Assalamualaikum Wr.Wb. . Menjawab pertanyaan dari Adek Sheina dan mengabulkan permintaan dari Dek Rahma(siapa sebenarnya kedua adek ini,karena kak Rahima masih belum kenal,apakah di Indonesia,atau dimana.Yang jelas kak rahima lihat aktif juga sih di KMM.Rasanya hampir 98 % kak Ima kenal dgn anggota di KMM itu,tapi akhir-akhir ini banyak yang terluput,karena ngak ada perkenalannya ditulis sih) Mengenai masalah jodoh,sebagaimana yang ditanyakan itu.Apakah itu jodoh,kenapa ketika seseorang sdh kawin dikatakan itu sdh Jodohnya,tetapi berselang beberapa thn kemudian terjadi perceraian lantas dikatakan itu bukan Jodohnya.Lantas apa sih sebenarnya yang dikatakan jodoh itu..?(suatu pertanyaan yang cukup bagus dan kritis).
kak Ima minta maaf yah,setelah di minta baru di jawab.Bukan kak Ima sombong lho,..Cuma memberikan kesempatan pada yang lain,karena di KMM itu banyak sekali yang berpotensial,dan rata-rata berasal dari S1 nya di Al Azhar semua,serta pada S2,juga S3.(Marokko,Sudan,Damascus,Malaysia,Mesir,dllnya)Dan Alhamdulillah semuanya berasal dari Sumbar(jadi cukup banyak SDM Sumbar sebenarnya).Saya sengaja men CC kan mail ini ke Rantau,dan Surau,agar diketahui betapa banyaknya SDM Sumbar yang belajar di Luar Negeri sana.Semoga semua dapat kembali ke Sumbar,utk membangun kembali Sumbar itu,dan menjadikannya "Center of Excellent" Kembali kepertanyaan masalah jodoh tadi..Sebenarnya dalam Al Qur,an maupun Hadist,kita tdk menemukan kata-kata itu.Jodoh itu jelas Bahasa Indonesia.Jadi ngak bisa didefenisiskan menurut B.Arab.Kalau orang Mesir mengatakan masalah jodoh ini dgn kata-kata"NASIIB",misalnya seorang pemuda berkhyal,ia mengatakan dalam hatinya"Yaa rait..lau kaanat hiya minnasiibii"(yah�andaikan saja wanita itu menjadi nasibku,atau jodohku).Lantas bila bercerai merekapun mengatakan."laisa min nasiibii"(bukan nasibku). Lantas kalau begitu apa sih Jodoh itu..?kalau boleh saya berpendapat,jodoh itu adalah seseorang yang telah menjadi bagian atau nasib kita utk hidup bersamanya,meskipun terkadang bagian itu atau jodoh itu,tidak utk selamanya.bisa jadi terjadi suatu perceraian,maka dikatakan yah jodohnya,atau nasibnya atau juga jatahnya hanya sampai disitu,nah itu yang dikatakan juga dgn "TAKDIR".Sekarang mari kita kepada persoalan takdir. (Kalau kita ingin memakan sesuatu itu,usahakan buka dulu kulitnya baru isinya,makan kacangkan begitu,buka kulitnya,lantas makan isinya).jadi inti dari pertanyaan dek Sheina sebenarnya boleh dikategorikan dan dikembalikan kepada masalah "Takdir Allah." Takdir terambil dari kata "Qaddara",berasal dari akar kata "Qadara".yang antara lain berarti "mengukur","memberi kadar",atau ukuran.Bila kita mengatakan bahwa "Allah telah menakdirkan demikian",maka itu berarti"Allah telah memberikan batas tertentu/ukuran/kadar/dalam diri,sifat,atau kemampuan makhluknya"(lihat Q.S Al A'la 1-3,Yaasiin 38,39,Al Furqaan 2,dllnya masih sangat banyak lagi). Yang pada intinya semua mengatakan segala sesuatu yang terjadi dialam ini sudah merupakan takdir Allah SWT. �"Allah telah menetapkan bagi segala sesuatu itu kadarnya"(QS.Al Thalaaq,3). TAKDIR MANUSIA Manusia mempunyai ukuran terbatas,sesuai dgn ukuran yang diberikan oleh Allah SWT,kepadanya.Makhluk ini misalnya tidak dapat terbang.Ini merupakan ukuran,atau batas kemampuannya,yang telah dianugerahkan oleh Allah,kepadanya,ia tidak bisa melampauianya,kecuali jika ia menggunakan akalnya utk menciptakan suatu alat,namun akalnyapun mempunyai ukuran juga yang tidak mampu dilampaui. Disisi lain,manusia berada dibawah hukum-hukum Allah,sehingga segala sesuatupun tidak mungkin terlepas dari hukum-hukum yang telah mempunyai kadar dan ukuran tertentu.hanya saja hukum-hukum tsb,cukup banyak.Dan kita diberi kemampuan utk memilih .Api ditetapkan Tuhan panas dan membakar,angin dapat menimbulkan kesejukan atau dingin.Itu takdir Tuhan.Manusia dapat memilih,antara yang membakar atau angin yang sejuk.Disisnilah pentingnya ilham,atau petunjuk Illahi.Salah satu Do'a yang diajarkan Rasulullah adalah:"Allahumma,laa takilni ila nafsi tharfata 'ain"(Wahai Allah jgn Engkau biarkan aku sendiri,dalam pertimbangan nafsu akalku saja,walaupun sekejap). Ketika di Syam(Syiria,Palestina,dan sekitarnya),terjadi wabah,Umar bin Khattab yang ketika itu bermaksud berkunjung kesana,membatalkan rencana beliau,dan ketika itu tampil seseorang bertanya kepada beliau: "Apakah anda lari menghindar dari takdir Allah..?" Umar Ra Menjawab: "Saya lari /menghindar dari takdir Tuhan,kepada takdirnya yang lain". Demikian juga ketika Imam Ali,ra.sedang duduk bersandar disatu tembok yang ternyata rapuh,beliau pindah ketempat yang lain.Beberapa orang disekelilingnya bertanya seperti pertanyaan diatas.Jawaban Ali ,sama intinya dgn jawaban Khalifah Umar r.a. Rubuhnya tembok,berjangkitnya penyakit adalah merupakan hukum-hukum yang telah ditetapkannya,dan bila seseorang tidak menghindar maka ia akan menerima akibatnya.Akibat yang menimpanya itu juga merupakan takdir,tetapi bila ia menghindar,dan luput dari marabahaya itupun juga merupakan takdir.Bukankah Allah telah memberikan manusia itu kemampuan utk memilih dan memilah? Kemampuan inipun antara lain merupakan ketetapan atau takdir yang telah dianugerahkanNya.Jika demikian,manusia tidak luput dari takdir,yang baik maupun yang buruk.Tidak bijaksana,kalau hanya yang merugikan saja disebut takdir,karena yang positifpun takdir.Rasulullah bersabda:"�dan kamu harus percaya kepada takdirnya yang baik,maupun yang buruk.". Dengan demikian akan jelaslah bagi kita,bahwa adanya takdir,tidak menghalangi manusia utk berusaha menentukan masa depannya sendiri,sambil memohon bantuan Illahi. Jadi "Jodoh",mari kita kembalikan kepada takdir.dan "berpisah,setelah sekian tahun bersama juga " dikatakan takdir juga.Tinggal kita manusia dgn akal yang waras,dan bimbingan Illahi,dituntut utk dapat memilih dan memilah,mana yang baik,mana yang buruk buat kita. Hanya ini yang dapat kak Rahima sampaikan.silahkan direnungkan kembali.Mohon maaf bila ada kesalahan. Wassalam ( Cairo 12 Mei 02 Rahima.S) --- dinda_rahma02 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum wr wb. > > wah, nampaknya mulai ada tanggapan nih ttg. jodoh > yang di singgung > sdri.... (lupa namanya, kenalan deh...), semoga ada > ikhwan yang lain > yang bisa menambahkan tanggapan tsb. > > oya, akh. andri... bisa tidak diperjelas kembali > ttg. yang anda > maksud dibawah... kalau bisa tolong lah diperjelas > isi buku albuti, > atau al-asyqar begitu juga ttg. Qadha 'n Qadar, > kebetulan kita bukan > ini members dari Indonesia simpatisan KMM, jadi > masih buta dan perlu > pengetahuan ttg. hal tsb. sebelum dan sudahnya > terima kasih atas > penjelasannya dan tanggapan ikhwan yang lain kami > tunggu ya... > terutama dari k' Rahima nih... :-) > > makasih banyak, dan mohon maaf > wassalamu'alaikum > > Rahma > > --- In [EMAIL PROTECTED], andri abdullah > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > salam. > > sekedar hanya ingin meberikan cara berpikir > terhadap > > persoalan yg terkandung dalam fakrah > lalu.Pertanyaan > > di atas , kalau diteliti secara jeli, merupakan > > persoalan yg sedikit memiliki titik singgun dengan > > masalah cara memahami qadha (dan bukan takdir).dan > > sebenarnya persoalan ini sangat sederhana kok.Kopk > > malah di persulit, sampai-sampai kita mengatakan > itu __________________________________________________ Do You Yahoo!? LAUNCH - Your Yahoo! Music Experience http://launch.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

