Saya yang salah...

Sebagai bangsa yang pernah merasakan pahit getirnya kolonialisme dan state terrorism, kita patut memprotes keras aksi-aksi Bani Israil di tanah Palestina. Kata kuncinya adalah Eropa. Dia yang mulai, dia yang mengakhiri. Eropa yang bersimpati mendalam thd pembantaian Yahudi oleh Hitler, terutama Inggris, telah memberi peluang Bani Israil untuk menempati bekas koloninya di The Promised Land itu.

Dalam sebuah diskusi di message board Yahoo, saya pernah 'menawarkan' kepada sejumlah mitra diskusi dari AS yang kebetulan keturunan Yahudi. Tawaran itu sarinya sbb,

"Mungkinkah kalian pindah dari Israel ke Indonesia dan membiarkan tanah itu untuk bangsa Palestina? Saya yakin pemerintah dan rakyat Indonesia akan berlapang dada bagi anda untuk menempati sekian dari ribuan pulau yang 'nganggur' di archipelago kami, belum lagi keuntungan ekonomis dan investasi yang kami terima dari eksodus seperti itu.."

Jawaban mereka hampir sama. "Kami hanya menuntut hak kami."

Ini yang sulit. Bila Bani Israil dan Palestina sama-sama merasa berhak atas tanah-tanah di sekitar Bukit Zion itu, maka pergumulan tak akan kunjung henti.

Dan yang membingungkan saya, para counterparts di message board itu tatkala saya tanya perspektif mereka tentang Islam, rata-rata menjawab Islam adalah agama yang benar, sejuk dan toleran.

Ulama di Tanah Air tak bisa disalahkan karena Kitab Suci memang mengingatkan untuk hati-hati dengan segolongan Yahudi dari Bani Israil. Mencek dan ricek setiap informasi dan ajaran yang datang dari Barat, misalnya, karena jangan-jangan itu adalah propaganda Yahudi yang hendak menjerumuskan umat Islam. Atau sifat dengki (hasad) sebagian dari mereka terhadap orang Islam. Hanya itu, ..kurang lebihnya....pesan Al Quran ul Karim.

Tapi Kitab Suci juga mengingatkan untuk tidak sesekali bekerja sama dalam permusuhan dan kebencian, kecuali untuk kebaikan dan amal shalih. "Thou shall not cooperate for warship and hatred but toward generosity and working righteously."

Kalau ada yang disalahkan, salahkanlah mimpi-mimpi orang Yahudi itu yang ingin mendapatkan kembali 12 sumber mata air suci (white water wells) yang mengalir di sela-sela bebatuan Bukit Zion (Thur Sina).

Kalau ada yang disalahkan, salahkanlah mimpi2 mereka tentang kisah Bukit Zion dimana Musa berbicara langsung dengan Tuhan-nya. Kawasan terhormat yang ditandai dengan pelasan sandal oleh Musa sebelum naik ke atasnya.

Salahkanlah mimpi2 mereka tentang sumber api abadi di Bukit Zion yang menjadi petunjuk arah bagi Musa menuju pertemuan dengan Tuhannya..

Kalau ada yang disalahkan, salahkanlah mimpi-mimpi orang Yahudi itu yang ingin menguak rahasia Isra' Mi'raj Muhammad dengan harapan mereka bisa melanglang buana ke antariksa dan jagad raya dari sebuah zona "time tunnel" di sekitar Masjidil Aqsa.

Kalau ada yang salah, salahkanlah sebagian Yahudi yang lihai memanfaatkan isu agama sebagai komoditas untuk mendapatkan kepuasan material bagi dirinya dan kelompoknya seperti sumber air dan sumber energi dari Bukit Zion....

Economics my fellows.... Israel hingga hari ini adalah the US strategic economic alliance ...tak akan pernah ada pembangunan satu unit rumahpun di Tanah Pendudukan melainkan menetes pinjaman 'murah meriah' dari AS.

Dan gilanya, banyak rakyat AS menganggap keturunan Yahudi di Amerika sebagai spesies yang prominent dan outstanding untuk dilestarikan yang a.l. aset utama yang menjadikan AS sebagai negara super power di dunia.

Gilanya Israel (istilah Indra Piliang: Yahudi Zionis dan simpatisan Zionis) terhadap Bukit Zion sama gilanya dengan para industrialis di New York dan Washington ketika mencium bau minyak di negeri orang.

Kita berhadapan dengan sekelompok orang gila yang hidup dengan mimpi-mimpi masa kecil mereka, my friends.

Untungnya bergaul dengan Bani Israil: Kalau saya punya putri yang lanjut usia dan belum menikah saya setuju dia kawin dengan Bani Israil asal lebih dulu masuk Islam --dibuktikan dengan membaca syahadatain. (Allah tidak luput dari apa yang saya tulis ini).

Ruginya: Nantinya saya dan keluarga akan berhadapan dengan irriating groups of Muslim di Indonesia khususnya yang anti-semit seperti sejumlah komunitas di Eropa. Sehingga, saya harus membuat klarifikasi tentang pernikahan anak saya agar martabat saya tidak tercemar di mata mereka.

Kalau ada yang disalahkan, salahkanlah saya karena telah berani menulis "Zionism."

Love

A.C. St Rangkayo Labih

 

  "Adi N.S." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamu'alaikum wr.wb.

Saya melihat kebanyakan orang-orang Islam dan juga Ulama-Ulama mereka sangat
membenci kaum Yahudi dan orang-orang Bani Israel. Saya tidak menjumpai
sejarah Rasulullah SAW dan juga ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintahkan,
menganjurkan untuk membenci dan memerangi mereka (orang-orang Yahudi)
tersebut.

Dan yang lebih aneh lagi kebanyakan orang-orang Islam di Indonesia cenderung
tidak mau berhubungan apapun dengan orang-orang Yahudi. Juga pemerintahan
kita tidak mau menjalin hubungan diplomatik dan juga perdagangan dengan
mereka. Apa jeleknya berhubungan dengan negara tersebut? Dan apakah apakah
akibat terburuk yang akan kita alami jika negara kita berhubungan dengan
mereka? Mohon pencerahan bagi saya yang tidak mengerti ini

Wassalam yang bodoh,

Adi N.S.





Do You Yahoo!?
Yahoo! Games - play chess, backgammon, pool and more

Kirim email ke