Mohon maaf

PERTAMA

Berhubung banyaknya email "questionare" yang masuk ke RN dan japri saya, 
membuat saya "tak tega" untuk mendiamkan penasaran para dunsanak, terutama 
mereka yang sudah saya kenal di RN ini.

Masalah retiring saya adalah cerminan sikap skeptis ke depan atau/dan 
"protes" pribadi kepada admin RN yang memb-banning panggugek-panggugek dan 
tiga pendahulu lainnya.

Padahal sejak awal saya bergabung di RN ini, saya sering mengingatkan "para 
oknum admin" itu untuk jangan sesekali "unjuk otoritas" karena lebih banyak 
mudharat ketimbang manfaat, terserah pembenaran apapun yang datang dari 
mereka. (Anggap saja saya ini orang bodoh yang tak mengerti internet).

Setiap anggota RN bebas merespon atau mendiamkan posting apapun dari 
siapapun dengan materi apapun. Jangan terlalu kaku soal tatib, karena toh 
itu bikinan kita-kita juga.

Media is media, not a living creature and not a living environment. It's 
like a phone. You like it, take it. You dont, just hang it up. As simple as 
that!.

Yang patut dikerasi adalah mereka yang mengirim "junkmail" dalam kapasitas 
besar hanya sekadar untuk mengangggu transmisi dan agenda down server. Ini 
yang harus ditindak, bukan active writers yang sering meramaikan milis ini.

Siapapun mereka, iblis kek, setan kek, Panggugek kek, Urpas kek, fulan fek, 
dachtar kek, jusfik kek, titik kek, bagi saya adalah "kesalahan fatal" jika 
mereka diblokir dari forum RN. Terlepas apakah materi yang mereka sampaikan 
flaming, junk (sampah), cercaan, agenda luar negeri kek, media buyer kek, 
kritik kek, dll, dst, dsb.

Forum diskusi tak akan pernah mencapai kemajuan apabila:

1. Tak ada yang anti-thesis atas pendapat si fulan, meski anti-thesis tsb 
salah, hinaan, cercaan, bodoh atau ngawur. Belum tentu bagi orang lain 
begitu, ya toh?

2. Mematikan keberagaman pendapat, meskipun pendapat si fulan sampah atau 
kekanak-kanakan. Belum tentu bagi orang lain seperti itu, ya toh?

3. Tak memberi peluang kepada bibit2 pemikir (potential thinkers) untuk 
berkembang, walaupun pada mulanya mereka pedas, ketus, keras, bodoh, ngawur, 
terkungkung, berwawasan sempit, dll tapi itu hanyalah bagian proses 
pendewasaan berpikir, bukan hanya bagi mereka tapi juga bagi kita semua.

4. Saya sering dikritik si panggugek dan dachtar, misalnya, tapi tidak 
membuat saya sakit hati karena tujuan akhir kita berdiskusi bukanlah 
membenarkan apa yang ada pada diri kita, tapi saling mengambil manfaat dari 
keragaman pendapat tersebut.

Saya bisa membaca aliran paham si panggugek, memang bukan dari kultur surau, 
tapi justru itu memberi nilai makin tinggi buat dia sebagai pemeran lakon 
anti-thesis di saat yang lain mangut-mangut wae.

5. Kebebasan berpikir adalah bagian utama (paling penting) dalam proses 
eksperimentasi akal yang dianjurkan Islam. Apabila itu anda halang-halangi, 
maka saluran eksperimentasi akal menjadi tersumbat. Karena itu saya anggap 
RN tak lagi bermanfaat untuk ke depan. It's dying, not growing !

6. Allah saja membiarkan iblis (anti-thesis) menguji manusia. Kenapa kita 
mengkebiri paham-paham anti-thesis tersebut meskipun mereka datang dengan 
segumpal alwah dan milah, komunis, sosialis kiri, atheis dll, dsb dst.? Asal 
kita waspada, toh paham-paham yang kita anggap sesat itu bisa memberi "much 
fun" dan bahkan jadi bulan-bulanan. Bukannya dibunuh.

ibaratnya, "ANDA HENDAK MENURUNKAN MALAIKAT SEBAGAI RASUL?" jika itu yang 
anda inginkan, selesailah perkara-perkara (eksperimentasi akal) itu. Tak 
perlu lagi ada yang didiskusikan di sini. NO MORE CONVERSATION, CASE CLOSED 
! it's the end of time. Matinya kebebasan mengembangkan pola pikir. 
Tertutupnya pintu menuju pencarian wujud Tuhan. Matinya skema yang bakal 
membenarkan ayat-ayat Allah, yakni AKAL.

Sekadar info: Rasul-rasul yang "purified soul & highly mature" masih saja 
diberi kelonggaran untuk "berdebat" (benar2 berdebat) dengan Allah. (Lain 
waktu saya detailkan soal ini) walaupun pendapat dan materi debat para rasul 
itu salah, tapi toh dilayani juga oleh Yang Maha Kuasa.

Persolan nanti debat itu dijawab atau tidak, direspon atau didiamkan, itu 
prerogatif tiap kita. Jangan karena di RN ada oknum yang 'gatal-gatal' suka 
merespon "the junkies," lantas prinsip kebebasan berpendapat dikebiri...oh, 
no way man!

7. Sistem manajemen milis RN  yang "ala kadarnya" harus diterima dengan 
lapang dada, bukan dicari kambing hitamnya. (Tak perlu saya rinci di sini, 
TST sajalah. Sesama hostmaster tak boleh saling mendahului).

Tapi jangan khawatir, "no hard feeling". Ini tak lebih sekadar pengibaran 
bendera hitam bagi para "pahlawan wacana" yang gugur di rantaunet. Semoga 
amal-amal mereka diterima di sana-sini, he..he..he..

KEDUA

Akhir-akhir ini kesibukan saya memang semakin intens. Saya khawatir daripada 
ngawur lebih baik retiring dulu. Toh lain waktu saya bergabung kembali, 
terutama setelah suasana dan iklim diskusi di RN kembali kondusif dan OPEN 
MINDED.


Love
(I repeat, I'll see you all surround the time)

Esteranc Labeh
A.C. St. Rangkayo Labih
JKT


_________________________________________________________________
Join the world�s largest e-mail service with MSN Hotmail. 
http://www.hotmail.com


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke