Assalamu'alaikum WW

ooo...rupunyo Kanda Mestika Zed iko sejarahwan...... maaf kalau salamo iko 
ambo indak tau...malah ambo manyangko baliau wartawan.....
Salamaik ateh deklarasinyo....mari awak buktikan baiak buruaknyo sejarah 
sacaro benar tanpa terbias dek politik atau oknum politik....

Dan iko bukan masalah "titik nol atau bukan" hehehehe.... kalau titik memang 
cuma titiak kalau nol bantuak donat.....

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak


http://www.republika.co.id/propinsiDet_detail.asp?prop_id=10&id=72822&kat_id=132

Sabtu, 27 April 2002
''Deklarasi Bukittinggi'' Tuntut Pengakuan Terhadap PDRI

Padang -RoL-- Propinsi Sumatera Barat akan mengeluarkan "Deklarasi 
Bukittinggi" yang menyuarakan tuntutan kepada Presiden Megawati 
Soekarnoputri agar mengakui eksistensi PDRI (Pemerintah Darurat Republik 
Indonesia) sebagai bagian integral dari Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.
"Tuntutan itu akan kami suarakan di Bukittinggi, dalam sebuah diskusi 
panel," ujar Dr. Mestika Zed, Ketua Panitia Diskusi Panel tentang 
"Yogyakarta dan Bukittinggi, Dua Pilar Sejarah
Perjuangan Bangsa di Masa Krisis 1948 - 1949", kepada wartawan di Padang, 
Sabtu (27/04/02).
Menurut sejarawan ini, Deklarasi Bukittinggi akan dilahirkan
dalam diskusi panel yang digelar di Gedung Negara Tri Arga, di Bukittinggi, 
Selasa (30/4), yang akan dihadiri sejumlah pakar
sejarah yang akan tampil dalam sejumlah sesi dalam diskusi tersebut.
Para pembicara dalam diskusi itu antara lain Prof. Dr. H. Kusnadi 
Hardjasoemantri, Prof. Dr. Taufik Abdullah, MA, DR.
Oemardjati Soepajar, MA, Prof. DR. Selo Soemardjan, MA, sejarawan serta 
sejumlah pejuang PDRI.
Lebih jauh disebutkannya bahwa upaya untuk meluruskan sejarah PDRI merupakan 
agenda nasional dan bukan bersifat lokal. Tapi, karena hingga sekarang belum 
ada pengakuan pemerintah pusat akan adanya PDRI, Sumbar dan masyarakat 
sejarawan Indonesia (MSI) Sumbar terus memperjuangkannya.
"ini baru akan berakhir jika sejarah PDRI sudah dimasukan ke dalam lembaran 
negara dan diperingati sebagai hari besar
nasional setiap tanggal 19 September," katanya.
Tentang sudah banyaknya diskusi serupa dilakukan, Mestika
juga mengakuinya. "Memang benar, tapi kami tidak bosan-bosannya berupaya 
menggugah ingatan kolektif tentang PDRI, serta hubungan Bukittinggi dan 
Yogyakarta sebagai bagian penting sejarah nasional bangsa ini," tuturnya.
Mestika Zed mengatakan bahwa penyelenggaraan diskusi panel itu bukanlah 
sebagai "aji mumpung", yang kebetulan bertepatan dengan kedatangan Sri 
Sultan Hamengku Buwono X ke daerah itu.
Sri Sultan dan Kanjeng Gusti Ratu Hemas akan berada di Sumbar dalam rangka 
menerima gelar "Sangsako Adat Minangkabau" dari pewaris Kerajaan Pagaruyung 
di Istano Basa, Batusangkar, Senin (29/04/02).
Alasan dilaksanakannya kegiatan diskusi itu, menurut dia,
karena Bukittinggi dan Yogyakarta memiliki hubungan historis
pada masa revolusi fisik.
Bukittinggi pernah tampil sebagai ibukota negara
setelah Yogya. Dalam hal itu Sri Sultan Hamengku Buwono IX,
ayahanda Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan dukungan moral kepada PDRI 
untuk terus menjalankan pemerintahan di bawah tekanan Belanda.
"Berkat persatuan dan kesatuan pemimpim bangsa dan rakyat pada waktu itu, 
Republik ini tetap eksis dan meneruskan perjuangan mempertahankan 
kemerdekaan di bawah PDRI sampai dipulihkannya kekuasaan Republik," katanya. 
Antara



======================================================================
                       Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================


_________________________________________________________________
MSN Photos is the easiest way to share and print your photos: 
http://photos.msn.com/support/worldwide.aspx


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke