutnya, mereka beramai-ramai mencari jalan untuk ����memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. ����Usaha perbaikan tidak bisa dimulai bila yang buruk tidak ����ditunjukkan terlebih dahulu. ����Dan itulah yang saya lakukan. ����Orang Islam kudu berani melihat kenyataan dan berkata: ����"Ya, ajaran agama kami memang biadab, buas, kejam, keji dan ����nista. Dan, karena itu, kami perlu memperbaikinya. ����Dan mereka juga kudu berani berkata:. ����'Ya, ajaran Nasrani SEKARANG jauh lebih baik dari ajaran agama ����ajaran agama kami". ����Dan seperti pepatah Minangkabau yang berbunyi: ����"Bertuah kepada yang menang, belajar kepada yang pandai', ����maka orang Islam kudu belajar dari pengalaman orang Nasrani. ����Ya, orang Islam kudu berani berkta, demi kejujuran: "Ajaran ����agama Nasrani SEKARANG jauh lebih baik dari ajaran agama Islam". ���� ����Lihatlah kenyataan ini: ����semua gereja anggota WCC dan gereka katolik roma telah menolak ����kekerasan. ����Berkat Reformasi freedom of speech dan freedom of opinion telah ����diterima oleh semua gereja. ����Semua gereja telah menerima prinsip pemisahan urusan agama dari ����urusan gereja. ����Dan ini: ����Ada berapa Khomeini, Turabi, Omar atau Ben Laden didunia Nasrani ����sekarang? ����Ada berapa Ibu Teresa, Albert Schweitzer, Bischop Desmond Tutu, ����Romo Manguan atau romo Sendiyawan di dunia Islam? ����Ada berapa Shalman Rushdie didunia Nasrani? ����Ada berapa Muh.Taha (yang mati digantung di Sudan hanya karena ����dia punya pikiran lain dari Turabi) di dunia Nasrani? ����Ada berapa Taslimah Nasrin, Abu Zaid (yaitu orang yang kudu ����minggat kenegeri lain hanya karena mereka punya pikiran lain dari ����para ulama) didunia Nasrani? ����Lihatlah kenyataan ini dan berusahalah untuk jujur dan ����berkata: ����"Ya ajaran agama Nasrani sekarang ini jauh lebih manusia dari ����ajaran Islam". ����Pahit? ����Ya pahit. ����Kenyataan itu pahit. ����Dan ubahlah kenyataan itu agar bisa menjadi manis. _________________________________________________________________ Chat with friends online, try MSN Messenger: http://messenger.msn.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

