Assalamu'alaikum wr,wb,
Bila dibolehkan saya akan sedikit mengomentari masalah
tunangan dan masalah cinta ini. 
Ada sebenarnya kaedah ushul fiqh yang maksudnya
kira-kira begini, pada dasarnya segala sesuatu itu
boleh saja, selama tidak ada larangan. 
Mengomentari hadits yang disebutkan ibu Rahima itu,
kalau pun ada yang berkata bahwa tunangan itu mungkin
tradisi orang Arab ketika itu, maka saya akan berkata
meskipun itu tradisi, tapi toh nggak dilarang dalam
Islam, malah Islam meluruskannya. Yang dilarang itu
adalah merebut orang yang sudah bertunangan, apalagi
bila yang direbut itu sudah menjadi suami atau istri
orang lain. Di dunia mendapat ancaman, di akhirat
apatah lagiii. Ini satu masalah, dan masalah lain
adalah seandainya kita sepakati bahwa tunangan itu
atau perkenalan atau sebut saja 'pacaran' yang masih
dalam koridor islam itu dibolehkan dalam Islam, maka
yang perlu didudukkan masalahnya adalah bagaimana kita
menempatkan hal oti pada proporsinya yang tepat, tidak
timpang dan tidak menimbulkan masalah bila terjadi
sesuatu diluar rencana semula, seperti putus di tengah
jalan dan lain sebagainya. Pemahaman tentang masalah
ini kiranya yang perlu dipertajam...
Melihat fenomena yang ada di masyarakat ada yang
menganggap masa bertunangan "pacaran" adalah fase yang
paling indah dan bahagia dalam kehidupan sepasang
insan. BAnyak pameo yang sudah populer ditujukan
kepada orang yang berpacaran seperti "bila cinta sudah
melekat taik gigi terasa coklat" dan lain-lain, dan
disadari benar bahwa pada massa itu 'Masya Allah'
rasanya gejolak rasa tinggi sekali melebihi tingginya
pucuk kelapa, sehari rasa setahun, dimabuk cinta kata
orang, kata anak muda itulah cinta yang tidak dapat
diungkapkan dengan kata, hanya dapat dinikmati dengan
rasa, rasanya tidak ada kebahagiaan dibalik itu,,,tapi
kalau kita kembali kepada pesan al Quran apakah benar
itu yang dinamakan cinta,,,
Banyak orang memahami cinta seperti ilustrasi di atas,
sehingga bila telah berlanjut untuk membina rumah
tangga, tidak jarang rasa cinta yang dibangga-bangakan
semula mulai berkurang dan bahkan sampai pada titik
nadir, hilang sama sekali,,, yang tadinya ungkapan
sayang dan cumbu rayuan sedikit demi sedikit berbalik
delapan puluh derajat, panggilan sayang berubah
menjadi kau dan lain sebagainya, kenapa begitu,,,Dalam
pepatah arab ada satu ungkapan, Al Hub Yantahi bi el
Zawaj yang kira-kira maksudnya cinta itu berakhir
dengan perkawinan.
Menurut saya cinta itu harus ada batasannya dan harus
ada definisi agar tidak rancu dan menjadi bumerang,
kapan saatnya cinta dimulai dan bagaimana membinanya,
kalau tidak begitu ya cinta monyet namanya. 
DAlam al quran banyak sekali kata-kata hub, tapi itu
hanya sedikit sekali yang menggambarkan tentang cinta
sepasang insan yang sedang dimabuk cinta, justru untuk
cinta abadi dan cinta yang hakiki sebagai sunnatullah
tidak diungkapkan dengan kata-kata al hub, lalu dengan
kata-kata apa ????, 
saya kira email ini sudah cukup panjang dan untuk
menguraikan lebih rinci takut membosankan, saya
cukupkan sampai disini, sekiranya menarik untuk
dilanjutkan maka akan saya sambung dalam email
berikutnya,,, semoga
salam, salam, salam,,,,,
Love Katyusha,,

  

yang boleh-boleh saja, maka sejauh mana kita dapat
menempatkan hal taroklah kita akui bahwa tunangan itu
dibolehkan dalam 
--- rahim rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Assalamualaikum Wr.Wb.
> 
> Saudara-saudaraku se Iman:maaf bila saya gabungkan
> beberapa pertanyaan dari saudara semua,namun,masih
> ada
> yang ngak bisa saya jawab,karena jawabannya itu
> memerlukan ulasan yang cukup Panjang,yaitu "Etika
> bergaul,dan berjilbab.".Kalau berjilbab,rasa saya
> sudah pernah saya tuliskan.Yang jelasnya jilbab itu
> wajib,tidak ada tawar menawarnya lagi.Meskipun
> ditawar
> berapapun harganya utk mengatakan tidak ada
> kewajiban
> Jilbab,saya tidakkan mau.Lebih baik saya makan Api
> didunia ini,ketimbang merasakan siksaNya di
> akhirat.Jadi siapa saja tidak mau berjilbab,itu
> urusannya pada Allah Ta'ala lagi.(Lihat makalah saya
> ttg ini,disaya sdh campur aduk failnya,bingung
> carinya.)
> 
> Kedua:pertanyaan ttg Kapan seseorang itu disebut
> Muslim,Mukmin,Mukhlis,Muhsin,dllnya.Jawabnya:Kalau
> ia
> sudah melakukan semua syarat-syarat dari semua itu.
> 
> Utk saudara Harman,nampaknya begitu sekali saudara
> membutuhkan jawaban dari pertanyaan saudara
> ini,sampai
> MasyaAllah,kata-kata saudara itu,melunturkan hati
> saya
> yang lemah ini.Sebenarnya saya kira,sudah saudara
> baca
>  postingan dari Ibu�(yang namanya mirip Malaysia
> itu,dr Dr Ikmal)Saya pikir Alhamdulillah sudah ada
> yang jawab.Aman...Eh..kagak taunya,masih diminta
> juga,tapi ngak apa saya tak dapat mengecewakan
> saudara,akan saya tambahkan saja,dari artikel Dr
> Ikmal
> itu.(Mohon maaf bila dalam hal ini saya tidak
> membuatnya semacam artikel,tetapi hanya menjawab
> saja,dan obrolan santai.)
> 
> Begini saudara Harman.Anda bertanya,adakah
> khutubah(Tunangan dalam Islam?)Jawabnya:Ada.Mau
> dalilnya?Okey,ini dalilnya,Dari Hadis Shahih
> Bukhari,Muslim,Abu Uwanah,dllnya(ada lebih kurang 40
> yang musnad,sunan)dgn lafaz yang berbeda-beda,dan
> perawi yang berbeda-beda.Kalau dari lafaz Bukhari
> ini
> dari Abu Hurairah "Laa yakhtub arrojul 'alaa
> khitbati
> akhihi,hatta yada'"<kalau Muslim dari ibnu Umar
> Ra,"Hatta yukdzana"(Janganlah seorang lelaki
> meminang 
> pinangan saudaranya hingga saudaranya itu
> meninggalkannya(mengizinkannya)).Hadist ini jelas
> Shahih.
> 
> Kalau begitu ada tunangan dalam Islam khan..?
> 
> Nah saya sebenarnya sangat  mengerti  dgn apa yang
> saudara maksudkan,saudara kurang setuju dgn adanya
> tunangan itu,apalagi kalau tukar cincin,karena itu
> budayanya Orang Barat.,mau saudara Kawin
> langsungkhan..?(saudara sudah kawin apa belum..?)
> 
> Yang jelas,saudara sudah tahu,tunangan itu ada dalam
> Islam,hanya saja,perbuatan orang tunangan yang sudah
> kayak suami istri itu yang tidak saudara
> setujui.Saya
> setuju dgn pendapat saudara.
> Sebenarnya tunangan itu ada tujuannya.
> 
> Pertama,utk memberitahukan bahwa si Anu itu sudah
> saya
> punya..jadi jgn lirik-lirik mata lagi kedia.
> 
> Kedua,Tunangan itu ada memang utk meresmikan
> pernikahan nantiknya,jadi memang tujuannya utk
> "Nikah",bukan main-main,hanya saja,karena biaya utk
> itu belum mencukupi,maka agar jangan si"Pujaan
> hati,yang didambakan itu diambil kumbang lain,maka
> dipinanglah ia".Dan kedua belah pihak dari keluarga
> keduanya telah merestui,jadi jangan main
> sembunyi-sembunyi lagi.Kalau mau ketemu yah
> dirumah,disaksikan oleh Muhrim dari salah seorang
> keluarga keduanya.Begitupun kalau bepergian,jangan
> berduaan ditempat sunyi,karena Hadist utk ini juga
> ada
> yang melarang berduaan kecuali bila ada salah
> seorang
> Muhrimnya.(Tapi jangan terlalu rame-rame,ntar bila
> keduanya membicarakan apa-apa persiapan utk Rumah
> tangga kan repot juga sih,malah jadi berantem,jadi
> ingat flm Arab ttg ini.)
> 
> Ketiga,Agar kedua belah pihak dari yang
> bertunangan,sama-sama saling menilai,apakah diantara
> mereka ada kecocokan utk membina mahligai Rumah
> Tangga
> atau tidak..?Kalau ada diteruskan,kalau tidak yah
> dibatalkan.
> Dan ada lagi tujuannya yang lain,tapi yang
> terpenting
> yah itu.
> 
> Soal,apakah Akibat dari tunangan itu terkadang
> membuat
> kedua belah pihak malah jadi bermusuhan,itu lain
> pula
> masalahnya.kalau di mesir,semua syabkah itu
> (Perhiasan),dikembalikan ke lelaki,kecuali sedikit
> diberi pada wanita itu,atau,bisa juga semuanya
> utknya,tergantung silelaki.Dan dalam Islam saya rasa
> hukum ini juga ada.aturannya.
> 
> (Di Mesir malah yang sering kecewa itu yah
> lelaki,karena lelaki di Mesir lumayan
> cukuplah,bahkan
> berlebih saya kira,ketimbang wanitanya,sehingga sang
> wanita terkadang memang jadi agak sedikit
> meninggi,Dan
> hal ini terjadi juga dgn Mahasiswi Indonesia yang
> ada
> kuliyah di Al Azhar.Wanita sedikit,Lelakinya
> banyak,satu banding tujuh..he..he..enak jadi wanita
> di
> kairo itu,lelaki sulit mau macam-macam,karena kalau
> diputusi,masih ada 6 lagi yang nampung,karena itu di
> Mesir jarang ada yang namanya itu kata"Putus
> Cinta".kalau lelaki putus cinta,atau lambat
> kawin,masih aman,karena ia lelaki,banyak wanita yang
> mau padanya,namun kalau wanita,bisa-bisa perawan
> tua,sulit cari jodoh.Mau bilang apa memang sudah
> nasibnya wanita kali.
> Tunangan di Indonesia saya rasa sulit sekali
> dilakukan,kenapa?Karena orang banyaknya pacaran,dan
> kalau tunangan itu putus,biasanya yang menanggung
> resiko adalah wanitanya.Nah itu beratnya,beda dgn di
> Mesir,jadi terkadang saya lihat hukum itu,lihat juga
> kebiasaan setempat.kalau Tunangan itu tidak membawa
> Mudharat,Malah kebaikan,utk saling mengenal,tanpa
> melalui batas-batas pergaulan yang Islami,apa
> salahnya,karena toh ia kan ada dalam Islam?Mana
> lebih
> baik,berpisah sebelum menikah,atau berpisah setelah
> menikah nantiknya?
> 
> Tetapi kalau Mudharatnya lebih besar nantiknya
> ketimbang,kebaikannya lebih baik  tdk ada
> saja,tunangan itu,kita pakai kaedah Ushul Fiqh dalam
> hal ini "Daf'u dharar,aqdam min jalbil
> manfa'ah,"Menolak mudarat lebih diutamakan ketimbang
> mengambil manfaatnya" dan bersabar saja
> dulu.Tawakkal
> saja pada Allah,karena Kalau Jodoh tidakkan lari
> kemana-mana kok pasti ketemu juga..Takkan lari
> gunung
> dikejar.
> 
> Bagaimana saudara Harman..?Apakah saudara masih
> kurang
> puas?Saya mengerti pikiran saudara,saya setuju apa
> keberatan yang saudara kemukakan,malah kalau saya
> disuruh pilih,mau tunangan atau kawin
> langsung..?Saya
> pilih kawin..?Kalau ngak yah bersabar saja,karena
> kita
> yakin pada yang di Atas sana.Apalagi kalau kita
> yakin
> Allah akan mengabulkan do'a hambaNya  yang
> sebenar-benar berdo'a dan berharap utk bertemu sang
> pujaannya.Allah maha tahu,dan maha penyayang kok.
> 
> .Saudara Harman,saya memandang Islam itu adalah
> agama
> yang gampang,tidak mempersulit hambaNya karena semua
> aturan telah ada,mau pilih yang mana.Yang
> utama,lebih
> utama,atau biasa saja,atau yang ringan-ringan
> saja.yang jelas semua dibalasi setimpal dgn
> amalannya.Yang namanya juga "Islam"Artinya agama
> yang
> penuh keselamatan,kedamaian,masuk Islam berarti kita
> masuk ditempat yang aman dan damai.Bersyukurlah jadi
> orang Islam.Alhamdulillahi rabbil Alamiin.Demikian
> dulu dari saya,mohon maaf bila ada yang tidak
> puas.Utk
> permintaan Ustadz HMNA ,saya jawab khusus,karena itu
> adalah sebuah analisa belaka,yang belum tentu benar
> dan salahnya.Semoga bila ada pertanyaan dari yang
> lain,dikemukakan di jalur Umum saja,agar ada yang
> membantu saya dalam menjawabnya..Wassalam
> saya.(rahima
> Rahim) 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Sports - live college hoops coverage
> 
=== message truncated ===



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Sports - live college hoops coverage
http://sports.yahoo.com/

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke