Assalamualaikum Wr.Wb. Bagus sekali tulisan yang disampaikan saudara"Emailando" ini.Suatu realita,yang benar-benar terjadi di Mesir(khusus nya Al Azhar.)
Meskipun tujuan Amerika utk merubah kurikulum Al Azhar yang sangat klasik itu,tidak gampang dan cepat,butuh waktu bertahun-tahun utk itu,karena Ulama-ulama di mesir itu cukup banyak,berjibun,kata orang.Tapi bisa jadi hal ini lambat laun akan berubah,menjadi suatu kenyataan yang cukup pahit akan kita terima.mengapa saya katakan begitu..?Satu contoh dari puluhan contoh yang telah saya amati di Mesir itu.Akan saya sampaikan.Dan ini sangat saya sayangkan sekali. Benar,utk merubah kurikulum Al Azhar itu tidak gampang bagi Amerika,namun,Amerika tidak tinggal diam.mereka mencoba melubangi Al Azhar itu dgn sesuatu yang sangat halus sekali.Lubang yang satu tidak bisa mereka tembus,lubang yang lain,mereka gerogoti.Ini dia contoh kongrit.(sayangnya Banyak Mahasiswa/i,Indonesia memilih jalan itu) Di Mesir Sudah beberapa thn belakangan terakhir ini,telah dibuka apa itu yang namanya" Universitas American Open",Suatu Universitas Amerika,yang mempelajari Islam,dgn sangat mudah(utk ambil S2,S3),tidak perlu repot-repot,cukup dua thn,atau dua setengah tahun,telah dapat magister.Kuliyah jarang,menulis terserah saja,yang penting ada,hafalan Qur'an ngak ada(yang merupakan ciri khas Al Azhar)Buku-buku yang menjadi patokanpun tidak seberapa.Sangat berbeda dgn S2,S3,di Al Azhar,utk mendapatkan gelar itu sangat berat..seberat-beratnya.Bagaimana tidak berat,kita harus Hafal Qur'an,buku-buku ratusan yang harus dikuasai,buku-buku yang benar-benar asli.Bukan buku kontemporer.Sementara di American open itu,santai,sambil kerja juga bisa.gak datang ngak apa-apa.Tahu-tahu sdh dapat gelar. Begitu halusnya cara Amerika itu,utk menghancurkan Islam,dgn membuka universitas berbaukan Islam,dgn cara yang cukup gampang.Sehingga lama kelamaan Ummat islam yang hanya menginginkan gelar saja,bukan Ilmunya,lebih mau memilih jalan yang sangat gampang itu,asalkan dapat "gelar",Terutama di Indonesia,Gaji dan pandangan seseorang itu,seringnya di ukur dgn Titel yang ia pakai di belakang nama-nya tsb,bukan Ilmunya. Teramat disayangkan betapa banyaknya mahasiswa Indonesia yang lebih memilih jalan pintas ini,ketimbang bersusah payah meraih yang sebenarnya mutunya jauh lebih tinggi,yaitu Al Azhar.Mereka lebih memilih mana yang lebih cepat dapat "titel".Segi ini Amerika berhasil,telah membawa Ummat Islam,secara tak disadari utk menjauh dari mempelajari Islam itu lebih mendalam lagi.Kalau sudah sangat sedikit Ummat islam yang mengambil S2,S3,ini tentu semakin berkuranglah para Ulama yang berkompotent di bidangnya.sangat sedikitlah penerus-penerus Bapak Prof.Dr.Quraish Shihab,yang mengambil gelar Doktornya di Al Azhar itu,yang memang memakan waktu yang cukup lama.Tetapi hasilnya dapat kita nikmati dan rasakan sendiri. Memperoleh sesuatu yang besar itu,tentu tidak gampang,jalannya berliku,dan membutuhkan kesabaran yang tak tertangguhkan.Kalau sudah sifat sabar dalam menuntut Ilmu saja sdh hilang di mata Ummat islam,bagaimana jadinya masa depan Ummat Islam ini nantiknya..?Semua ingin cepat meraih keuntungan dunia.Maka akan tertawalah musuh-musuh Islam,karena merasa puas,usaha mereka yang halus itu cukup berhasil. Amerika memang semenjak dari dulu selalu mengepakkan sayapnya ke "Al Azhar "itu.Saya merasakan sendiri perubahan-perubahan yang ada di Al Azhar itu,semenjak 13 thn yang silam,sampai sekarang.Al Azhar itu memang benar-benar Pusat Ajaran Islam.Benar,Al Azhar itu dibawah pemerintahan Mesir.Dan Mesir sangat tergantung dgn apa yang namanya itu "Ekonomi Barat". Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nantik.Yang penting kita sebagai Ummat islam harus waspada dan hati-hati,Kita harus terus memantau segala aspek kehidupan ini,terutama di "Bidang Pendidikannya".Ini sebenarnya yang paling utama.Karena kalau pendidikan disuatu negara sudah rusak,maka rusaklah segalanya.Musuh Islam,salah satunya dgn mengambil jalan yang satu ini.Kurikulum selalu diusahakan agar mengikuti kemauan mereka.Kita di iming-imingi dgn imbalan material,yang sebenarnya tak berharga sama sekali.sayang sekali manusia ini selalu kalah dgn yang satu ini."kalau sudah duit..bola matanya yang hitam berubah menjadi biru,Naudzubillahi min dzalik". Demikian sekedar info tambahan,keprihatinan saya terhadap Ummat islam dan pendidikannya,yang telah mulai diracuni oleh musuh-musuh Islam.Kapankah semua kepiluan dan kegersangan ini berakhir..?Masih adakah harapan rembulan akan muncul lagi..?.jawabannya "masih ada",kalau kita terus berdo'a dan tak berputus asa.serta berusaha keras. Wassalam,(Cairo 14-04-02,Rahimarahim) --- emailando <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Menyemai "Islam Liberal", Membungkam al-Azhar > > Pemerintahan AS berusaha menekan Mesir agar mengubah > semua kurikulum > Universitas al-Azhar, pusat lahirnya gerakan Islam > di dunia. Tak > lupa, berusaha menyemai wacana "Islam Liberal". > Adakah kesamaan > dengan Indonesia? > > Pemerintahan Amerika, nampaknya tidak hanya berusaha > menghancurkan > Afghanistan. Setelah Presiden Goerge W. Bush > berusaha menekan > pemerintah Indonesia agar untuk menertibkan pondok > pesantren dan > organisasi Islam, kini sikap berlebihan itu semakin > diperlebar. > Campur tangan pemerintah AS ini, bahkan sudah > kelewat batas. > > Melalui tangan pemerintahan Mesir, AS kini sedang > memberlakukan 10 > peraturan sebagai persyaratan mendirikan masjid. > Bahkan melakukan > intervensi yang lebih dalam; yakni berusaha merombak > kurikulum > pendidikan Al Azhar. Sikap campur tangan Amerika > terlihat setelah > beberapa kali kunjungan para petinggi AS ke Kairo > beberapa waktu yang > lalu. Memang masih belum banyak yang diketahui > publik hasil pertemuan > wakil dua pemerintah tersebut. > > Beberapa waktu lalu, penasehat politik Presiden > Husni Mubarak, DR. > Usamah al Baz dalam konferensi persnya seperti yang > dikutip Quthb al > Arabi dalam Islam online. Dr. Usamah mengutuk upaya > AS untuk > mengintervensi kuri kulum di Al Azhar yang gencar > diupayakan oleh > para delegasi tersebut. > > Mengapa Mesir begitu kuat tekanan kepadanya? Ada dua > alasan, menurut > Quthb yang menyebabkan AS begitu getol menekan > Mesir. Pertama, karena > Mesir merupakan negara Arab terbesar dan negara > Muslim paling utama > di dunia yang menjadi tempat lahirnya banyak > pergerakan Islam. > Melalui universitas dan pesantrennya, Al Azhar > banyak menelorkan para > ulama dan fuqaha yang bermutu hingga kini. Upaya > pemerintah AS > mengebiri Al Azhar sejak dulu, kini menemukan > momentumnya setelah > kasus 11 September lalu. Kedua, Mesir merupakan > tempat satu-satunya > di mana berdiri ribuan sekolah-sekolah agama yang > menyebar di > sebagian besar wilayah negeri tersebut. Termasuk > ratusan ribu masjid > yang menjalankan fungsi dakwah kepada Allah walau > tekanan dan > intervensi pemerintah semakin menjadi-jadi. > > Sejak lama intelijen Barat mengincar negeri Piramida > yang merupakan > baro meter gerakan Islam di dunia ini. Media massa > Barat tak henti- > hentinya menuduh Mesir sebagai tempat penyemaian > benih- > benih "terorisme" dan meng ekspornya ke berbagai > belahan bumi. Mesir > juga dituduh sebagai negeri yang kurang kooperatif > untuk memerangi > kampanye perang melawan terorisme. Selain AS > sendiri, tekanan > terhadap pergerakan Islam khususnya Ikhwan al > Muslimun (IM) telah > sejak lama dilakukan pemerintah Husni Mubarak. > Karenanya, mungkin ada > alasan yang tepat bagi AS dan Husni Mubarak untuk > kembali melakukan > pemberangusan gerakan Islam yang melahirkan akar > fundamentalisme > Islam. Salah satu upa ya AS diantaranya adalah > terus-menerus > memasukkan wacana `Islam Liberal' ke negeri Mesir. > > Seorang pengamat politik terkemuka Mesir, Dr. Hamid > Abdul Majid, > beberapa saat lalu pernah mengemukakan, tentang > wacana `Islam > Liberal' yang sedang digalakkan di Mesir. Bagi > pemerintah AS, wacana > ini merupakan wacana alternatif yang dijajakan oleh > AS di Mesir saat > ini. > > Menurut Hamid, wacana ini kini sedang berpengaruh > dan sedang yang > menjamur di Mesir. "Wacana Islam Li beral menjadi > isu sentral untuk > melawan amal Islami di Mesir saat ini," katanya > seperti di kutip Al > Mujtama'. Untuk kepentingan Washington, pemerintah > AS, berkeinginan > agar Islam lebih mematuhi perintah Amerika seperti > halnya Islam yang > kehendaki Turki dan Pakistan. Kasus ini, Termasuk di > Indonesia yang > disponsori Paramadina dan Jaringan Islam Liberal > (IsLib). Konsepsi > inilah yang dipandang AS dan sekutunya amat sejalan > dengan kebijakan- > kebijakan hegemonistiknya. > > Walau sudah mulai berkembang, tapi Hamid, yang juga > dosen Fisip > Universitas Kairo ini agak meragukan bahwa wacana > ini akan > berimplikasi besar terhadap institusi pendidikan > agama di Mesir. > Namun kendati demikian hal ini tidak akan > berlangsung secara drastis > namun secara gradual. Dan konspirasi ini tidak akan > mencabuti seluruh > aktifitas sosialnya secara sporadis tapi > membiarkannya berjalan > secara natural namun dikontrol secara ketat. Adapun > aspek politis dan > informatif, menurut pengamat ini merupakan sisi yang > akan banyak > mendapatkan tekanan apalagi bila tidak kooperatif > dengan politik > Amerika. > > Namun secara umum, seluruh institusi pendidikan > agama di Mesir dan Al > Azhar khususnya, akan terus menuai tekanan untuk > merombak > kurikulumnya. Harap tahu, Al Azhar masih berada di > bawah pengawasan > pemerintah Mesir. > > Sampai beberapa tahun mendatang, pihak Washington > akan terus berupaya > melakukan intervensi terhadap Kairo dengan berbagai > cara. Apalagi > kondisi perekonomian Mesir yang sangat tergantung > pada belas kasih > Barat. Pasca krisis Argentina lalu, juga ikut > menyulut berbagai > gejolak di berbagai kawasan Mesir. Kondisi ini > diperparah dengan > turunnya 25% harga mata uang Jeneh karena kebijakan > pemerintah yang > salah. Faktor lain, tidak adanya independensi Bank > Sentral yang > bertanggungjawab untuk meregulasi harga tukar uang. > Majalah Al > Mujtama' edisi No.1488, (9/2) lalu, akibat salah > kebijakan itu, Mesir > kini mengalami peningkatan angka pengangguran 20%. > Apa yang bakal terjadi bila Mesir mampu dipecundangi > pemerintahan > George W. Bush? Menurut Quth Al Arabi seperti > ditulis Al Mujtama', > kemungkinan besar, maka nasib Mesir tidak akan jauh > berbeda dengan > Yaman yang memutuskan untuk menutupi semua > pesantren-pesantren dan > sekolah berbau agama. Harap tahu saja, bukti > patuhnya Yaman pada AS, > beberapa saat yang lalu, ada 40 mahasiswa Islam asal > Indonesia yang > sedang belajar di Universitas Jama'ah Iman > ditangkap. > > Seperti halnya Yaman atau Turki, semua pesantren > akan dijadikan > sekolah umum. Gejala ini hampir sama halnya dengan > apa yang terjadi > di Pakistan dewasa ini. Dengan bantuan dana 100 juta > dollar AS, > Pakistan meluncurkan program kontrol terhadap > pesantren yang ditaksir > berjumlah 7 ribu pondok dan tersebar di seluruh > wilayah negeri > pecahan India tersebut. Melalui lembaga pengawas > (kalau di Indonesia > semacam Depdagri dan Depag), pemerintah akan > mengawasi seluruh > kurikulum, termasuk berbagai jenis selebaran, > tabloid, dan percetakan > milik pesantren. Kabarnya, Pakistan, bahkan, > membentuk semacam > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax http://taxes.yahoo.com/ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

