Jakarta, 23 April 2002.
Ajoduta Mardin yang baik.
Assalammualaikum Wr. Wb.
Maaf kalau ambo ikut response ke posting ajo. Ado tigo hal; nan
menyababkan ambo taragak babincang-bincang jo ajo. Pertamo ambo banyak kali
membaco posting ajo, sejak peristiwa beberapa waktu lalu katiko orang (maaf
tipikal urang awak) mempertanyakan masalah pak Emil sebagai bekas pejabat
orde baru dan menyangko pasti lai mandapek dari jabatannya itu. Katiko itu
ajo mencubo meluruihkan bahwa pak Emil untuk membiayai anaknya sekolah di US
pun harus menjual rumahnya, suatu jawaban simpatik yang saya sangat senang
dengan pribadi Ajo yang seperti itu.
Kedua dua minggu nan lalu, sdr. Zainuddin (maaf kalau salah
mengingatnya) yang tinggal dirumah ajo di Pondok Labu (maaf kalau salah
lagi) menanyakan kepada saya apa saya kenal dengan Ajo Duta di Washington,
saya katakan bahwa saya sering membaca tulisannya, tapi tidak kenal dengan
orangnya. Dia, yang saya kenal kira-kira tiga tahun lalu, mengatakan bahwa
dia diamanati untuk mengurus rumah ajo. Semoga memang ajolah orang yang
dimaksudkannya itu. Dia bertemu ambo untuk mendiskusikan masalah pembangunan
Bangkulu pasca Otonomi Daerah, yang memang terkadang mengkhawatirkan,
terutama bagi Daerah yang tidak memiliki sumber alam, tambang atau hutan.
Ketigo soal pulanglah rang rantau, posting ajo nan kini. Barangkali
memang masih berkembang persepsi dari sementara kita bahwa kalau ingin
membangun daerah, kita harus pulang. Padahal pulang itu memperkecil
opportunity cost sementara kita, yang secara rasionil tentu tidak akan kita
lakukan. Sementara itu membangun kampung halaman dan masyarakatnya yang saat
ini sedang ketingggalan dan kehilangan masa depan, tidak memerlukan
kehadiran phisik kita. Theori Peter F. Drucker, Managing for the future,
1990 and beyond, Truman Talley Books, 1993, mengungkapkan bahwa masyarakat
masa depan yang maju adalah masyarakat yang memiliki organisasi. Dengan
organisasi itulah kita harus membangun. Salah seorang kawan ambo di Toronto,
mencontohkan baa urang Irlandia nan pamberang dan pemabuak (dua juga Irish,
ahli ekonomi pertanian), berhasil membangun Irlandia dengan bekerjasama dan
mengirimkan sebahagian dari keuntungan kadainyo untuk ditanam di Irlandia.
Berdasarkan pandangan itu, kami dari Lembaga Kajian dan Pemberdayaan
Masyarakat Yayasan Imam Bonjol bersama top brass dari RantauNet, ingin
mengajak Ajo dan kawan-kawan lain untuk mempasamo samokan pemberdayaan
(bahaso ajo = empowering) masyarakat Minang, agar dalam 25 tahun mendatang
kembali menjadi center of excellence, makmur, terdidik dan menjadi gen yang
menonjol dalam khazanah pergaulan bangsa, seperti pendahulu awak dahulu.
Minang pernah dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang relatif lebih lama
(Imam Bonjol yang berperang lebih lama dari pahlawan nasional lain, kecuali
Teuku Umar & Tjut Nyak Din), Pahlawan Pergerakan seperti Mohd. Hatta, Mohd.
Yamin, H. Agus Salim, Tan Malaka, Mohd. Natsir, dan ratusan pejuang lain,
Pemuka agama dan Pendidikan, Inyiak Rasul. Inyiak Djambek, Inyiak Parabek
sampai kepada Buya Hamka, Rasuna Said, Gafar Ismail, Dt. Palimo Kayo dan
lain-lain, disamping para Ilmuwan seperti antara lain Taufik Abdullah,
Muchtar Naim, Taufik Ismail dll, dan banyak lagi yang lain, termasuk
angkatannya pak Emil Salim dan kawan-kawan
Yang dibutuhkan adalah kemauan yang sama (orang senang menyebutnya
persepsi atau kadang-kadang visi), mengembangkan program yang sesuai, dan
akhirnya mempersiapkan organisasi penunjangnya, seperti nasehat Drucker.
Untuk itu Lembaga Kajian telah mempersiapkan konsep strategis jangka panjang
yang perlu lebih disempurnakan dan dikembangkan untuk 25 tahun mendatang,
yang dimulai dengan meningkatkan kehidupan ekonomi, membangun SDM atas
keunggulan masyarakat Minang yang beragam, pintar, demokratis dan merdeka,
sesuai dengan dinamika sosial budaya Minang yang didukung oleh adat bersandi
syarak, syarak bersandi kitabullah itu.
Untuk memungkinkan tercapainya tujuan tersebut, diperlukan kerjasama
antar orang awak, nan dirantau maupun nan di kampuang dalam satu program
yang nyata. Untuk itu diperlukan pemikiran dan masukan yang lebih baik bagi
kegiatan ini. Namun untuk sementara (colok-colok ganti asah, aka(r) sebelum
rotan tibo) kami telah mempostingkan program jangka panjang di briefcasenya
pak Abrar Yusuf yang dibukanya dari Canberra, untuk mohon Ajo dan
kawan-kawan lain lihat, nan silahkan Ajo komentari, tukuak atau kurangi.
Briefcase itu beralamat : ttp://briefcase.yahoo.com/yayasanib
Terima kasih Ajo, maaf kalau kepanjangan. Salam hormat kami dari
kampuang untuak Ajo dan keluarga. Apo ambo buliah langsung manulih surek ka
alamat ajo?
Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalammualaikum Wr. Wb
M.C. Baridjambek
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, April 21, 2002 8:22 AM
Subject: [RantauNet] Rang Rantau Pulanglah Baa?
> Assalaamu'alaikum WW.,
>
> Dari ota nan tabaco akhir2ko, ado anjuran agar rang rantau
> pulang membangun nagari. Handaknya pasanko dibaco labiah
> kapado nan tasirek.
>
> Pulang secara fisik, bukanlah suatu keniscayaan. Apalagi
> kalau akan manjadi baban. Nan penting keperdulian kakampung
> halaman hendaknya dibuktikan dengan keterlibatan terhadap
> program nan alah berjalan. Banyak kini program SDM (baca:
> pendidikan) sangat memerlukan sentuhan urang rantau. Utamanya
> dalam hal manajemen dan dana.
>
> Kalau RN akan berbuat sesuatu terhadap Minangkabau, marilah
> kita mulai dengan membantu program pendidikan yang ada.
> Antaranya SMK Dhuafa, Sekolah Kayutanam, ASTI Padangpanjang,
> Pesantren Teknologi "Alhakim" di Sulik Aia dll.
>
> Bisa saja awak di RN-ko mangumpuakan zakat profesi atau
> bentuk infaq lain secara rutin, akan sangat berarti bagi kampung awak.
> Ambo agak risau sebagai anggota RN. Alah 10 tahun RN, masih
> sangat minim berbuat untuk Minangkabau.
>
> Baa tu sanak?
>
> Wassalam
> Dutamardin Umar
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================