Assalamualaikum Wr.Wb.
Saudara Esteranch ,pertama,jangan donk saya dipanggil
nenek-nenek(Emangnya saya ini cerewet banget
yah..?gigi saya masih utuh kok,belum gugur,rambut
masih lebat,belum rontok,otot-otot masih kencang,belum
kendur,mata masih tajam,belum
kabur..dst..dst..lanjutin sendiri).
Saudara Enteranch,saya ini masih ragu mulanya mau
menjawab pertanyaan saudara.Khawatir saya ini
dijadikan bulan-bulanan permainan saudara.karena kita
pernah berdebat dahulunya,yang pada akhirnya saudara
sepertinya marah pada saya,dan menanyakan "saya
penghafal Qur,an apa tidak,dan saya bukan penghafal
Qur'an",itu penasaran saudara ttg saya,Yang pada
akhirnya saya menghilangkan rasa penasaran itu dgn
menjawab"benar saya hafal Qur'an".Setelah itu kita
diem-dieman aja.
Kini apakah kisah lama itu akan terulang
kembali..?Kita lihat saja nantik.(tapi saya mengharap
cukup sampai disini saja)Sungguh..Kalaulah tidak
karena ada sebuah Hadist yang menyatakan,"Apabila kamu
ditanya oleh seseorang ttg suatu ilmu,kemudian kamu
simpan-simpan,maka takutlah akan cambukan dari
cambukan api neraka"(al Hadist)Sungguh saya masih ragu
menjawab pertanyaan dari saudara,yang nampaknya
berantai ini.Terlepas dari pertanyaan saudara
serius,atau cuma mempermainkan saya.yang jelas saya
mencoba menjawabnya,paling tidak ada gunanya buat
warga yang lain,yang mau belajar B.Arab.(karena
pertanyaan saudara ttg ini, mencakup dgn kaedah Sharaf
dan nahu).(Sediakan dulu donk white boardnya..?gimana
menerangkannya,saya usahakan agak mempermudah
nya,semoga mengerti).
Kata "qaama" sebenarnya berasal dari kata"qawama"(waw
diganti menjadi alif).Di dalam undang-undang(kaedah)
Sharaf,ataupun Ilmu Nahu(grammar)."Apabila dalam Fiil
maadi(Past Simple),"ain fi'ilnya(huruf yang ada
ditengahnya,seperti kata "pa'ala",maka huruf ""a" itu
dinamakan 'ain fiil",atau contoh lebih dekatnya,kata
"Qawama"maka huruf "waw"disebut "'ain fi'il"),terdiri
dari huruf "waw",dan sebelum "waw" itu baris
atas(fathah),maka huruf "waw"diganti menjadi huruf
"Alif".Gunanya utk meringankan lidah didalam
pengucapan.(sampai disini faham?,okay kita lanjutkan
lagi).
Pada kata "aqimisshaalata liduluuqissyamsi"(ayat
Qur,an).yang artinya:"Dirikanlah,atau laksanakanlah
Shalat disebabkan matahari telah terbit"(ini utk
shalat Subuh).Ingat!utk fi'il Amr(perintah),"yaa",atau
"i" hanya satu dituliskan pada kata "Aqim",bukan
ditulis "Aqiim".(mohon lihat yang saudara
tulis,mungkin saudara khilaf kali,atau com saudara
lagi ngambek).Masalahnya ini sangat berpengaruh dan
kata ini justru yang akan saya terangkan lagi.Mari
sama-sama kita lihat lagi(sdh minum teh belum,..kalau
belum, minum teh dulu ,atau ada goreng pisangnya
ngak,bagi-bagi ke Kairo,jangan dilahap
sendiri..he..he..biar ngak tegang terus,masalahnya ini
grammar.)
kata "Aqim"(Fi'il Amr) yang artinya"dirikanlah",asal
kata sebenarnya dari "Aqiim"(dua huruf
"ya",matinya,atau "ii"dalam
B.Indonesianya.)(qaama(masa lampau),yuqiimu(masa
sekarang),aqim(perintah)).Nah dalam Kaedah nahu atau
sharaf.bertemunya dua huruf mati dalam satu tempat
yang berdekatan,maka huruf Illat(mati) itu satunya
harus dihilangkan.Utk mempermudah pengucapan,karena
Kaedah fi'il Amr(perintah tadi),hurup terakhirnya
haruslah sukun(mati).Seperti
kata"Ijlis"(duduklah)huruf "sin "itu sukun(mati)
Maka kata yang asalnya "Aqiim"berubah menjadi
"Aqim".(sampai disini faham..?minum lagi tehnya)
Nah utk kata"shiraathal Mustaqiim",("waw",berganti dgn
"Ya")juga kata"Liqawmilkaafiriin",(kembali dituliskan
lagi "waw"nya),atau pada kata"Qawwaamu"(dituliskan
"waw"nya)seperti yang saudara sebutkan,juga banyak
ayat-ayat yang lain,semacam ini.Dituliskan huruf
"waw"nya.Tidak dirubah menjadi alif.Ia kembali keasal
katanya.mengapa begitu..?
Jawabnya ringkas dan ringan saja,ngak usah tegang.
pada kata-kata "Mustaqiim"ia bukanlah Fi'il
Amr,melainkan naat,wa man'uut(sifat dan yang
disifati),jadi tidak ada penghilangan "Ya"nya disini.
Nah utk kata;"Qawwaam" "qawmil kaafiriin"kata
"Qawmil",adalah Masdar(apa yah dalam bahasa
Indonesianya masdar ini.Oh..mungkin kata sifat juga
kali,seperti "Ia berjalan kemaren,Ia sedang berjalan
tadi,masdarnya,atau kata sifatnya adalah
"perjalanan".itu yang disebut dgn
"masdar",.,Pergi,sedang pergi,"kepergian".dst..semoga
mengerti).Jadi kalau masdar tidak kena dgn
Undang-undang perubahan yang tadi(perubahan dari
"Waw",menjadi "alif").
Oh yah..satu lagi,kenapa pada kata "Qawwam",("waw",nya
ada dua buah).Jawabnya Ini menandakan lebih
penguatan.dalam bahasa Arab,pertambahan satu huruf
akan menambah,atau merubah arti.Seperti
kata."Qawmun",artinya "suatu kaum"(kelompok).Tetapi
ditambah satu lagi huruf "Waw"nya maka artinya akan
berubah menjadi"Penegak,atau berdiri,atau juga
pelindung".
Seperti kata "Daraba"(memukul),(kata kerja ini hanya
membutuhkan satu objek penderita saja",misl."memukul
anjing"(darabtu kalban).Tetapi bila ditambah satu
huruf lagi hurufnya "darrabtu kalban darban
syadiidan"(Aku memukul anjing dan pukulan yang amat
sangat),maka dalam hal penambahan huruf ini maka kata
kerjanya membutuhkan dua objek.
Ditambah dua huruf,tiga huruf juga akan merubah
arti.Seperti ditambah tiga huruf.Cobalah saudara
Esteranch tambahkan tiga huruf lagi(Alif, Siin,
Ta,).Coba saudara ucapkan pada saya.Ya
rahima!..Istabrabtu minki darban syadiidan(wahai
saudari rahima,saya meminta kepada saudari pukulan
yang amat sangat),maka akan serta merta saudara akan
saya pukul..he..he..,karena penambahan "Alif
Sin,ta".dalam b.arab artinya
"meminta".Contoh."gafara"(ia
mengampuni)"Istigfaar",(meminta ampun).Sudah faham..?
.(Oh yah.."Waw", itu memang bengkok,tetapi kalau
ditegakkan akan menjadi"q",maka akan merubah arti
juga,tafsirkan sendiri saja).
Saudara Esteranch,..sudah yah..jangan tanya saya
lagi.kalau mau nanya,tanya sama yang lain saja.yang
ahlinya.
Wassalam,(Rahima Sikumbang)
--- esteranc labeh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Oh kekasihku, adinda kakanda ibunda nenenda Rahim
> Rahima
> Thanks berat atas penjelasan dikau. Gue seneng
> banget deh. Ternyata diam-diam dikau "naksir" juga
> yah ama diskusi kita-kita nan awam ini. Tinggal kita
> tunggu kontribusi St Lembang dan Nadri. Kayaknya
> mereka berdua "ogah" ya bergaul ama kita-kita yang
> "kampungan" ini?.
> Nggak apalah Uni Rahima. Inilah nasib kita sebagai
> rakyaik badarai yang hendak mencari keadilan di
> tengah sarang penyamun.
> Tapi ngomong-ngomong, kok key factor "waw" (unsur
> awam) pada kata "qawwamuna" sepertinya terabaikan
> oleh Kanda Yang Mulia?. Mungkinkah nilai tasdi' pada
> kata itu menyiratkan penekanan derivasi awam pada
> "qawm" seperti dalam "qawm 'il kafirin" misalnya...
> Saya masih bingung kenapa Dinda mengasosiasikan
> "qwm" menjadi "qm" seperti perintah "aqiimu shalat"
> atau siraat 'l mustaqim (tidak manipulatif). Tapi
> ngomong-ngomong, "waw" itu bengkok ya?
> Jawabannya sangat ditunggu-tunggu, lho.
> Love
> A.C. St Rangkayo Labih
>
> rahim rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> LELAKI DAN WANITA
> Assalamualaikum Wr.Wb.
>
> Saudara saudari saya Rahimakumullah.
> Memenuhi sedikit permintaan saudara Esteranch,saya
> mencoba mengusahakan sedikit penjelasan mengenai
> ayat
> "Arrijaalu qawwaamunaa alannisaa".(dikerat)
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Health - your guide to health and wellness
http://health.yahoo.com
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================