Prakata
Manusia dikatakan oleh Allah adalah mahluk yang sempurna, kadang kita
bertanya-tanya apanya dan bagaimana kesempurnaan itu. Salah satu kesempurnaan
tersebut adalah kemampuan adaptasi yang tinggi.

Kita lihat sejarah, bagaimana manusia-manusia melakukan hal-hal yang diluar
nalar umum, bukan satu-dua orang saja, berjuta orang melakukan hal luar
biasa, mereka kadang-kadang orang biasa.

Kekuatan besar itu ada pada kesamaan pandangan, fisi dan misi, dengan
kekuatan itu apapun bisa dilakukan, bahkan hal-hal yang tidak mungkin. masalah apa
yang akan dilakukan tinggal menulis diatas kertas, tidak usah berdebat lama
pilih salah satu,
go... kegagalan lebih cederung disebabkan berpecahnya perkongsian dari
kekuatan yang ada dan ini harus dijaga.

Kita sebagai bagian dari perkongsian untuk membangun Sumbar, selayaknya
pertama-tama memprovokasi bagian pengambil keputusan (pemda dan pengusaha) 
supaya fisi dan misinya sama. sebelum memprovokasi orang lain, alangkah
baiknya jika
kita sendiri punya fisi kedepan mengenai sumbar. umpama sumbar 2020. sumbar
2005, dst.
fisi tersebut yang akan diprovokasikan ke seluruh rakyat Sumbar.

Nah ada yang berani menjabarkanya ? 

sebagai contoh:
Sumbar-2020.
- Mempunyai 1 Universitas berkelas International
- telah berdiri 2 daerah industri
- ...
Fery.


RE : Prolog
Pencanangan visi Sumbar ke depan tidak terlepas dari SDM yang tersedia
berikut faktor-faktor lain yang jadi ikutannya, seperti SDA, pemerintah daerah
dengan segala kebijakannya, serta faktor eksternal lainnya seperti era pasar
bebas.

Nah berkaitan dengan itu, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada
warga RN ini. Visi seperti apa yang hendak di bangun di Sumbar itu? Apakah SDM
sudah memadai? Apakah proses demokrasi (pemerintah sebagai publik agency-nya
rakyat dan berada di bawah kontrol rakyat) arahnya sudah berjalan menurut
sebagaimana mestinya? Apakah DPRD sebagai wakilnya rakyat sudah mewakili
kepentingan semua rakyat yang memilih mereka? Kesannya belum terlaksana, sebaliknya
baik Pemda ataupun DPRD (dalam lingkup daerah) belum berjalan sesuai mandat
demokrasi yang dicita-citakan oleh masyarakat pada umumnya. Karena, bila kita
memahami poli-sentrisme kekuasaan, dalam kerangka strukturasi, barangkali
menghadirkan sebuah tanya �jika bukan ragu�bagaimana demokratisasi mendapatkan
kerangkanya. Beberapa kali hal ini bisa dijelaskan dengan baik, namun tidak
jarang juga gagal. Masalahnya sebagian terletak pada momen dimana dukungan
antara agensi yang sadar menjadi agregat pendorong. 
Selama ini dalam praktek kekuasaan dalam prinsip-prinsip strukturasi
(dualitas dan kesetimbangan antara agency dan struktur, antara self dan shared life)
yang diperkenalkan (komunitas, pasar dan public agency) sering terjadi
ketidak kesetimbangan dan menjadi sangat krusial.

Lalu apa jawaban sesungguhnya? Menurut hemat saya kembalikan proses
demokratiasasi yang pernah jalan dan berakar dalam budaya masyarakat Minangkabau,
setelah sekian dasawarsa  mengalami erosi ke bentuk (format asalnya). Sebab,
bagaimanapun juga berkembangnya proses demokratisasi akan menjadi pintu gerbang
bagi berkembangnya peningkatan kapasitas SDM masyarakat Minangkabau sebagai
�human capital� dalam mencapai visi yang dimaksud. Tanpa SDM yang handal dan
bemoral, maka rusaklah visi yang dimaksud. 

Sebagai realitas, tanpa moralitas, apakah kita bisa percaya bahwa baik
sektor bisnis dan pemerintah akan melakukan hal-hal yang mengarah pada kebaikan
bersama, common goods, sebagai tujuan dari pembuatan kebijakan, jika mereka
tidak dipaksa bertanggungjawab oleh beberapa kriteria demokratisasi? Dan jika
�dan hanya jika�pemerintah bisa dengan mudah dicaplok oleh para pelaku dan
empunya kekuasaan bisnis, akankah Anda percaya bahwa kebijakan publik akan
melahirkan kebaikan bersama, common good, jika tidak dikontrol oleh prinsip-prinsip
demokrasi juga? Teknologi Informasi, hukum dan semacamnya hanyalah aparatus
dalam kisah tersembunyi pertarungan perebutan kekuasaan dalam masyarakat.

Kesimpulan saya, apapun visi dan misi Sumbar ke depan yang hendak di bangun
haruslah di dasarkan pada nilai-nilai moralitas setiap individu (menuju
kearah bersamaan), demokrasi dalam arti sesungguhnya, dan SDM yang memadai. Karena
tanpa ke tiga faktor ini, berapapun kekayaan SDA yang tersedia untuk
pembangunan daerah tidak akan terlihat hasilnya, sebaliknya akan jadi bencana besar.
Singkatnya, mari kita benahi moral dan kemampuan kita secara bersama-sama,
lebih-lebih dalam rangka menyambut dan mensiasati era pasar bebas ini. 

Catatan :
1.      Tentang bagaimana sejarah awal kebangkitan era pasar bebas (globalisasi
ekonomi)? ; Bagaimana situasi pasar bebas di bawah AFTA, WTO? Apa saja
persetujuannya sebelum dan setelah Putaran Baru di Doha, Qatar November 2001 yang
lalu (isyu-isyu baru =new issues and new Round)?; Siapa yang berperanan/�main�
dalam pasar bebas ini? ;  Dan bagaimana dampaknya bagi negara berkembang
(selama Built in Agenda atau pasca Doha). Pertanyaan-pertanyaan ini hendaknya
bisa dijadikan acuan (guidelines) buat menangkis atau mensiasati era pasar bebas
di era otonomi daerah yang masih parsial ini yang penuh dengan intrik
kaloborasi pengusaha dan pelaku-pelaku pasar (TNCs) tanpa melibatkan masyarakat.
Agaknya, hal ini jauh dari jangkauan pemikiran para pengambil kebijakan di
Indonesia, apalagi di daerah (Pemda dan DPRD). Apakah itu E-commerce, dan
bagaimana aturannya dalam WTO? Kayaknya mereka pada bengong semua, meskipun studi
banding ke manca negara sering dilakukan. Nah, sekali lagi disini peran
demokratisasi secara keseluruhan. 

2.      Prolog dan bebarapa pertanyaan saya ini selain ditujukan untuk mencoba
menjawab email sanak Ferry Permata, sekaligus juga acuan bagi sanak-sanak yang
akan mengadakan seminar/simposium di Tria Arga atau Hotel Pusako, terutama
dalam rencana mengembangakan usaha bisnis (kalau bisa berbasis
komunitas=ekonomi kerakyatan) dalam rangka menghadapi era pasar bebas (AFTA dan WTO).


-- 
GMX - Die Kommunikationsplattform im Internet.
http://www.gmx.net


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke