Mari kita berbincang Pendidikan Agama di Sumbar. Assalamualaikum Wr.Wb.
Mukaddimah: Sumatera Barat,zaman tempo dulunya,merupakan Pusat Pencetak para Ulama.Dari segala penjuru daerah yang ada di Indonesia datang menimba Ilmu ke Sumatera Barat,dan termasuk dari jiran tetangganya yaitu Malaysia,Singapore,Brunei Darussalam dllnya. Sumatera Barat yang terkenal dgn Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang,yang didirikan oleh Pemimpinnya Rahmah El Yunusiah.Perguruan Thawalib Al Ustadz Zainuddin labay.Parabek,dan beberapa tahun belakangan ini telah berdiri pula beberapa pesantren Islam,yang cukup berkompotent,dgn bangunan yang sedernana,juga bangunan megahnya. Universitas Al Azhar yang ada di Mesir (khusus bagian Banaat,atau wanitanya),didirikan setahun setelah kunjungan Syeikh Al Azhar,Mesir ke Diniyyah Puteri(data selengkapnya dapat dibaca di buku 50 thn Diniyyah Puteri,Pd.Panjang).yang pada masa itu sangat tertarik dgn system yang ada di Din-put,karena ada sekolah yang mendidik khusus wanita saja. Maka atas kunjungan syeikh Al Azhar inilah, timbulnya prakarsa akan mendirikan Universitas cabang Al Azhar khusus utk wanita,di Mesir.Hal ini diungkapkan langsung Syeikh Al Azhar pada pimpinan Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiah. Dari sedikit cerita diatas,dapat kita mengambil kesimpulan,bahwa betapa Sumatera Barat dahulunya begitu dikagumi,menjadi dambaan setiap orang utk menyekolahkan anak-anaknya khusus dalam bidang agama,agar mencetak setiap insan kamil menjadi Ulama yang berkompotent. Saudara-saudara saya sekalian,..semua kegemilangan Sumbar itu terjadinya kapan..?jawabnya :beberapa tahun yang lampau,..sudah lama sekali�. Lantas bagaimana dengan Sumbar sekarang..?jawabnya sangat merosot sekali.Jatuh terpuruk,jauh ..bahkan seolah-olah hampir punah ditelan masa.Mungkin kita sdh melihat dan merasakan sendiri bagaimana Pendidikan Agama di Sumbar sekarang.bagaimana keadaan-keadaan Pesantren kita yang ada di Sumbar itu.Sungguh kita pasti akan merasakan perbedaan �perbedaan yang sangat menyolok sekali,terutama bagi mereka yang pernah mengecap langsung di Pesantren �pesantren tsb. Saya ambil contoh yang lebih kongrit lagi.Yaitu Diniyyah Puteri dan Thawalibnya.Jangankan dimasa-masa tahun 1985-1989(disaat saya mengecap pendidikan di sana).Masa sebelum itu saja pendidikannya sudah sangat menurun,apalagi saat ,saya sedang menimba ilmu disana,terutama dimasa sekarang, Juga pada Thn yang lalu(2001)saya dan beberapa kru lainnya langsung meninjau Pesantren Thawalib,Din-put,MAKN Koto Baru,Termasuk IAIN Imam Bonjol,STAIN Bukittinggi dan beberapa Pesantren,beserta beberapa MAN2 lainnya yang ada di Sumbar.Perih hati saya,bahkan hancur,seakan-akan ada sayat-sayat sembilu yang menusuk-nusuk jiwa raga ini.Belum lagi Mesjid-mesjidnya yang seakan-akan kurang berpenghuni dan berfungsi. PENYEBAB KEMUNDURAN Sekarang,mari coba sama-sama kita menyibak tabir rahasia kemunduran tsb(masing-masing kita boleh dan dapat menuangkan keluhannya sendiri-sendiri,dgn melihat realita yang ada sekarang).Apa sebab ,dan mengapa sampai terjadi kemerosotan tsb..? Jawabannya pasti ada didalam benak kita masing-masing. Namun disini kita sama-sama mencoba sedikit mengoreknya: 1.)Ditinjau dari segi kurikulum Pendidikannya: Disadari atau tanpa disadari,setiap periode,kurikulum yang ada di Pesantren-pesantren maupun Man-Man,selalu berobah-obah,mengikuti siapa yang duduk di Pemerintahan (Menteri Pendidikan saat itu).Berganti Menteri agamanya,maka berganti pula kurikulumnya(hal ini juga terjadi di setiap pendidikan Umum yang ada di Indonesia).Bangsa Indonesia pada Umumnya,serta Sumbar khususnya,tidak mempunyai standarisasi,dalam menerapkan System Pendidikannya.Tidak ada kurikulum yang tetap,yang dapat dijadikan standar.Pelajaran,diikuti dgn selera Menteri yang memegang tampuk kekuasaan disaat itu. Kalau kuning corak dan warna Menterinya,maka kuninglah kurikulum yang dipegang saat itu.kalau hijau,maka hijau pula,dan begitulah seterusnya.Ganti Menteri,ganti pula systemnya.Begitulah seterusnya.Itu salah satu penyebab Pendidikan kita,ngak pernah maju-maju.Begitu pula yang terjadi dgn Pendidikan Agama.Jangankan Man-man yang kurikulumnya berada di bawah penguasaan DEPAG,Pesantren-pesantren lainnyapun ikut-ikutan pula merombak system dan ciri khas sekolah ataupun perguruan itu,dan hampir semua mengikuti kurikulum yang berasal dari DEPAG.(Padahal,setelah saya melihat langsung buku-buku yang di terbitkan oleh DEPAG itu,sangat jauh dari kesempurnaan,banyak yang kurang.dari hampir setiap materi pelajaran.) 2).Ditinjau dari segi Guru,atau Dosen yang mengajarkannya. Dimasa sekarang,sangat sulit sekali mencari dan mendapatkan seorang "Pendidik".Meskipun banyak yang "mengajar".Sangat berbeda antara kata "Pendidik dan Pengajar".Mungkin kita semua sudah tahu perbedaan yang sangat mendasar dari kedua kata tsb.Seorang Pendidik atau pengajar yang ikhlas,dan ahli dalam bidangnya.sangat sulit ditemui. Misalkan saja.Seorang yang pada dasarnya spesialisainya adalah bidang Sejarah Islam.Namun amat disayangkan sekali,ketika mengajar,ia disuruh memberikan pengajaran di Bidang B.Indonesia.Atau juga,Ia seorang yang memang menekuni Bidang Agama,namun dalam penekunannya tsb,tidak ia spesialisasikan.Dgn arti kata,guru ,atau dosen tsb,tidak ahli dalam bidangnya.Bagaimana ia akan mengajarkan kepada siswa-siswinya,sementara pengajar tsb,kurang menguasai materi yang ia sampaikan. Suatu hal yang sangat aneh kelihatannya bagi kita,apabila melihat seorang pengajar,atau pendidik,yang bila besoknya ia akan tampil utk mengajar,malamnya,atau sehari sebelumnya,ia masih melihat-lihat kamus,utk mengartikan kata-kata yang akan diajarkannya,bahkan boleh dikatakan pendidik itu sendiri kurang memahami materi yang akan ia sampaikan.(maaf hal ini saya lihat sendiri dibeberapa MAN,juga IAIN,maupun STAIN). Disini ia, salah satu letak kemunduran Pendidikan di Indonesia,khususnya Sumbar(karena kita berbicara ttg Sumbar). Sangat sulit mendapatkan seorang Pendidik yang ahli dalam bidangnya.Amburadul saja,asal mengajar,tanpa memikirkan apakah siswa mengerti atau tidak dgn apa yang ia ajarkan.Pengajar tsb,tidak mau tahu,yang penting ia mengajar,selesai target yang di tetapkan oleh kurikulum(bahkan ada yang cuek,ngak sempat menyelesaikannya).Dan keadaan ini diperparah lagi dgn sikap pengajar tersebut yang kurang Ikhlas didalam mengajar.Sulit mendapatkan(saya pinjam kata-kata sahabat saya)."Pahlawan Tanpa Tanda Jasa",dizaman sekarang ini.Sekolah sudah dijadikan ajang utk berbisnis,mendapatkan duit sebanyak-banyaknya melalui siswa. 3)Sarana dan Prasarana dari segi kelengkapan alat-alat pengajaran: Dapat kita melihat dari sebagian sekolah,pesantren maupun perguruan yang ada di Sumbar betapa kurangnya,alat-alat pendukung didalam pengajaran.Seperti contoh,coba kita lihat berapa sekolahkan yang ada gedung Pertemuannya,Mushalanya, Laboratoriumnya,dllnya..?.Cobalah kita sama-sama memikirkan,bagaimana seorang pendidik mengajarkan suatu materi yang seharusnya ia menjelaskannya dgn alat peraga,namun alat-alat tsb,tak mencukupi,bahkan tidak ada sama sekali. Suatu contoh,dalam mengajarkan anak didik dalam berbahasa asing,takkan mungkin mereka akan lebih cepat pintar,kalau saja,mereka tidak sering diajak mendengarkan langsung bahasa tsb,dari Negara yang bersangkutan,seperti B.Arab,English,France,Japan,dllnya.Yang namanya berbahasa itu,bukan hanya sekedar teori,tapi praktek langsung.Kalau alat-alat pendukungnya tidak ada,bagaimana kita akan cepat maju..? Begitu juga dgn Laboratorium Kimia,Fisika,Biologi.Kalau kita ingin melihat segala macam isi yang ada di tubuh seekor katak,cacing,atau binatang lainnya,juga tumbuh-tumbuhan,air,tanah dllsbgnya,bagaimana kita akan melihatnya secara jelas,kalau Laboratorium utk kepentingan semua itu tak memadai,bahkan tak ada sama sekali..?Kita semua mungkin merasakan bahwa semua hasil yang akan diperoleh,sangatlah minimnya,bahkan bisa jadi NONSEN.Letih saja Pendidik berkoar-koar menjelaskan materi pengajaran,kalau beberapa hari setelah itu siswa telah melupakannya.Lupa,karena tidak ada yang mereka praktekkan secara langsung.Tidak salah siswa. 4)Jiwa Pengajar dan Siswa sekarang. Ilmu yang ada sekarang,biasanya hanya sekedar utk mendapatkan nilai ujian yang baik,utk lulus,naik kelas,belajar disaat akan ada ulangan saja,bahkan ada yang cuek-cuek kering sama sekali.Pokoknya (tidak rantingnya),belajar itu hanya sekedar dapat titel,gelar,dan dapat kerja nantiknya.Memang setiap kita pasti menginginkan pekerjaan yang layak,siapa sih yang tak ingin mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi lagi,kalau kita bisa tinggi apa salahnya,asal jangan ketinggian,nantik tak dapat turun lagi,kalau jatuh tak ada yang menampung. Tapi apakah hanya dgn sekedar dapat titel,dan pekerjaan saja tugas kita belajar itu..?Lantas dimana pengabdian yang hakiki,pengabdian yang ikhlas.Ada masanya ilmu yang ada pada kta memang utk mencari nafkah,tetapi bukan semua masa dipergunakan ilmu yang ada pada kita itu utk dijadikan ajang berbisnis.Ada masyarakat miskin yang membutuhkan uluran tangan,kasih sayang juga pemikiran kita,dgn tanpa harus mendapat imbalan apapun dari mereka.Masyarakat yang orang tuanya tak mampu lagi menyekolahkan anaknya,dgn biaya yang cukup tinggi.Sementara mereka mempunyai otak yang cerdas,kemauan yang keras.Itulah yang harus dibantu,tanpa sedikitpun seorang pengajar itu memungut apapun dari mereka. Tetapi teramat disayangkan bagi pengajar �pengajar kita sekarang,kurang memperhatikan masalah ini,mereka sama ratakan saja semua orang.Bahkan bagi pengajar yang berwatak Material,akan membedakan antara siswa yang kaya dan yang tak mampu.Dimana letaknya jiwa Pendidik kita sekarang�??Dimanakah hati yang bersih itu,telah hilangkah pancaran sinar illahi dari kita semua..?Begitu egois kah hidup kita didunia ini.Bukankah kita hidup sbg makhluk social,makhluk bermasyarakat.Begitu tragiskah krisis ekonomi yang malanda Indonesia saat ini,sehingga semua memikirkan kepentingannya masing-masing,tanpa harus melihat manusia yang tak mampu,mengharapkan belai kasih dari kita? 5)Jiwa Pejabat (Atasan) Sangat teramat disayangkan,teramat banyak yang mewarnai,jiwa atasan zaman sekarang adalah sifatnya yang suka memerintah saja,tanpa memperhatikan kesejahteraan dari bawahannya.Dari atasan kurang berwibawa,kurang ada rasa kasih sayang,dan perhatian terhadap bawahannya,kurang disiplin,minim akan kerja nyata.yang dipentingkannya hanyalah utk kemaslahatan pribadinya saja,bagaimana agar ia cepat naik pangkat dan jabatan.Dan tak memikirkan sama sekali akan kemajuan dari instansi yang ia kelola.Tak memikirkan bagaimana agar Pendidikan dan pengajaran itu agar lebih maju,dari sebelumnya.Ia hanya memikirkan bagaimana agar dapat mengumpulkan duit sebanyak-banyaknya dgn jabatan yang telah ia pegang itu. Jiwa utk membangun bangsa itu betul yang telah hilang dari dalam dirinya.Yang ada hanyalah keegoisannya utk mengumpulkan dana,yang pada buntutnya ia dapat berusaha membuat proyek ini dan itu,pada akhirnya dgn jalan tsb,ia dapat mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya,dgn jalan korupsi,memanipulasi milik sekolah dan masyarakat,juga Negara.Hampir disetiap instansi akan kita temui hal semacam ini.Bagaimana bangsa ini akan maju..?Jiwa korupsinya itu betul yang sudah melekat,seperti kata orang,bila cinta telah melekat,tahi gigipun terasa coklat.Bila cinta dunia dan materi telah bersemayam dalam hati,telah menyatu balut dalam jiwa seseorang,maka segala kebaikanpun akan pupus dan sirna dalam dirinya.Korupsi itu pun dirasakan suatu hak dan kewajaran saja. 5)Dan lain-lain lagi yang sangat banyak mendominasi kemunduran Pendidikan secara Umum di Sumbar,dan dapat kita bicarakan lagi dimasa yad,ttg kekhususan atas mundurnya di bidang agama di Sumbar itu(disini tak mungkin semua itu akan kita bahas)Karena masih ada lagi yang akan saya sampaikan,yaitu mengenai langkah-langkah dalam mengatasi problema semua ini. LANGKAH-LANGKAH PERBAIKAN: Dari sekian banyak langkah-langkah utk menuju perbaikan Pendidikan di Sumbar,yang pada akhirnya menjurus kepada perbaikan agamanya juga nantik.Pasti masing-masing kita mempunyai saran,ide dan buah pemikiran utk semua ini.Saya yakin betul akan hal ini.Tapi mari kita sama-sama mencoba merumuskannya sedikit,dan utk kelanjutannya dapat kita diskusikan bersama-sama,bila kita mempunyai waktu utk itu. 1).Langkah pertama adalah,dgn mulai menseleksi kembali atas penerimaan Pengajar,Pendidik disetiap instansi,sekolah,perguruan,pesantren dllnya itu.Harus sama-sama dirumuskan kembali,apa itu kriteria-kriteria yang pantas diterima bagi mereka yang akan mengajar disuatu lembaga pendidikan..?Tidak asal sembarang terima saja. 2).Membersihkan semua kekotoran-kekotoran yang ada dalam jiwa semua pengajar,pendidik(bila telah terlanjur diterima),dan ini memakan waktu yang cukup lama dan terlalu sulit,bukan segampang membalikkan telapak tangan.Namun atasan sangat berpengaruh sekali dalam masalah ini.Jadi yang utama adalah menseleksi setiap jiwa yang akan duduk memimpin suatu lembaga itu.karena apa..?Karena biasanya bawahan itu mengikut pada atasannya.Kalau bobrok yang diatas,maka akan lebih mudah lagi jelek yang dibawah.Bila baik yang diatas,maka ada kemungkinan besar,yang diatas akan membawa yang dibawah mengikut kebaikannya."mensano in corpore sano,Tut wuri handayani" Bila penyakit-penyakit dan kotoran itu telah dibersihkan maka akan dgn mudah memasukkan yang bersih dalam jiwa seseorang.Utk suatu pengobatan,biasanya yang perlu dicari dulu adalah penyebab penyakit tsb,kemudian di bersihkan,baru diisi dgn makanan2 yang bergizi.Atau sama saja,bila kita ingin mengisi Bak kamar mandi(sumur),kita akan membersihkan dulu sumur,atau bak itu sampai kepaling dasarnya sekali.sampai bersih.kalau saja masih ada kotoran yang melekat dalam tempat air tsb,maka bila diisi dgn air yang baru,meskipun kotoran yang melekat itu sedikit tapi masih juga belum hilang,bagaimanapun air baru yang telah diisi itu akan terpengaruh juga dgn sedikit kotoran tadi.paling tidak warnanya tidak sejernih yang diharapkan.(coba saja praktekkan sendiri). 3)Memenuhi sarana dan prasana yang dibutuhkan oleh pendidikan tsb.Dalam memenuhi kebutuhan ini,sangat diperlukan kerjasama antara masyarakat,pemerintah,konglomerat Sumbar yang ada di mana saja. 4) Memberantas mati apa itu yang namanya Koruptor,Nepotisme,Kolusi,sampai keakar-akarnya dgn Menata Management yang rapi dan Transparansi.Administrasi itu harus jelas.Antara Debet dan kredit harus terbuka.Sepanjang segala sesuatu itu ditutup-tutupi maka sepanjang itulah kita selalu berada didalam suasana remang-remang melulu.masih syukur suasananya remang,karena masih juga kelihatan meskipun Cuma samar-samar,yang di khawatirkan adalah,cuaca remang itu menjadi gelap gulita sama sekali,kalau tidak diantisipasi dari sekarang. 5)Khusus utk Pendidikan bidang agama.Hal ini dimulai dari diri,dan keluarga masing-masing dgn membiasakan shalat Berjamaah,mengkaji Kandungan Al Qur'an dan Assunnah.Membangun dan mengisi kembali Mesjid-mesjid,atau surau-surau dgn kegiatan keagamaan,yang lebih bermanfaat,seperti membiasakan setiap pagi dan magrib, dan bila setiap waktu lebih baik lagi,dgn shalat berjamaah,mengkaji masalah-masalah yang menyangkut agama, juga masalah masyarakat disekelilingnya,membina masyarakat utk mulai kembali membaca Al Qur'an dgn fasih,menghafalnya,dan "mengkajinya",bukan hanya sekedar "mengaji saja" Mengkaji Al Qur'an bersama-sama jauh lebih besar manfaat dan fahalanya,ketimbang hanya sekedar mengaji saja.Seminggu sekali,ataupun sebulan sekali,tetapi dilakukan secara disiplin dan teratur,serta terorganisir.Dalam hal ini sangat dibutuhkan seorang Pendidik yang berjiwa social,dan penuh kasih sayang,serta sabar dalam mendidik masyarakat,yang masih sangat butuh bimbingan yang teramat sangat.Kita semua yakin bahwa masih ada,bahkan bisa jadi cukup lumayan jumlahnya ,diantara masyarakat Sumbar,yang pada dasarnya mereka ini mempunyai jiwa yang bersih dan social,penyabar, penyayang,pintar-pintar,.kalau saja hal ini kita lakukan secara bersama-sama,penuh rasa kekeluargaan,dan persaudaraan yang tinggi.Kerjasama di semua bidang Agama dan Umum sangat dituntut dalam membangun kembali masyarakat Sumbar yang madani.Antara IMTAG dan IPTEK,tak dapat dipisahkan sama sekali,keduanya seperti seperti mata rantai yang saling terkait satu sama lainnya."Bak Pinang dibelah dua",sangat serasi bila disatukan.Kalau tegak sendiri-sendiri,maka kepincanganpun akan terjadi.Kemajuanpun akan terhambat. Demikian dulu,salah dan janggal mohon dimaafkan(saya bersalah bisa jadi,saya mohon maaf utk kesalahan itu,tapi jangan disalah-salahkan,alias dicari-cari kesalahan saya,berdiskusi boleh,tapi jangan tuding menuding.Jangan-jangan dikarenakan tulisan saya kali ini akan menimbulkan polemic lagi,serta akan ada lagi yang tergusur,oleh karena itu,mari kita sama-sama bila berdiskusi itu dgn cara yang baik-baik.) Wassalam (Cairo 21,-04-02,Rahima Sikumbang) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Games - play chess, backgammon, pool and more http://games.yahoo.com/ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

