Suasana yang bersih dan rapi mengenyangkan perasaan saya manakala melangkahkan kaki menapaki jalan-jalan Lembah Silikon, California, tiga tahun yang lampau. Penataan kota Palo Alto yang didasarkan atas keseimbangan antara kepraktisan dan kenyamanan amat terasa mengesankan kuat bahwa pengambil keputusan di sini betul-betul memanfaatkan nalarnya secara bening dan optimal. Dari wilayah ini diekspor produk-produk elektronik mutakhir yang membantu menyusui isme globalisasi di seluruh pelosok dunia.
Langkah kaki yang cepat dan kesigapan dalam berlaku meronai paras kota modern ini. Terkagum saya menengok banyaknya jenis manusia botak bagai pantat ceret yang masih muda berwajah kusut dan juga ada yang bermuka jelek mirip Habe si Minang kanciang itu. Tingkat keterkaguman saya melonjak tinggi sekali ketika memasuki museum sains dan teknologi yang menyajikan perkembangan teknologi dari masa ke masa, khususnya yang bertalian dengan penciptaan teknologi canggih yang memesona. Di suatu ruangan yang bikin berlama-lama saya di sana adalah yang berkaitan dengan bioteknologi dalam perekayasaan makhluk hidup. Kehadiran percepatan evolusi di sini barangkali bikin Charles Darwin yang bila hidup dewasa ini terperangah dan merasakan kemustian mencantumkan catatan kaki pada bukunya "On the Origin of Species by means of Natural Selection" (1859) yang kesohor itu. Di salah satu sudut ruangan tersebut dipajang daun tembakau yang sudah dipermak dengan menyuplai unsur gen yang bersinar di kegelapan. Dengan adanya gen yang diambil dari kunang-kunang tersebut, sang tembakau bisa memancarkan sinar pada malam hari yang memungkinkannya menghalau serangga yang akan menggerogoti dedaunannya. Oleh karena itu, pemilik teh bisa meraup laba yang besar dengan biaya perawatan yang rendah ketimbang menggunakan tembakau jenis konvensional. Tanggal 26 Januari yang lalu Surat Kabar Asahi memapangkan artikel yang cukup menggegerkan publik dengan keberhasilan seorang profesor di Universitas Kinki mencangkokkan gen bayam ke dalam badan babi. Dengan demikian, persenyawaan zat yang sangat berguna bagi tubuh manusia yang biasanya hanya diperoleh dari tumbuh-tumbuhan sekarang sudah bisa dimamah dari daging hewan. Babi hasil cangkokan tersebut serupa dengan babi biasa tetapi punya derajat yang lebih tinggi di mata manusia bersebab zat dalam tubuhnya yang lebih beragam. Kalau saja sang babi menyadari sel tubuhnya sudah dipreteli oleh manusia, barangkali mereka akan mencak-mencak dan memaki manusia, "Babi, lu!" sambil mengacung-acungkan HAB (Hak Asasi Babi). Rekayasa genetika mampu melahirkan harapan-harapan yang tidak terbayangkan oleh orang kebanyakan. Kelak kemungkinan generasi penerus kita yang kian sibuk tidak mau lagi membuang waktu dengan mengonsumsi zat makanan yang penting bagi tubuh yang berasal dari tanaman bersebab daging yang sudah direkayasa sedemikian rupa sudah cukup menggantikannya. Perekayasaan hewan dan tumbuh-tumbuhan berlanjut lurus hingga hari ini dan seterusnya dan seterusnya dengan akibat jangka panjang yang sukar diprediksikan. Produk rekayasa ini sudah menyusup ke dalam masyarakat dunia dengan melintasi batas negara. Negara maju seperti Jepang juga beroleh masukan segunung produk murah berkualitas tinggi dari Amerika seperti kacang-kacangan yang sudah diubah konstruksi selnya. Negara maju yang punya dana, teknologi, dan pengetahuan mudah melacak apakah produk tersebut asli atau aspal. Bagi negara berkembang seperti Indonesia yang kekurangan tameng akan menyantap produk murah, terutama sesudah zaman global menyelimuti Indonesia tahun 2003 yang sudah berada di ambang pintu. Refleksi otak yang lemah tidak akan mampu melahirkan kendala bagi masuknya produk yang sudah direkayasa tersebut. Manusia Minang yang rentan tidak akan bisa dicopot dari daftar korban selagi tidak ada perombakan menyeluruh dan mendasar kebudayaan manusia ini. e RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

