Ass WW

Sedikit mengomentari apa yang sanak lontarkan di forum ini, saya secara 
pribadi sangat tidak setuju kalau dikatakan ilmu umat islam itu ketinggalan, 
dari sisi apa dunsanak melihatnya. Bidang ilmu apa yang umat islam 
ketinggalan? Apa ilmu mebuat bom, pesawat terbang, membangun gedung pencakar 
langit, pergi kebulan?. Kalau dari ini dunsanak melihat saya kurang setuju 
karena ilmu pengetahuan itu milik semua insan yg ada di atas maya pada ini, 
bukan hanya umat islam. Allah maha kasih kepada semua ciptaanNya ether umat 
islam or umat non islam. Tapi Allah tidak akan sama memberiakn sayangNya. 
Kalau saya lihat ilmu umat islam tidak ketinggalan dibandingkan umat yg 
lainnya tapi masalah utamamanya adalah bagaimana ilmu itu diterapkan. Terus 
terang saya katakan bahwa banyak umat islam yang tidak benar-benar menrapkan 
ajaran islam. Inilah sebenarnya yang terjadi sehingga kelihatannya 
tertinggal. Kalau seandainya kita ingat bahwasanya apa kelebihan kita yg di 
beriakn tuhan nantinya kita pertanggung jawabkan di akhirat sana pasti kita 
nggak akan menyia-nyiakan kelebihan tersebut. Pertanyaannya adalah Apa yang 
sudah kita beriakn pada agama kita, apa kita hanya bisa mengomentari, kritik 
tanpa berbuat? Justru golongan inilah yang pertama2 akan dimasukkan tuhan ke 
neraka karena mereka tahu dan punya kelebihan tapi tidak berbuat hanya 
berkata.

Saya juga kurang setuju dengan mengatakan bahwa umat islam lebih 
mementingkan mejelis wirid dari mejelis ilmu. Wirid adalah ilmu tapi ilmu 
bukanlah wirid. Wirid akan membentuk mental yang berakhlak, iman dan taqwa. 
Tanpa itu ilmu tak kan berguna. Apakah israel maju dari umat islam? saya 
jawab tidak. Kemajuan apa? apa karena banyak orang yahudi yang pintar2? Yang 
perlu digaris bawahi adalah ilmu akan maju jika diiringi dengan iman dan 
taqwa. Ilmu yang maju adalah ilmu yang berakhlak. Tapi majelis wirid tanpa 
diikuti majelis ilmu juga kurang baik. Selama ini yang saya amati bukan 
karena majelis wirid yang menjadikan umat islam tidak terlihat berkiprah 
dalam ilmu pengetahuan tapi umat islam itu sendiri yang masih belum benar2 
meaplikasikan ajarannya.

Islam adalah satu-satunya agama yg diridho Allah, JAdi Dialah yang akan 
menjaga islam. Tidak akan ada satu kaumpun yang akan pernah meruntuhkan 
agama Allah.

Dukun-caniago

>From: "mohdfadzil ahmadfadzil" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [RantauNet] Ilmu umat Islam jauh ketinggalan
>Date: Fri, 26 Apr 2002 07:38:05 +0000
>


_________________________________________________________________
MSN Photos is the easiest way to share and print your photos: 
http://photos.msn.com/support/worldwide.aspx
--- Begin Message ---

Ilmu umat Islam jauh ketinggalan

Wacana Islam

ILMU pengetahuan di kalangan umat Islam mengalami kemunduran seiring dengan mundurnya kekuasaan politik mereka. Sejak keruntuhan Dinasti Abbasiyah (1258) yang sangat menyanjungi ulama, ilmuwan, ilmu pengetahuan sedikit demi sedikit juga mengalami kemunduran.

Walaupun jumlah umat Islam semakin banyak, namun karya tulisan ulama dan ilmuwan Muslim sangat terbatas. Kalau adapun umumnya karya tulisan yang bersifat penjelasan, penafsiran atau ringkasan karya sebelumnya. Ilmu pengetahuan di kalangan umat Islam benar-benar ketinggalan sejak masuknya kolonialisme ke negara-negara Islam sejak abad ke-15.

Sheikh Syaqib Arsalan menulis dalam bukunya, ``Mengapa umat Islam mundur atau ketinggalan di belakang sedangkan non-Muslim lebih maju'', kerana umat Islam lebih mengutamakan majlis zikir daripada majlis ilmu.

Pada perkembangan mutakhir ini ternyata banyak orang yang merasa nikmat dengan menghadiri majlis zikir daripada majlis ilmu. Inilah yang menyebabkan orang Islam ketinggalan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan daripada bangsa-bangsa lain.

Pada pandangan al-Quran ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul daripada makhluk-makhluk lain. Manusia memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya dengan seizin Allah. Justeru begitu banyak ayat-ayat memerintah manusia menempuh pelbagai cara bagi mewujudkan hal tersebut. Berkali-kali pula al-Quran menjelaskan betapa tinggi kedudukan orang yang berpengetahuan. Bahkan tidak sama antara kebodohan dan ilmu. Kemuliaan dalam Islam terletak dalam ilmu. Kerana itulah Islam memberi keutamaan majlis ilmu daripada majlis zikir.

Al-Quran menggesa manusia untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan ilmiahnya. Jangankan manusia biasa Rasul Allah Nabi Muhammad s.a.w. pun diperintahkan agar berusaha dan berdoa agar selalu ditambah ilmu pengetahuannya. Ilmu adalah salah satu syiar Islam dan sesiapa yang hari esoknya sama dengan hari ini, dia itu ketinggalan. Sesiapa yang tidak menuju kepada penambahan ilmu sudah pasti ia menuju kerugian.

Sebenarnya manusia memiliki naluri selalu haus akan ilmu pengetahuan. Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud; Dua keinginan yang tidak pernah puas, keinginan menuntut ilmu dan keinginan menuntut harta. (Riwayat al-Tabrani).

Yang demikian itu ia menjadi penggerak kepada manusia untuk terus mengembangkan teknologi dan memanfaatkan anugerah Allah yang dilimpahkan kepadanya. Justeru kepesatan teknologi sememangnya tidak dapat dibendung. Hanya manusia saja yang dapat berusaha mengarahkan diri agar tidak menurut hawa nafsunya untuk mengumpulkan harta dan ilmu teknologi yang mendatangkan bahaya kepada dirinya.

Semangat keilmuan yang kita ingin bukan setakat meningkatkan perhatian kepada kepesatan teknologi yang semakin hari semakin maju. Tetapi semangat keilmuan mendominasikan pemikiran ilmiah dan ruh keilmuan di sekitar persoalan hidup serta mengeluarkan keputusan atau ketetapan strategi yang bersifat teknik dalam bidang ekonomi, politik dengan kemantapan ilmu yang jauh dari emosi dan ketaksuban.

Ilmu adalah yang membezakan antara yang benar dengan yang batil dalam masalah akidah, yang sunah dan bidaah dalam masalah ibadah, yang baik dan buruk dalam muamalat, yang halal dan haram dalam perilaku, yang benar dan yang salah dalam pemikiran.

Kita tidak boleh membezakan orang kerana kekayaan atau keturunannya tetapi kita hanya membezakan orang dari segi ilmunya. Maknanya dari segi ilmu kita harus membezakan orang-orang tersebut. Sehingga Allah menegaskan beberapa kali.

Adakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (tidak berilmu). (Surah al-Zumar ayat 9).

Pertanyaan dalam ayat itu adalah pertanyaan retorik, ertinya jawapannya tentu tidak sama. Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? (Surah al-An'am ayat 50). Apakah sama kegelapan dengan cahaya. (Surah al-Ra'd ayat 16).

Dalam hadis Nabi ada menyebut,Ada tiga perkara yang boleh merosakkan agama; pertama: Imam yang zalim; kedua: Penguasa yang zalim dan ketiga orang-orang bodoh yang berijtihad. Al-Quran juga menyebut bahawa kita harus menjauhi orang-orang yang bodoh. Jika orang-orang yang jahil itu ajak berbicara, jangan dilayan, tapi ucapkan saja salam.

Demikian jika kita berdiskusi dan ternyata diskusi itu berkembang menjadi tidak ilmiah atau lawan kita itu banyak menggunakan hawa nafsu daripada akalnya, maka jauhilah mereka, kerana nanti kita akan menjadi seperti mereka.

Nasihat Saidina Ali r.a. Taatilah orang yang berakal, anda akan beruntung; bantahlah orang bodoh, anda akan selamat. Ilmu dalam perspektif syariat bersifat konstruktif bukan destruktif, dinamik dan bukan statik, kerana ia lahir dari rahim keimanan.



MSN Photos is the easiest way to share and print your photos: Click Here
RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung =============================================== --- End Message ---

Kirim email ke