Kamis, 28/3/2002 00.00 WIB
Pemda Sumbar Harus Waspada Ikannya Banyak Dijarah Asing

Padang, mimbarminang.com � Sumatra Barat harus waspada, hampir
limapuluh persen sumber laut Sumatra Barat berupa ikan dijarah oleh
pelaut-pelaut luar daerah dan luar negeri. Pengawasan kawasan laut
daerah masih lemah sementara kemampuan nelayan-nelayan lokal Sumatra
Barat masih kalah dalam teknologi penangkapan.

Peringatan itu diungkapkan Ketua Lembaga Ekonomi Pengembangan
Masyarakat Pesisir (LEPMP) Kota Padang, Drs. Ganefri, M.Pd., dalam
suatua pertemuan dengan Mimbar Minang, Rabu (27/3) kemarin.

�Banyak nelayan Sumbar hanya mampu menangkap ikan di zona terdekat,
sementara kawasan laut yang memiliki sumberdaya ikan terbanyak itu
adalah di zona II hingga IV,� kata Ganefri.

Dalam penelitiannya, sekitar 65 persen nelayan di daerah ini
melakukan penangkapan ikan di zona I dan 30 persen diantaranya
melakukan penangkapan di tepi. �Hanya sekitar 15 persen nelayan
Sumbar yang melakukan penangkapan di zona II atau III,� katanya.

Kondisi ini, menurut Ganefri, sangat mengkhawatirkan bila dikaitkan
dengan kebijakan Sumbar menjadikan kawasan perairan laut sebagai
salah satu potensi ekonomi yang memiliki prospek besar di masa
datang. �Bagaimana kita mengharapkannya sebagai sebuah potensi besar,
bila setiap hari hasil ikan di daerah kita dijarah nelayan-nelayan
lain dengan kemampuan teknologi penangkap yang mereka kuasai,� kata
dosen UNP ini.

Dalam pengamatannya, nelayan luar daerah Sumbar yang sering mengambil
hasil laut daerah Sumbar di zona-zona terjauh itu adalah nelayan
Sibolga dan tidak sedikit di antaranya nelayan-nelayan asing seperti
Thailand. Pada zona-zona jauh, zona II-IV dan Zona Internasional
pemerintah daerah Sumatra Barat melalui aparat keamanan lautnya
dinilai tidak melakukan pengawasan yang berarti. Sehingga pencurian-
pencurian itu terus berlanjut dan tidak berhenti.

�Kalau Pemda tetap menjadikan kawasan laut sebagai potensi besar
untuk daerah ini ke depan, tidak ada cara lain yang harus dilakukan
Pemda, selain memperketat pengawasan laut daerah ini,� ujar Ganefri.

Selain itu, memberdayakan nelayan-nelayan dan memperkenalkan
teknologi penangkapan ikan yang lebih baik justru akan mendorong
nelayan-nelayan lokal untuk �berladang� di kawasan yang sekarang
banyak diambil orang lain. �Saya kira itu harus segera dilakukan
Pemda,� ujar Ganefri.

Ia mengakui, nelayan-nelayan lokal punya tanggungjawab yang sama
dengan masyarakat sumbar lainnya dalam mengamankan daerah. tapi bila
masyarakat nelayan yang selama ini masih berpendidikan rendah dan
tidak mengetahui banyak teknologi, tentu tidak bisa berbuat apa-apa
menghadapi �penjarah� ikan di tengah laut. �Akan mustahil mereka
menghadapi nelayan penjarah itu di tengah laut dengan peralatan
seadanya,� kata Ganefri yang juga Ketua SPEC Foundation ini.

Ganefri mengatakan memberikan pendidikan kepada nelayan sudah
sepatutnya dilakukan. Karena, itulah salah satu jalan mengangkat
kehidupan nelayan Sumatra Barat yang selama ini selalu tertinggal
terutama dalam strata ekonomi.

�Mereka sebenarnya punya pendapatan besar dari jumlah uang, tapi
karena tidak termenej dengan baik uang yang mereka dapatkan tidak
berarti apa-apa,� kata Ganefri. Ia mengistilahkan kehidupan nelayan
Sumbar �sangat mudah untuk mendapatkan 5 gram emas, tapi sangat susah
untuk membeli sekilo beras�. �Menunjukkan betapa kehidupan masyarakat
nelayan belum cukup baik,� katanya. (son)



Buek email gratis di http://sungaipagu.zzn.com
____________________________________________________________
Get your own FREE Web and POP E-mail Service in 14 languages at http://www.zzn.com.

RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 ==============================================Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ==============================================

Kirim email ke