Assalamu'alaikum wr.wb.

PERPECAHAN DAN KEMUNDURAN UMAT ISLAM....

Kendatipun di Indonesia ini  diantara para pakar dan Ulama-Ulama Islam ada
yang mengatakan bahwa Ummat Islam Indonesia mengalami kemajuan, namun secara
kenyataan apa yang mereka katakan itu sulit sekali untuk dibenarkan dan kita
sungguh-sungguh tidak mengerti kriteria dan indikator apa yang mereka pakai
untuk mengukur dan menilai kemajuan ummat Islam tersebut.

Apa yang kita lihat dewasa ini, sesungguhnya  tidaklah demikian, dan itu
tidak saja di Indonesia, bahkan diberbagai negara Islam dan  dunia Islam
pun, kita sulit sekali  menjumpai ummat-ummat Islam yang mengalami kemajuan
sehingga mereka bisa dijadikan teladan bagi ummat-ummat lain.

Perpecahan-perpecahan sesama golongan dalam Mainstream Islam sudah merupakan
kondisi yang tidak bisa disembunyikan lagi.Ummat Islam yang dikatakan oleh
Allah sebagai "khairu ummati ukhrijat linnasi" sebaik-baiknya ummat yang
dibangkitkan Allah bagi manusia sama sekali belum lagi bisa terwujud
dilapangan berdasarkan dari performance ummmat Islam yang ada sekarang ini.

Kalaulah  kita mencoba melihat kebelakang yakni di zaman Nabi Muhammad SAW
dan para khalifah rasyidah,  kita tidak menampak  sama sekali bahwa  telah
terjadi perpecahan dikalangan ummat Islam itu. Bahkan ketika itu  belum lagi
ada firqah atau golongan dan juga belum ada suatu organisasi atau partai
apapun  yang bermerek Islam. Yang ada waktu itu hanya "satu ummat" dengan
�satu pemimpin" dengan kekompakan ummat dan keutuhan yang telah mengantarkan
Ummat kepada kepada suatu kejayaan Islam. Sejarah Islam juga mencatat bahwa
pada waktu itu Ummat Islam merupakan ummat yang paling baik, teladan bagi
siapa-siapa yang mencari contoh yang baik dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Tetapi apa yang kita saksikan pada zaman ini sesungguhnya tidaklah
mengherankan sekali. Bahkan apa yang kita saksikan sekarang ini nampaknya
merupakan penyempurnaan  dari apa yang telah dinubuwatkan oleh Rasulullah
SAW 14 abad yang silam.Dan semakin jelasalah bagi kita bahwa keadaan ummat
Islam yang utuh dan penuh kekompakan itu, sesungguhnya tidaklah akan
berlangsung lama, sepeninggal dari Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW telah memprediksikan  bahwa  pada suatu
masa ummat Islam itu akan berpecah belah, terdiri berbagai firqah dan
golongan dan bercampur aduk dan saling bertengkar sesama mereka sendiri.
Hadits berikut ini lebih lanjut mengatakan:

"Manusia yang terbaik adalah manusia dimana saya berada ditengah-tengahnya,
kemudian angkatan yang berikutnya dan kemudian angkatan yang berikutnya
lagi" (Bukhari jilid 2, hal 186 )

Nubuwatan Rasulullah SAW ini nada-nadanya biasa saja, tetapi kalau kita
melihat dan membaca sabda-sabda beliau yang lainnya, keadaannya sungguh
sangat memprihatinkan. Beliau mengabarkan juga bahwa perpecahan ummat dan
kemunduran ummat Islam itu akan menuju kepada keadaan yang sangat buruk
sehingga ditegaskan beliau bahwa akan datang suatu masa dimana ummat Islam
itu akan "mengikuti jejak" kaum Yahudi dan Nasrani. Bukan saja dalam
berpecah-belahnya mereka tetapi juga dalam segala kelakuan dan perangainya.

Mengenai hal itu Rasulullah SAW bersabda dalam tiga hadits berikut ini:

1. "Akan datang suatu masa atas manusia dimana tidak ada lagi yang  tinggal
dari Islam kecuali namanya dan dari Al-Qur'an yang tinggal hanya tulisannya.
Mesjid-mesjidnya makmur tapi kosong dari petunjuk dan �ulama-ulama mereka�
akan menjadi wujud paling buruk dibawah kolong langit. Kekacauan (fitnah)
akan keluar dari mulut mereka tetapi akhirnya kembali kepada mereka
juga"..... (Riwayat Baihaqi)

2. "Kamu (orang-orang Islam) sudah tentu akan mengikuti jejak mereka yang
telah mendahului kamu, dalam setiap langkahnya , sedemikiannya hingga
apabila ada diantara mereka yang terperosok di lubang biawak, kamu pun akan
berlaku sama. Para sahabat menanyakan kepada Nabi Muhmmad SAW: "Ya,
Rasulullah! Apakah yang engkau maksudkan itu kaum Yahudi dan Nasrani?" Jawab
beliau: "Siapa lagi, kalau bukan mereka !".....(Riwayat Bukhari dan Muslim)

3. "Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang yang sebelum kamu dari Ahli Kitab ,
mereka bercerai berai menjadi tujuh puluh dua golongan dan sesungguhnya
Millah (Ummat Islam)  ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga
Millah.... tujuh puluh dua dalam Neraka dan satu dalam Jannah (sorga), yakni
Al-Jama'ah"...(Riwayat Abu Dawud)

Nah, dengan melihat dan membaca tiga  buah hadits diatas, dimana
ketiga-tiganya menubuwatkan keadaan nasib Ummat Islam yang wujud diakhir
zaman ini dihadapan kita, maka kita sama sekali tidak mungkin bisa
mengingkari bahwa keadaan sekarang ini secara global ummat Islam telah
mengalami kemunduran total yang bertolak belakang dari keadaan dizaman
Rasulullah SAW dan para sahabat beliau.

Kalau mayoritas Ummat Islam yang diisyaratkan dengan "tujuh puluh dua Millah
akan masuk Neraka".... tentu saja karena akibat kehidupan kita didunia
sekarang ini tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi
Muhammad SAW empat belas abad yang silam itu. Hanya satu golongan yang masuk
Jannah atau sorga.... yaitu "Al-Jama'ah".

Siapakah yang dikatakan Al-Jama�ah itu dan bagaimana ciri-ciri dan
definisinya agar kita  bisa melihat dan menentukan golongan yang dikatakan
Rasulullah SAW akan dikecualikan dari Neraka itu?


Wassalamu'alaikum wr.wb.

Adi N.S.


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke