Bapak Eri Baheram yth.
Assalammualaikum Wr. Wb

Sangat setuju dengan himbauan Bapak. Akan sangat manusiawi dan memberi
kontribusi yang sangat besar bagi masa depan masyarakat jika kita dapat
memperbaiki nasib guru. Tetapi kalau boleh kami menyarankan, ba-a kecek
urang bijak, labiah elok mambari kayia dari pado mambari ikan, sabab jo
kayia urang dapek mancari ikan nan labiah banyak, sadangkan kalau ikannyo
nan di kasihkan, urang jadi manjo dan takadang manjadi pasrah sajo, sabab
toh ado nan ka mansuplai kebutuhan ikannyo.

Nah nan disabuik kayia di dalam pendidikan mungkin dapek awak anggap adolah
upgrading kemampuan profesional guru, pendidikan dan kualitasnya. Nah itu
membutuhkan program jangka panjang dengan mengkaji posisi guru sekarang dan
apa yang diharapkan dari mereka di masa depan.

Jadi kalau boleh menyarankan, selain dari dana bantuan yang langsung
disiapkan untuk para guru, tolong bantu membuek dana abadi untuk
meningkatkan kualitas guru melalui berbagai program supaya guru itu secara
abadi tidak lagi menderita, seperti di negara-negara lain. Opportunity cost
guru harusnya sama dengan kesempatan para profesional ddi bidang lain. Kita
lihat hal itu terjadi di Jerman, Amerika Serikat, Canada  dll, yang
menyebabkan guru dapat memberikan hasil didikan yang lebih berkualitas bagi
masyarakat masa depan, dan para guru itu sendiri tidak menjadi warga negara
kelas dua.

Salah satu yang penting , marilah kita mempersiapkan organisasi yang dapat
menghimpun dana dan pemikiran (cash and kind) untuk mengembangkan masa depan
masyarakat melalui peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.

Terima kasih.
Wassalammualaikum Wr. Wb.
M.C. Baridjambek
Telp. 4306813 - Fax & Voice mail: 430.6811
Cellullaar : 081.185.9203


----- Original Message -----
From: "Eri Baheram" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, May 01, 2002 10:04 PM
Subject: Re: [RantauNet] Ribuan Guru di Kabupaten Solok Tak Layak Mengajar


> Yth, RN
> Mari kito basamo samo menghimbau para perantau untuk membantu para
dunsanak
> di kampuang mulai dari keluarga terdakek dahulu, kita sumbangkan mulai
dari
> anak keponakan atau anak dari adiek kito di kampung, agih caro mencari
> nafkah, lalu anak anaknya di berikan bantuan kangsung ke sekolah dan juga
di
> pikirkan nasib guru-guru di daerah masing masing perantau, saya sendiri
> perantau dari pikumbuh. insyaallah para perantau dapat memberikan
sumbangan
> sesuai kemampuan anda sendiri. selamat mencoba. wasalam, eri baheram,
> pikumbuah
> ----- Original Message -----
> From: "Fitra Kusuma" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, May 01, 2002 8:58 AM
> Subject: RE: [RantauNet] Ribuan Guru di Kabupaten Solok Tak Layak Mengajar
>
>
> > Iyo mah mangecek sajonyo tuh Pak Z. Chan, indak ado
> > apo-aponyo
> >
> > Regards,
> > Fitra Kusuma
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Z Chaniago [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Wednesday, May 01, 2002 3:29 AM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [RantauNet] Ribuan Guru di Kabupaten Solok Tak Layak Mengajar
> >
> > Assalamu'alaikum WW
> >
> > Lah banyak wacana dan masih sajo hanyo sabateh wacana dari urang-urang
nan
> > "mengaku" hebat sarupo e.Labeh, SBN, Upaih, IJP, dll....soal urang
minang
> di
> > titik nol... hhmmmmmm
> >
> > Do you have any solution for this problem ?
> >
> > Khusus untuak IJP, baa ka ditaruihkan diskusi awak nan sanak tunda soal
> > kemiskinan ? Supayo fokus dan sasuai jo RN dibaketek dengan tema
> "Kemiskinan
> > di Minangkabau" ambo ingin tau konsep sanak dan pandangan sanak dengan
> > kemampuan sanak dari background, pengalaman, tampek karajo dan
lingkungan
> > aktivis sanak... , dan sekalian salam aktivis dari mantan aktivis  :-))
> >
> > Wassalam
> >
> > Z Chaniago - Palai Rinuak
> >
> > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0204/30/dikbud/ribu09.htm
> >
> > Ribuan Guru di Kabupaten Solok Tak Layak Mengajar
> >
> > Solok, Kompas - Guna lebih meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten
> > Solok, Sumatera Barat (Sumbar), pemerintah daerah setempat melakukan
> > pendataan ulang terhadap keberadaan guru. Dari hasil pendataan, ternyata
> > ribuan guru dinilai tidak layak mengajar. Selain itu, ditemukan juga
bahwa
> > untuk semua jenjang pendidikan (SD-SLTA) terdapat kekurangan guru
sebanyak
> > 1.400 orang.
> >
> > "Potret guru masa kini bagai potret buram dan membuat kita prihatin.
> > Bagaimana menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan diperhitungkan
> > kalau gurunya saja tak layak mengajar," kata Drs H Maznitos, Kepala
Dinas
> > Pendidikan Nasional Kabupaten Solok, dalam dialog/lokakarya pendidikan
> yang
> > diselenggarakan Forum Aktivitas Wartawan Solok (FAWS) di Kotabaru, akhir
> > pekan lalu.
> >
> > Ia menjelaskan, ketidaklayakan guru-guru tersebut mengajar dilihat dari
> sisi
> > pendidikan yang mereka peroleh. Kemampuan akademik mereka tidak sesuai
> > dengan tuntutan yang ada. Guru SD, misalnya, tidak semuanya
berpendidikan
> > diploma dua. Guru SLTP masih ada yang belum berpendidikan diploma tiga,
> juga
> > tidak seluruh guru SLTA berpendidikan sarjana.
> >
> > Hasil pendataan, dari 3.134 guru SD/MI hanya 2.035 (64,97 persen) guru
> yang
> > layak mengajar. Sisanya, sebanyak 778 guru (24,84 persen) semi layak dan
> 319
> > guru (10,19 persen) dinilai tidak layak mengajar. Kondisi tersebut,
> menurut
> > Maznitos, diperburuk oleh ketidakcukupan guru hampir di semua SD. Dari
474
> > SD dan MI yang ada, tidak satu pun yang mempunyai guru lengkap menurut
> > standar kebutuhan minimal secara nasional. Idealnya, setiap SD/MI
memiliki
> > 15 guru dan pegawai administrasi.
> >
> > "Namun, di Kabupaten Solok, tidak ada SD yang memiliki pegawai
> administrasi.
> > Pada umumnya dijabat rangkap oleh guru. Sementara jumlah guru di setiap
> > SD/MI maksimal hanya sembilan. Khusus di daerah yang jauh dari pusat
> > kecamatan, jumlah guru bahkan ada dua atau tiga orang saja, termasuk
> kepala
> > sekolah," ungkapnya.
> >
> > Kondisi guru SLTP/MTs juga tidak terlalu menggembirakan. Dari. 1.600
guru
> > yang ada, hanya 890 (55,63 persen) yang dinilai layak mengajar.
Sementara
> > 246 guru (15,38 persen) termasuk kelompok semi layak mengajar, sedangkan
> > sisanya sebanyak 303 orang (18,94 persen) justru termasuk kelompok yang
> > tidak layak mengajar.
> >
> > Menurut Maznitos, kondisi guru SLTA lebih baik daripada guru SD dan
SLTP.
> > Dari 719 orang guru yang ada, setidaknya 525 (73.08 persen) termasuk
> > kelompok yang layak mengajar. Sebanyak 166 (23,08 persen) masuk kelompok
> > semi layak dan hanya 28 guru (3,85 persen yang dinilai tidak layak
> mengajar.
> >
> > Kendati begitu, kata Maznitos, kenyataan itu tak membuat pihaknya
> > pesimistis. Malah dengan temuan itu pihaknya bisa menyusun program yang
> > tepat guna dan tepat sasaran. Untuk meningkatkan kualifikasi guru,
> misalnya,
> > pihaknya sudah bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang.
> >
> > Secara bertahap, guru berpendidikan diploma dua diberi kesempatan
> mengikuti
> > pendidikan diploma tiga dan yang berpendidikan diploma tiga diberi
> > kesempatan mendapat pendidikan sarjana. "Pada akhirnya, semua guru
> mempunyai
> > kelayakan untuk mengajar, terutama dari segi akademik," tambahnya.
> >
> > Sedang untuk menutupi kekurangan guru, juga telah diambil kebijakan
dengan
> > mengangkat guru honor. Pada tahun 2002, setidaknya 600 guru honor
> disebarkan
> > hampir ke semua sekolah yang kekurangan guru. Sebagian besar guru honor
> > tersebut ditempatkan di SD karena kekurangan guru SD termasuk paling
besar
> > dibandingkan dengan SLTP dan SLTA.
> >
> >
> >
> >
> > ======================================================================
> >                        Alam Takambang Jadi Guru
> > ======================================================================
> >
> >
> > _________________________________________________________________
> > Join the world's largest e-mail service with MSN Hotmail.
> > http://www.hotmail.com
> >
> >
> > RantauNet http://www.rantaunet.com
> >
> > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> > ===============================================
> > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> >
> > ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> > Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> > -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> > -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> > Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> > ===============================================
> >
> >
>
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke