Jadi kesimpulan Rangkayo, para extremis itu punya hak untuk mengatur hidup
orang lain meniru jaman inquisasi 500 tahun yang lalu di Eropa.
Persis sekali jo caro pikia kawan padang makasar nan maraso sangat Islami.
-----------------------
Dari mana He-Man mendapatkan data bahwa mayoritas yang memperjuangkan
Syari'at Islam hanyalah dari kaum abangan yang tidak terdidik agama hanya
sok jadi santri aja dan belajarnya pun dari ustadz-ustadz liar yang belajar
agama dari buku terjemahan bukan lembaga pendidikan agama itu.
Baru-baru ini, 14 - 16 Syawwal 1422 H. Komite Persiapan Penegakan
Syari'at Islam (KPPSI) telah menyelenggarakan Kongres II Ummat Islam
Sulawesi Selatan dan telah berhasil menyusun "Rancangan Undang-Undang
Otonomi Khusus Pemberlakuan Syari'at Islam Bagi Provinsi Sulawesi Selatan.
Rancangan UU tersebut telah diserahkan kepada Wakil Ketua DPR RI Andi
Mappiabeng Fatwa (mantan narapidana Orde Baru) dan Menteri Kehakiman dan HAM
Yusril Ihza Mahendra. KPPSI adalah lembaga perjuangan penegakan Syari'at
Islam bagi segenap komponen ummat Islam secara perorangan maupun kelembagaan
yang istiqamah dalam upaya-upaya penegakan Syari'at Islam.
Terdapat sejumlah tokoh intelektual dan ulama yang sangat dihormati
masyarakat Islam Sulawesi Selatan yang berperan aktif di KPPSI. Mereka
antara lain Prof DR Abdurrahman Basalamah, mantan Rektor Universitas Muslim
Indonesia Makassar, Prof DR Mansur Ramli, Rektor Universitas Muslim
Indonesia, Prof DR Muin Salim Rektor IAIN Alauddin Makassar, Prof DR Ahmad
Ali, Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar, mantan Penasihat
Menteri Kehakiman dan HAM Allahu Yarham Baharuddin Lopa' yang hampir saja
menjadi Jaksa Agung menggantikan Baharuddin Lopa', Prof DR Ide Said, dosen
senior Universitas Negeri Makassar, Prof DR Jalaluddin Rahman, dosen senior
IAIN Alauddin Makasar (jangan dikacaukan dengan Mang Jalal), KH Sanusi Baco
LC, KH Jamaluddin Amin, keduanya adalah ulama kharismatik, masing-masing
dari NU dan Muhammadiyah, kiyai kondang KH Bakri Wahid dan saya sendiri.
DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pemegang kekuasaan legislatif
telah mengeluarkan Rekomendasi Nomor : 160/309/DPRD/2001 tentang
pemberlakuan Syari'at Islam di Sulawesi Selatan yang didukung oleh seluruh
kekuatan politik yang memiliki wakil di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan
Bahkan, anggota DPR RI wakil-wakil pemilihan Sulsel dan wakil-wakil
pemilihan dari daerah lain yang berasal dari Sul-Sel telah membentuk sebuah
Pokja untuk memperjuangkan aspirasi tersebut.
Jadi supaya orang tidak mengatakan anda hanya mengoceh saja tanpa
landasan, maka postingkanlah kepada milis-milis yang telah anda libatkan,
tidak perlu dari hasil penelitian, cukup hanya dari hasil survey saja
tentang subject matter: "mayoritas yang memperjuangkan Syari'at Islam
hanyalah dari kaum abangan yang tidak terdidik agama hanya sok jadi santri
aja dan belajarnya pun dari ustadz-ustadz liar yang belajar agama dari buku
terjemahan bukan lembaga pendidikan agama " Saya menunggu posting hasil
survei anda hingga kahir bulan ini.
Kalau sampai akhir bulan ini anda belum memposting, maka: HAI PARA
NETTERS MILIS-MILIS, HE-MAN ITU HANYA TUKANG MENGOCEH SAJA YANG SOK TEPUK
DADA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. SEKALI LANCUNG KEUJIAN SEUMUR HIDUP ORANG
TAKKAN PERCAYA.
Howgh, nohetto, kukanang minne kanayya.
HMNA
----- Original Message -----
From: "He-Man" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> justru karena yang memperjuangkan "syari'at islam" itu menganggap
> FIQH = SYARI'AT , makanya banyak reaksi penolakan dari kaum ulama
> dan santri , apalagi yang memperjuangkannya adalah mayoritas dari
> kaum abangan yang tidak terdidik agama hanya sok jadi santri aja
> dan belajarnya pun dari ustadz-ustadz liar yang belajar agama dari
> buku terjemahan bukan lembaga pendidikan agama formal.Kalau
> orang-orang macam ini berhasil dalam perjuangannya yang terjadi
> malahan bencana besar.
>
> -----Original Message-----
> From: TTW <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Sunday, January 20, 2002 9:18 PM
> Subject: [is-lam] Syari'at dan Fiqh
>
>
> -----Original Message-----
>
> Subject: serial wahyu dan akal - iman dan ilmu
>
> Date: Saturday, January 19, 2002 4:25 AM
>
> From: H.M. Nur Abdurrahman" <[EMAIL PROTECTED]>
>
> 438. Syari'at dan Fiqh
>
> Seri ini sesungguhnya masih lanjutan dari Seri 437, yaitu dalam hal
> sosialisasi Piagam Jakarta. Supaya ada kesinambungan akan dikutip
bagian
> awal dari paragaraf akhir dari Seri 437. Masuknya 7 kata dalam Pasal 29
> menimbulkan sikap pro dan kontra dalam kalangan ummat Islam sendiri,
> bahkan ditanggapi secara emosional. Untuk menghindarkan hal ini perlu
> sosialisasi Piagam Jakarta secara intensif. Pada waktu Orde Baru
kebebasan
> mengeluarkan pendapat terpasung. AlhamduliLah Presiden Habibie berhasil
> melepaskan pasungan itu, sehingga orang bebas mengeluarkan pendapat.
Dalam
> alam demokrasi sekarang ini orang sudah leluasa mensosialisasikan Piagam
> Jakarta.
>
> Tap MPRS No.XX/MPRS/1966, yang telah dikukuhkan oleh Tap MPR
No.V/MPR/1973,
> telah menetapkan Dekrit 5 Juli 1960 sebagai sumber hukum, di samping
> sumber-sumber hukum yang lain seperti Proklamasi 1945, UUD-1945 dan
> seterusnya. Dekrit 5 Juli 1960 tersebut menyatakan Piagam Jakarta
menjiwai
> UUD-1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan UUD-1945.
> Jadi secara konstitusional bukanlah hal yang "aneh", jika ke-7 kata
dari
> Piagam Jakarta dijabarkan secara konkrit dalam Pasal 29 Batang Tubuh
> UUD-1945. Bahkan yang "aneh" adalah adanya anggota Kaigun yang menyebabkan
> ke-7 kata itu dicoret/dikeluarkan dari alinea ke-4 Piagam Jakarta yang
> disahkan menjadi Pembukaan UUD-1945 dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus
> 1945. Seperti telah dijelaskan dalam Seri 437 yang lalu, keanehan anggota
> Kaigun itu spb: pada 17 Agustus 1945 petang hari itu juga sudah ada
anggota
> Kaigun di Jakarta yang membawa aspirasi mencoret 7 kata dari kawasan
> Indonesia bagian timur, yang pada waktu itu alat komunikasi dan
> transportasi tidak secanggih sekarang ini.
>
> Dalam kalangan ummat Islam sendiri ada yang begitu khawatir, apabila
> Kewajiban Menjalankan Syari'at Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya masuk ke
> dalam Pasal 29 Batang Tubuh UUD-1945, situasi akan menjadi runyam dalam
> kalangan ummat Islam sendiri dalam menetapkan hukum agama bagi
> pemeluk-pemeluknya, oleh beragamnya aliran fiqh yang ada. Ini adalah
> antara lain tanggapan dalam kalangan ummat Islam sendiri yang
> "terpelajar" yang kontra ke-7 kata dari Piagam Jakarta dimasukkan ke
dalam
> Batang Tubuh UUD-1945, Pasal 29. Kalau dalam kalangan yang
"terpelajar"
> sudah demikian pendapatnya, apatah pula bagi kalangan awwam, lebih-lebih
> pula dalam kalangan yang non-Muslim.
------------------------
----- Original Message -----
From: "Alec St. Rangkayo Labih" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, January 22, 2002 11:35 AM
Subject: [RantauNet] Waspadai Milah dan Afwah
> Dear Muslim bruthels, Christians, Jews, Converts and atheists,
> (surat terbuka untuk "panggugek-panggugek," Habdi dan Jusfiq).
>
> Bahwa kebebasan berpikir perlu dikampanyekan, betul.
> Bahwa kebebasan alam pikiran mencari wacana dan solusi, betul.
> Bahwa keyakinan perlu pembuktian, betul.
> Bahwa yang baik muncul dengan membedakan yang buruk, betul.
>
> Tapi ada yang mungkin kita lupakan di sini, yakni orang-orang yang diberi
rahmat. Mereka tidak mencari permusuhan dalam agama. Mereka tidak membunuh
nyawa yang diharamkan Allah (penganut diin Ibrahim nan hanif termasuk Yahudi
dan Nasrani), dll.
>
> "Jangan kamu (main serampangan) membunuh mukmin hanya karena mereka
mengucapkan SALAM (shalom di Yahudi/syalom di Nasrani)," tegas Allah seperti
dikutip Quran. Membunuh satu orang mukmin walaupun dia Yahudi atau Nasrani
sama dengan mebunuh manusia sejagad raya, kata Tuhan dalam Quran memberi
perumpamaan.
>
> Hanya saja, kita diingatkan oleh Quran perlunya mewaspadai dua hal yang
bisa menjatuhkan posisi mental Muslim dalam memurnikan ketaatan ibadahnya
kepada Allah. Ke-2 hal tersebut, menurut Quran, adalah:
>
> 1. MILAH
> 2. AFWAH
>
> Milah adalah paham-paham duniawi yang dibawa, dikembangkan, dipromosikan,
dikampanyekan, dipropagandakan oleh kaum yang hanya mengandalkan kecerdasan
otak belaka dalam mencoba mencari solusi, alternatif, sikap kompromi dll di
dunia ini.
>
> Contoh milah garis keras: seks bebas, legalisasi perkawinan homoseks,
perjudian dan prostitusi, komunisme, atheisme, rezim kapital bebas,
superioritas, fascisme, sosialisme kiri, dll
>
> Contoh milah garis lunak: pasar bebas yang menguntungkan negara maju,
sistem moneter yang mendewakan dolar AS, Euro, Yen dll, sistem perbankan
yang rakus, antitrust yang menguntungkan pihak tertentu, sistem hukum yang
korup, penegakan HAM yang pandang bulu (pilah-pilah), dll, dsb, dst.
>
> Contoh afwah garis keras: Kristenisasi terhadap kalangan umat yang sudah
menganut agama Abrahamis seperti Muslim (dalam prosesnya golongan afwah
garis keras ini selalu berhadapan dengan Islam garis keras).
>
> Contoh afwah garis lunak: Penerbitan, media massa, buku-buku dan
jurnal-jurnal yang mengangkat wacana tentang hal-hal yang sekunder seperti
menyusupkan hadis-hadis palsu, mengembar-gemborkan keutamaan hadis dibanding
Quran, penggiringan mental Muslim untuk condong mempersoalkan masalah kecoa,
kentut, dan hak hek hok lain ketimbang memikirkan hal-hal primer seperti
segala proses yang terjadi di jagad raya ini.
>
> Dalam prosesnya, afwah garis lunak ini banyak dibantu oleh kalangan
intelektual Muslim sendiri yang sudah dicuci-otaknya (tanpa sadar) oleh para
genius musuh Islam (dalam Quran mereka disebut "HASID"). Umumnya para Muslim
sekuler (scholar/terdidik) ini juga "enjoy" dengan kemakmuran materi yang
mereka terima sebagai dampak memposisikan diri dalam lingkaran genius
tersebut.
>
> Cobalah pergi melancong ke Israel dan temui para hasid (hasidim),
berdiskusilah dengan mereka. Dalam waktu singkat anda akan seperti
mereka --kecuali jika anda lebih jenius dari mereka (seperti si Urpas,
he..he..).
>
> Baik milah maupun afwah secara perlahan namun pasti akan menjauhkan Muslim
dari kemurnian ibadahnya seperti yang diajarkan Quran. Padahal ajaran Islam
itu sangat mudah. Milah dan afwah telah membuat Islam menjadi ajaran yang
sulit, sangar dan berdarah-darah.
>
> Dalam konteks ini Muhammad SAW hanyalah penyampai/kurir ajaran tersebut.
Karena jaminan kemurnian Quran, musuh-musuh Islampun frustasi berat. Jika
kitab suci tak bisa diaduk, tak ada pilihan lain kecuali mengaduk-aduk
mental Muslim yakni lewat milah dan afwah.
>
> Hanya mereka yang memahami ajaran Quran yang dibawa Muhammad SAW (atas
hidayah dan bimbingan Allah) yang tetap mampu bisa memurnikan ajaran itu
dari masa ke masa. Ini disitir Quran dalam rangka meng-counter milah dan
afwah.
>
> "Dan hendaklah ada generasi-generasi (di antara) kamu yang tetap
memurnikan (kembali) kepatuhan (ketaatan) atas ajaran (agama Islam) itu,"
kata Allah seperti dikutip Quran.
>
> Dan mereka itu tidak masuk dalam golongan di bawah ini:
>
> "Dan tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka," kata
Allah seperti dikutip Quran.
>
> Padahal mereka diimbau untuk tidak bercerai berai dalam agama.
>
> "Dan janganlah kamu bercerai-berai dalam agama," bunyi Quran.
>
> Telah terbukti bahwa penetrasi afwah dan milah masuk melalui pintu-pintu
fikih, mahzab dan hadits yang menceraikan umat menjadi golongan-golongan.
>
> Ini terjadi karena ketakutan kaum jenius Yahudi dan Nasrani terhadap
penguasa Muslim waktu itu, sehingga mereka pura-pura masuk Islam,
menggunakan nama Islam namun berusaha menghancurkan pemahaman tentang Islam
dari dalam, termasuk dengan manipulasi yang keluar dari mulut-mulut "dengki"
mereka.
>
> Islam mendukung kebebasan berpikir ala Salman Rushdi. Namun ketika milah
garis keras yang diterbitkannya lewat Satanic Verses mengancam mental umat,
maka dia dengan otomatis dihadapkan pada golongan Islam garis keras seperti
Khomeini yang mengeluarkan fatwa hukuman mati--padahal tak ada hak apapun
bagi Khomeini untuk melakukan itu.
>
> Telah terbukti bahwa umat Islam terpecah belah menjadi golongan-golongan
karena ketiga faktor tersebut. Kenapa kita tidak kembali kepada Quran
sebagai Al Kitab, As Sunnah, Al Hikmah, Al Furqan dan Al Hadits yang nyata
(kitabun mubin)?
>
> Jika dalilnya adalah karena ingin mencontoh Muhammad sebagi suri teladan,
kenapa anda tidak mencoba mempelajari Surat Muhammad atau dihampir semua
surah dalam Quran yang membunyikan "KAMU" karena kamu identik dengan
(mengacu pada/refers to) Muhammad --dan ummatnya.
>
> Tak ada alasan bagi kaum yang hidup sekian abad setelah Muhammad, lantas
membenarkan paham yang bersandar pada cerita dari mulut ke mulut tentang
perilaku Nabi waktu itu. Meyakini "tambo" sangatlah beresiko dalam hal
keyakinan, logika keilmuan dan pengambilan keputusan.
>
> Baru-baru ini terbetik berita dari Malaysia bahwa ada Quran yang
dipalsukan dengan menyisipkan sejumlah surat2 dan ayat2 baru di dalamnya.
Tapi saya yakin, usaha seperti itu akan sia-sia. Bahwa ajaran (pesan) Quran
dijaga oleh malaikat, bukanlah omong kosong belaka.
>
> Anda bisa tahu "eksistensi" penjagaan malaikat itu dari kode-kode surah
dan ayat yang ada di dalamnya. Tengoklah musibah apa yang menimpa mereka
yang mencoba memalsukan Quran itu ("kana aqibatul mufsidin," kata Quran).
Zona inilah yang sangat ditakuti para jenius musuh Islam. Karena itu,
mereka sama sekali tak berani memasuki zona tersebut. Thus, zona itu tentu
sangat aman dan kredibel buat kita.
>
> Islam secara umum terbagi dua:
>
> 1. Islam Garis Keras (KR)
> 2. Islam Garis Lunak (GL)
>
> KR bertugas memagari, melindungi, menjaga, bodyguard bagi kelompok Muslim
garis lunak (intelektual) supaya tetap merasa damai dengan ibadah Islamnya
dan wacana keilmuannya, tak tertekan di dalam negeri, tak terusir dari
kampung halaman sendiri. KR yang agak "lemah akal"nya biasanya muncul
akibat desakan atau seiring dengan meluasnya gerakan musuh Islam (milah dan
afwah) garis keras.
>
> GL bertugas mengembangkan wacana akal seperti yang dikehendaki Allah. GL
condong menjalin persahabatan dengan musuh Islam termasuk dari kaum musyrik,
penyembah berhala, matahari, patung dll, fasik, munafik dan kafir karena
"tenaga-tenaga mereka" memang dibutuhkan untuk memudahkan kehidupan GL
sendiri. Hebatnya, GL juga amat dibutuhkan kaum kafir untuk mendinginkan
suhu permusuhan dari kalangan KR.
>
> Contoh GL secara personal adalah; Nurcholis Madjid (LSM & akademis), Amin
Rais (Politik, Organ Islam dan akademis), Emha Ainun Nadjib (Budayawan dan
LSM), Din Syamsuddin (Organ Islam & SDM), Setyawan Djodi (Bisnis & Ekonomi),
Urpas (he..he..he...kagak jelas posisinye..he...), dll.
>
> GL adalah orang-prang yang diberi rahmat dan hidayah. Mereka sangat
berkuasa dan lihai dalam permainan politik, penguasaan sumber-sumber
ekonomi, pengembangan SDM Muslim dll. Mereka adalah pengamat yang jeli,
solution makers dan big thinkers.
>
> Saya bukan orang Muhammadiyah, tapi saat ini di Tanah Air, baru organisasi
itu yang menurut saya agak "memenuhi syarat" berikut indikator-indikator
yang ada sebagai GL (Islam garis lunak, penyayang dan intelektual namun
"keras" sepak terjangnya walau tak terlihat di permukaan).
>
> Pilihan di tangan anda. Pilih GL atau KR?
>
> Love
> Esteranc Labeh
> JKT
>
>
>
> > "panggugek panggugek" <[EMAIL PROTECTED]>
[EMAIL PROTECTED]: Mon, 21 Jan 2002 23:34:34 +0000
> > Re: [RantauNet] [L] ANTIAGAMA - Gempur Jawa, Jusfiq, ...Reply-To:
[EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >Bangsa Barat yang dipelopori oleh Portugis dan Spanyol mengarungi lautan
> >menuju
> >timur pada abad ke-15 dan berhasil meraup kekayaan Asia tetapi mengalami
> >kegagalan memajukan kebanyakan bangsa Asia. Yang diungkit-ungkit oleh
orang
> >Indonesia sekarang ini untuk menutupi kelemahan mereka adalah menuding
> >penjajah
> >Belanda sebagai biang kerok kerusakan benak mereka. Mengakui kelemahan
diri
> >dalam berpikir secara logis yang berasal dari budaya yang mereka anut
> >merupakan
> >sesuatu yang diharamjadahkan.
> >
> >Ada ketakutan bagi mereka untuk membelah kenyataan sebenarnya dari budaya
> >yang
> >mereka anut yang juga berasal dari ajaran Abrahamis (Islam dan Kristen).
> >Dengan
> >kata lain, bangsa ini tetap memakukan dirinya pada dinding fanatisme buta
> >agama
> >sehingga tidak mampu bergerak bebas sementara bangsa Barat melenggang
> >kesana-kemari bagai kangkung menikmati kehidupan sembari menciptakan
> >pandangan
> >hidup baru yang bersifat aufklarung.
>
> (DIKAREK)
> >Saya kira pemerintah Indonesia perlu meng-cloning Jusfiq.
> >
> >Panggugek
> >
> >
> >From: "Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjolelo" <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Date: Wed, 16 Jan 2002 20:35:31 +0100
> >Subject: Re: [L] ANTIAGAMA - Gempur Jawa, Jusfiq, Leng dan P. Bangsa
> >CC: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >>TAPI YANG MEMBUAT SAYA KECEWA, Bahwa uluran tangan
> >
> >>yang baik tersebut hanya disambut positif oleh Orang
> >
> >>yang menamakan diri Timur Leng ( kalau melihat
> >
> >>tulisannya dia beragama Kristen ), sedangkan yang
> >
> >>lain-lain SEPERTI JUSFIQ, masih menebarkan rasa
> >
> >>permusuhan dengan menyerang Islam.
> >
> >����Saya menyerang Islam?
> >
> >����Saya yang mempertahankan - diberbagai ruang diskusi ini -
> >
> >����posisi muta'zillah anda anggap menyerang Islam?
> >
> >����Dan saya jelaskan pula disalah satu posting saya bahwa tujuan
> >
> >����saya menunjukkan apa yang buas, keji dan buruk di ajaran dan
> >
> >����budaya Islam itu adalah agar orang Islam sadar akan keburukan itu
> >
> >����dan agar selanjutnya, mereka beramai-ramai mencari jalan untuk
> >
> >����memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.
> >
> >����Usaha perbaikan tidak bisa dimulai bila yang buruk tidak
> >
> >����ditunjukkan terlebih dahulu.
> >
> >����Dan itulah yang saya lakukan.
> >
> (DIKAREK)
>
>
>
>
> ------------------------------------------------------------
> Free Web-email ---> http://mail.rantaunet.web.id
> Komunitas Minangkabau ---> http://www.rantaunet.com
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================
>
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================