|
;)
Senin, 8/4/2002 Al Zaytun Bakal Berdiri di Sumbar
Padang, Mimbar Minang —
Kendatipun pemerintah melalui Menteri Agama (Menag) sekarang sedang
melakukan penelitian terhadap dugaan bahwa di Pesantren Al Zaytun
diajarkan ajaran sesat tapi pengurus pesantren yang dipimpin Abus Salam
(AS) Panji Gumilang alis Abu Toto ini berupaya mengembangkan ‘sayapnya’ di
seluruh wilayah Indonesia.
Di Sumbar, misalnya, Pesantren Al Zaytun
yang bernaung di dalam Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) ini telah
memiliki tanah di Kota Payakumbuh yang disediakan untuk pendirian
Perguruan Pesantren Al Zaytun. “Target kita pada suatu waktu Pesantren Al
Zaytun telah berdiri di seluruh wilayah Indonesia,” kata Koordinator
Pesantren Al Zaytun Sumbar Ir. Hasan Albana dan Drs. Dedi Setiawan kepada
Mimbar Minang.
Menurutnya, meski pemerintah sudah menyatakan sikap
tegas yakni akan mengambil alih pengelolaan pesantren kalau memang
terbukti telah mengembangkan ajaran sesat, hal itu tidak menguranggi
semangat mereka untuk membuat cabang Al Zaytun di Sumbar.
Menurut
Hasan, tanah seluas 3 Ha itu wakaf masyarakat, setelah mereka mendengar
keterangan dari Hasan dan Dedi tentang tujuan pembangunan pesantren
dimaksud.
Disikapi Rencana pembangunan Pesantren Al Zaytun di
Sumbar ditanggapi serius anggota DPRD Sumbar. Wakil ketua dan sekretaris
komisi E DPRD Sumbar Kol. Firman DWK dan H. Hasan Yunus, BA, mengatakan
siapapun boleh membangun perasarana pendidikan di Sumbar asalkan mereka
memiliki visi dan misi yang jelas serta tidak bertentangan dengan
aqidah.
Kedua wakil rakyat itu menilai, sudah waktunya Provinsi
Sumbar memiliki sebuah pesantren yang megah dan serba lengkap. “Apa lagi
Sumbar memiliki sejarah tersendiri dalam melahirkan ulama besar dan tokoh
nasional,” timpal Hasan. Buya Hamka, Mohammad Natsir (ulama) dan Bung
Hatta, Sutan Sahrir dan sejumlah tokoh nasional lainnya adalah bukti
sejarah Ranah Minang mampu melahirkan ulama dan tokoh nasional di negri
ini. “Sejarah itu bisa saja berulang kembali. Pemerintah dan masyarakat
Sumbar memiliki kemampuan tentang hal mencetak sumber daya manusia,” ujar
Firman dan Hasan.
Mensiasati keinginan Pesantren Al Zaytun
mendirikan cabang di bumi Ranah Minang, baik Hasan maupun Firman menilai
rencana ini harus disikapi dengan bijaksana. Karena bagaimanapun, sejak
beredarnya berita Pesantren Al Zayitun diduga telah mengajarkan ajaran
sesat, telah membentuk opini pro dan kontra terhadap keberadaan pesantren
termegah di Asia Tenggara itu.
Masyarakat Sumbar tidak tertutup dan
memiliki sifat nasionalisme yang tinggi. Namun begitu, katanya, agar
masyarakat tidak terus menebak-nebak dan bingung dalam melihat Pesantren
Al Zayitun maka pemerintah harus segerah menentukan sikap.
Sampai
sekarang, kata anggota dewan ini, masyarakat Sumbar masih mengkritisi isu
yang ditudingkan kepada Pesantren Al Zaytun. Memang ada yang percaya dan
ada juga yang ragu-ragu terhadap isu tadi. Sikap kritis masyarakat Sumbar,
cukup beralasan, karena dari sekitar 5000 lebih santri yang belajar di
Pesantren Al Zaytun, 200 diantaranya berasal dari
Sumbar.
Menurutnya, sebaiknya jangan tergesa-gesa menyimpulkan
informasi itu dan akan lebih baik menunggu hasil keputusan pemerintah
karena Karena yang berwenang menyimpulkan bahwa di pesantren Al Zaytun
telah diajarkan ajaran sesat adalah instansi terkait bersama
pemerintah.
Biarkan Saja Sementara itu, Hasan, Dedi dan serta
pengurus lainnya pihaknya tidak kecewa dan tidak merasa kecil hati
dituding macam-macam. Karena tudingan seperti yang dilansir sejumlah
suratkabar ibu kota itu, sudah sering. “Biarkan saja. Kita sudah sering
diberitakan dengan isu yang begitu-begitu. Komitmen kita, tidak akan
mengomentari terlalu jauh, karena apa yang kita ajarkan di Pesantren Al
Zaytun bukan ajaran sesat,” katanya.
Tapi terkesan sikap pengurus
Pesantren Al Zaytun tertutup, terutama ketika ditanya dari mana sumber
pendanaan perguruan. “Sebenarnya kita tidak tertutup. Dan sepengetahuan
kami, biaya pembangunan pesantren diambil dari biaya masuk santri,” ulas
Hasan dan Dedi yang berasal dari Jawa Barat dan tamatan pesantren AL
Zaytun yang beralamat di Desa Mekarjaya Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten
Indramayu. (awk)
|
|