Kampung, April 2002
Assalamu�alaikum wr.wb.,
Mendapatkan kemenakanda Sjamsuddin Sutan Rajo Endah
beserta keluarga di Jakarta,

Mudah-mudahan kemenakanda sekeluarga dikunjungi surat
mamanda ini senantiasa berada dalam keadaan sehat
walafiat tiada kurang suatu apa. Demikian pula insya
Allah kami segenap kaum permili di kampung ini.

Tersirap darah ambo ketika menerima surat kemenakanda,
karena memang iyo sudah lama betul rasanya kita tidak
saling berkirim surat. Bersyukur benar ambo karena
rupanya tidak ada rundingan nan sulit nan kemenakanda
sampaikan. 

Adapun tantangan kebiasaan kami di kampung serupa yang
kemenakanda sebutkan tidak dapat kiranya dimungkiri.
Kalaulah ada pisang setandan dua tandan yang tidak
habis dimakan kami jual seadanya saja, beradik dengan
cara diberikan saja kepada orang. Tidak pernah
teragak-agak nak menjualnya dalam bentuk lain. Karena
bentuk lain apa pula lagi yang dapat kami buat selain
dari goreng pisang, sedangkan goreng pisang sudah pula
ada orang yang menjualnya. Pisang itu sepertinya tidak
kami hargai karena dia tumbuh begitu saja dalam parak,
tidak pernah kami menanamnya. Sudah ada saja sejak
seisuak dan dia beranak pinak sendirinya. Paling
banyak kami buangkan kerisiknya sekali-sekali. Sesudah
membaca surat kemenakanda baru terpikir-pikir pula dek
ambo, betul sekali yang kemenakanda sampaikan.
Kalaulah agak diurus sedikit parak pisang itu, ditanam
jenis yang disukai orang banyak, dipelihara
sekadarnya, kiranya sangat mungkin untuk diperjual
belikan dengan harga berpatutan. Daripada cara seperti
selama ini, hampir mubazir saja rasanya hasil parak.

Hanya akan menyampaikan rencana kemanakanda kepada
orang kampuang masih teragak-agak ambo. Karena seperti
kemenakanda ketahui, orang awak ini banyak cimees,
banyak jungua manjungua-an. Terasa dihati ambo, bialah
nak ambo mulai saja dahulu sendiri, baru sudah itu
ambo angsur-angsur manyampaikannya. 

Kalau dipikir-pikir sebenarnya banyak benar yang perlu
kita pelok-i di kampung ini. Parak-parak dibelakang
rumah di kampung kita selain ditumbuhi pisang banyak
juga isinya yang lain. Ada kayu surian sebatang dua
batang, ada pula batang buah-buahan, entah durian,
entah manggis, entah limau, entah kuini. Boleh
dikatakan tidak ada yang di urus. Kalau berbuah, ada
hasilnya, bak kata kemenakanda kami jual saja
tagak-tagak. Durian masih dibatangnya sudah datang
orang membeli. Dan tidak pernah kami pikirkan nak
menanam yang baru. Paling jauh kami lemparkan saja
bijinya, kok mau tumbuh  nak tumbuhlah dia. Di parak
awak sejak batang durian nan lama mati baru setahun
nan lepas ambo tanam dua batang lagi, entahkan mau
besar entah tidak. Dan kalau besar entah pabila pula
akan berbuah.

Namun senang hati ambo, dek terpikir jua oleh
kemenakanda nak berbuat sesuatu di kampung kita ini.
Walaupun baru niat, mudah-mudahan disampaikan Tuhan
jua hendaknya. Kalau iyolah dapat kami manfaatkan
hasil-hasil nan salamo ko serupa tercampak-campak saja
karena kurang terurus, tentulah akan senang betul hati
orang kampung dibuatnya. Dan mudah-mudahan  dapat pula
memperbaiki kehidupan masyarakat sedikit-sedikit.
Karena umumnya kami di kampung ini kalau dipikir-pikir
memang iya banyak malas. Segala usaha dikerjakan
secara turun temurun saja, entah cara ke sawah, entah
cara berteranak, entah cara memelihara parak dan
sebagainya. Belum ada kita yang bersungguh-sungguh nak
mencoba dengan cara yang lebih baik. Akhirnya ya
seperti tadi itu, banyak yang hampir-hampir mubazir
saja jadinya.

Baiklah kemenakanda, ambo cukupkan sekitu saja dulu
surat ini, lain kali insya Allah ambo sambung pula.
Salam kemenakanda untuk segenap kaum permili maupun ke
jamaah di mesjid sudah ambo sampaikan. Mereka berkirim
salam pula kembali. Tertompang pula salam untuk
kemenakanda sekeluarga.

Wassalam mamanda,

Marah Sutan




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax
http://taxes.yahoo.com/

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke