Assalamualaikum Wr.Wb. Al Ustadz HM.Abdurrahma,terimakasih atas balasannya,karena memang saya sangat membutuhkannya. Sebenarnya saya ini merasakan orang yang paling banyak dosa,berbagai cobaan saya hadapi,namun saya sering kalah dgn ujian dan percobaan itu,kemudian setelah itu saya sadar kembali,jujur di Kairo ini saya ngak dapat seluas hati saya utk mendapat bimbingan masalah hati,berbeda ketika di Diniyyah dulu,saya selalu mendapat bimbingan dari Bapak Suhairi Ilyas MA,juga Bapak,Rusdy kinan Lc.Kedua-duanya tak dapat saya lupakan,kalau Pak Suhairi selalu membimbing saya dalam masalah hati dan penyakit-penyakitnya,yang paling harus diutamakan oleh seorang ulama adalah masalah hati.Godaan yang saya hadapi cukup berat,tak seorangpun dapat merasakan apa yang sebenarnya yang saya rasakan.
Bapak dapat bayangkan,bahwa saya pernah tak dapat menghafal satu ayatpun,dari Al Qur'an itu.Satu ayat..coba Bapak bayangkan?jangankan satu surah,semua itu dikarenakan kesombongan saya yang tidak mau mengajari teman saya yang saat itu sangat membutuhkan agar saya mengajarinya.karena dalam hati saya ketika itu bergumam,"bodoh amat ini orang,itu saja ngak dapat..?akhirnya terpaksa saya minta maaf sambil menangis ,supaya ia jgn kesal pada saya. Dan saya pernah kehilangan dompet yang berisi duit,karena kesal dgn suami,saya pergi meninggalkan rumah,naik bis,kemana saja,ngak tahu arah..Makanya saya bilang,saya ini orang yang paling banyak dosa,saya sendiri sangat membutuhkan bimbingan dari orang lain.Saya ingin seperti dulu lagi,ada yang bimbing saya.Di kairo,bapak Quraish,hanya sekali-kali kasih bimbingan,namun,sangat banyak faedahnya buat saya,beliau benar-benar seorang Ulama,yang sungguh-sungguh berhati mulia,rendah hati,jujur,dan ngak suka dipuji,Beliau selalu bilang selalu jaga hati,karena itulah yang terpenting buat diri,terutama kalau ingin benar-benar kita takut pada Allah,dan ingin jadi Ulama.tetapi semua itu perlu perjuanagn,yang amat berat.Beliau bilang,saya memang masih muda,akan lebih banyak godaan dan rintangan,bahkan lebih besar lagi. .Sungguh,saya sangat mengagumi beliau,semoga Allah memanjangkan umur beliau,sehingga saya dapat banyak belajar darinya.Sekarang beliau sdh sering sakit-sakitan,saya sering menangis,kalau memikirkan beliau,saya tak ingin kehilangan ulama semacam itu.Ia juga pernah bilang sama saya,bahwa saya juga dulunya seperti saya,kalau berpidato itu suka bertubi-tubi,merasa diri kitalah yang terhebat,terpintar,tapi beliau bilang,suatu saat nantiksemua itu akan berubah sendirinya sejalan dgn masa.Sekali lagi,saya mohon pada bapak,agar juga selalu membimbing dan menasehati saya,saya lebih suka berguru,daripada jadi guru.Demikian dulu dari saya.dan terimakasih sekali lagi.Wassalam saya.nantik salam Bapak akan saya sampaikan.Ibu Qurais sekarang sedang di Prancis,utk praktek bahasanya.Terimakasih bapak,saya sangat membutuhkan bimbingan dari Bapak --- "H. M. Nur Abdurrahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu 'alaykum wr.wb. > Ada tiga hal yang akan saya sampaikan: > 1. Tolong sampaikan salam hangat saya kepada Pak > Quraish Shihab, beliau itu > sahabat kental saya. > 2. Perkara S. An Nisa-', 1 saya juga berpendapat > bahwa itu mengenai Adam dan > Sitti Hawa, namun hanya menyangkut dengan tataran > nafsani, artinya nafs > Sitti Hawa yang berasal dari nafs Adam (yang > muannats), artinya jism Sitti > Hawa bukan dari tulang rusuk Adam, melainkan juga > diciptakan dari tanah, > seperti penciptaan Adam, coba baca baik-baik tulisan > saya. > 3. Tentang mimpi anak Rahima (kalau boleh saya > panggil anak, karena umur > saya 73 tahun qamariyah, atau 71 tahun syamsiyah), > manuruik pandapek ambo, > yaitu ada yang berupa proses berpikir (misalnya > menghafal Al Quran), atau > merasa (misalnya merasa berdosa kepada ibu) yang > berlangsung terus sementara > tidur dan ada juga khusus berupa isyarat langsung > dari Allah SWT, (seperti > mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW) yaitu > sejenis mimpinya Yusuf (belum > Nabi) dan mimpinya Raja Mesir (bukan Fir'aun), > seperti yang saya tuliskan > dalam artikrl di bawah ini, yaitu Seri no,288 dari > Serial WAHYU DAN AKAL - > IMAN DAN ILMU. > Wassalam, > HMNA > > 288. Mimpi > > Malam Selasa tgl.1 atau 2 September 1997 isteri saya > bermimpi. Berat dugaan > saya mimpi itu pada tgl.2 September 1997, oleh > karena lazimnya orang > bermimpi di malam yang larut sekitar 2/3 malam, jadi > liwat jam 24.00. Konon > dalam tidurnya itu ia melihat dirinya membaca koran, > tidak jelas koran apa, > pada halaman pertama tertera judul berita: Pembunuh > Bayaran yang Berkedok > Paparazzi. Isi beritanya mengenai Polisi Perancis > yang berhasil mengungkap > bahwa pengendara motor yang menyilang mobil Putri > Diana bersama Dodi Alfayed > ternyata pembunuh bayaran yang berkedok paparazzi. > Sebermula saya tidak bermaksud untuk menceritakan > mimpi isteri saya itu > dalam kolom ini, akan tetapi dalam Harian FAJAR > edisi Rabu, 3 September pada > halaman 1 tertera judul berita Diana-Dodi Sengaja > Dibunuh? yang berisikan > berita bahwa Pers Eropa, terutama di Italia tertarik > akan hipotesis yang dat > ang dari pemberitaan pers Arab. Menurut hipotesis > itu kecelakaan tersebut > memang direkayasa oleh sebuah komplotan yang mungkin > berasal dari salah satu > keluarga kerajaan yang tidak menghendaki hubungan > Diana dengan Dodi > berlanjut ke lembaga perkawinan. > Saya bertanya-tanya mengapa sampai mimpi isteri saya > itu sejalan dengan > hipotesis tersebut, bahkan mimpi itu secara teknis > lebih maju, oleh karena > adanya perincian bahwa yang membunuh itu adalah > pembunuh bayaran yang > berkedok paparazzi. > Menurut psikoanalisis Freud, mimpi itu adalah > pencapaian tersembunyi dari > hasrat yang tertekan; bahwa mimpi itu merupakan > drama dalam alam bawah > sadar; bahwa mimpi itu adalah buah konflik antara Id > dengan Super-Ego dalam > alam bawah sadar. Dengan demikian doktrin Freud > tidak berdaya untuk > menjelaskan kesejajaran mimpi itu dengan hipotesis > tersebut, karena mana > mungkin akan terjadi drama dalam alam bawah sadar, > jika sebelum isteri saya > bermimpi, ia baru mendapatkan input informasi Diana > - Dodi dikejar > paparazzi, ia belum mendapat input hipotesis > tersebut. > Freud mengklasifikasikan aktivitas mental dalam tiga > tataran: Id, Ego dan > Super-Ego. Id dan Super-Ego terletak dalam alam > bawah sadar, hanya Ego yang > menyadari alam sekelilingnya, ibarat bagian gunung > es yang tersembul di atas > permukaan air. Ego menempati posisi sub-ordinat, > kasarnya kesadaran itu > adalah budak dari alam bawah sadar. Id bersifat > primitif, buta dan > serampangan, tidak mengenal moralitas, mengandung > tenaga psikis yang disebut > libido yang berkarakteristik seksual. > Kita tinggalkan dahulu doktrin Freud dalam kontex > mimpi tersebut. Seperti > yang telah ditulis dalam Seri 001, Allah meniupkan > ruh ke dalam diri > manusia, yang tidak diberikanNya kepada makhluq bumi > yang lain. Karena > manusia mempunyai ruh, ia mempunyai kekuatan > ruhaniyah yaitu akal. Dengan > akal itu manusia mempunyai kesadaran akan wujud > dirinya. Dengan otak sebagai > mekanisme, akal manusia dapat berpikir dan dengan > qalbu sebagai mekanisme > akal manusia dapat merenung dan merasa. Allah > menciptakan manusia dalam > keadaan, "fiy ahsani taqwiym" (95:4). > Manusia terdiri atas tiga tataran: Tataran pertama, > ialah jasmani beserta > ALHWY (al hawa-) atau naluri. Tataran kedua ialah > nafsani, atau kedirian, > atau jiwa. Tataran ketiga ialah ruhani. Qalb > terdapat baik pada tataran > pertama maupun pada kedua. Qalb pada tataran pertama > adalah jantung, yang > kalau ini rusak, rusaklah seluruh tubuh, karena qalb > kembang kempis untuk > memompa darah. Qalb pada tataran nafsani itulah yang > disebut dengan hati > nurani dalam bahasa Indonesia. Qalb pada tataran ini > juga kembang kempis, > sebentar cenderung beriman, sebentar cenderung > kafir. Kalau ini rusak, > rusaklah jiwa manusia. Kedua tataran ini dapat > dipelajari, oleh sebab itu > ada ilmu jasmani dan ilmu nafsani atau ilmu jiwa. > Tidak ada ilmu ruhani, > karena: WYSaLWNK 'AN ALRWh QL ALRWh MN AMR RBY WMA > AWTYTM MN AL'ALM QLYLA > (S. BNY ASRAaYL, 85), dibaca: wayas.alu-naka 'anir > ru-hi, qulir ru-hu min > amri rabbbi- wamaa u-ti-tum minal 'ilmi illa- > qali-la- (s. bani isra-i-l), > artinya: mereka bertanya kepadamu (hai Muhammad) > tentang ruh, katakan, ruh > itu (bagian) dari urusan Maha Pengaturku, tiadalah > kamu diberi ilmu kecuali > sedikit (7:85). > Pada tataran pertama, ada persamaan antara manusia > dengan binatang, yaitu > naluri yang membangkitkan hasrat untuk > mempertahankan hidup, yakni hasrat > makan, minum dan sex untuk melanjutkan keturunan. > Yang tidak dimiliki oleh > binatang, hanya dimiliki oleh manusia ialah naluri > yang membangkitkan hasrat > untuk meningkatkan kehidupan. Inilah yang disebut > dengan ALHWY (al hawa-), > atau emosi. Apa yang disebut RasuluLlah SAW dengan > jihad alakbar, adalah > usaha akal yang bersungguh-sungguh mengendalikan al > hawa. Jihad alakbar ini > berlangsung dalam keadaan sadar, sehingga orang > mendapatkan pahala jika al > hawa dapat dikendalikan oleh akal, sebaliknya > mendapat dosa jika akal tidak > dapat mengendalikan al hawa. > Adapun doktorin Freud tentang konflik antara Id > dengan Super-Ego yang > berlangsung dalam alam bawah sadar, sesungguhnya > melecehkan adanya > tanggung-jawab (baca: kewajiban asasi manusia). Buat > apa > dipertanggung-jawabkan, bukankah pertarungan itu > berlangsung dalam alam > bawah sadar? Pelecehan atas kewajiban asasi manusia > ini bertentangan dengan > ajaran tentang adanya Hari Pengadilan untuk > mempertanggung-jawabkan > aktivitas manusia di hadapan Allah SWT. Ini patut > menjadi perhatian bagi > para pakar psikologi ummat Islam yang mengecer > doktrin Freud. > Seperti telah dijelaskan dalam Seri 001, dengan > otak sebagai mekanisme, > akal manusia dapat berpikir dan dengan qalbu (hati > nurani) sebagai mekanisme > akal manusia dapat merenung dan merasa. Akal sebagai > kekuatan ruhaniyah > tetap bekerja baik di waktu bangun maupun waktu > tidur. Apa yang kita coba > pikirkan pada waktu bangun, proses berpikir itu > dapat berlanjut terus > sewaktu kita tidur. Terkadang kita > dapat memecahkan masalah dalam keadaan bangun, > tetapi dapat pula pemecahan > masalah itu diperoleh tatkala kita sedang tidur > dalam wujud mimpi. > Tersebut seorang tukang jahit yang bernama Singer. > Ia menghadapi setumpuk __________________________________________________ Do You Yahoo!? Try FREE Yahoo! Mail - the world's greatest free email! http://mail.yahoo.com/ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

