HUBUNGAN IMAN DAN PENGETAHUAN Assalamu'alaikum wr.wb.
Hubungan antara iman dan pengetahuan akan menimbulkan pengertian akan eksistensi keberadaan Tuhan. Demikian juga pengetahuanpun akan berkembang selaras dengan pertumbuhan keimanan. Islampun telah menjelaskan hal tersebut menjelaskan hal itu dengan mengemukakan tiga keadaan atau phase pengetahuan yang akan meningkatkan keimanan tidak bisa tidak harus dipahami lewat pemikiran . Tingkat pertama adalah ilmu yakin..., keyakinan yang didasarkan oleh ilmu atau pengetahuan. Tingkat kedua adalah ainul yaqiin......keyakinan yang didasarkan atas penglihatan mata dan panca indra... Tingkat keyakinan ketiga adalah haqqul yaqinn...keyakinan yang betul-dirasakan dan dialami sehingga keyaqinan irtu sama sekali tidak bisa kita dustai adanya..... Misalnya kita meyakini adanya api dibalik sebuah gunung.... dengan hanya melihat kepulan asapnya....Asap yang kelihatan menunjukkan adanya api tersebut. Rasio kita menghubungkan adanya kepulan asap menunjukkan adanya api.... antara api dan asap adalah diua buah fenomena yang tidak bisa dipisahkan....Dimana asap ada pasti ada api disana. Dengan menghubungkan antara asap dan api kita yaqin bawa ada api dan hubungan antara asap dan api adalah hubungan yang tak terpisahkan...Inilah yang disebut keyakinan yang berdasarkan ilmu, dan inilah yang disebut "ilmul yaqin". Kemudian kita pergi ke balik gunung tersebut... dan kita betul-betul melihat api itu dengan mata kepala kita sendiri... Mata kita menyaksikan adanya api itu... maka keyakinan kita akan adanya api didasarkan kepada penglihatan mata kita... yang sama sekali tidak bisa kita ragukan .... dan keyaqinan kita yang demikian disebut "ainul yaqin"...... Dan jika kita sendiri masuk kedalam api itu...dan merasakan panasnya api tersebut...keyaqinan kita sempurnalah sudah ....dan inilah keyakqinan yang disebut sebenar-benarnya yakin..."haqqul yaqin"... Pengetahuan tentang adanya Tuhan misalnya.... setidak-tidaknya didunia ini bisa diperoleh dengan "'ilmul yaqin "..... keyakinan adanya Tuhan bisa diperoleh dengan memperhubungkan fenomena dan keadaan yang ada... dengan pemahaman ilmu yang ada... dan tidak disangsikan lagi bisa diperoleh didunia ini... Dan Allah sendiri telah menganugerahkan fihrat demikian kepada manusia......dengan mempergunakan rasionya tersebut... Dan sama sekali kita tidak akan sampai ketingkat ilmul yaqin ini kalau kita sama sekali tidak memakai rasio kita... bahkan mendustai pertimbangan rasio kita dalam hal itu.... Setelah kita mati.... akan diperolehlah keyakinan adanya Tuhan itu dialam barzah itu secara "ainul yakin"....... Dan ketika saat berbangkit nanti barulah kita sampai kepada keyaqinan sempurna tentang Tuhan itu dengan sebenar-benarnya yaqin.... dan inilah yang disebut "haqqul yaqin"...... Dengan demikian Islam sesungguhnya telah menuntun kita meyakini apa yang kita mengerti dan menuntut suatu pengertian atas keyakinan kita itu.Bahwa sesungguhnya keyakinan dan keimanan itu harus mempunyai dasar....dan apapun keimanan itu harus ada dasarnya yakni pengetahuan yang dipahamkan lewat rasio dan pemikiran. Wassalam, Adi N.S. RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

