Assalamualaikum wr.wb.
Ka balerong ko ambo ado kan bahan diskusi yang ado
dibiliak tatanggo, para Pariseien, yang tatariak jo
pengembangan pariwisata di nagari awak.
Kok bulaih ambo batanyao ka sanak, apo ado nan di
antara sanak nan mangatahui tantang visi dan misi
pariwisata di nagari awak. Ado rancana ka
mangambangkan ekotourisme di nagari awak, nan nantinyo
ka dijua di nagari urang, tamasuik Parancih.
Baitu dulu, Sanak. Ambo kan sanang ko ado nan amuah
mambagi pangalaman dan pikiran untuak mamikia kan
pengembangan pariwisata di nagari awak kok!  

wassalam,

Herman Munaf

ps: Bung Anda, Trim atas awal diskusi ini! Saya
teruskan ke sidang diskusi Rantaunet!
Remarque: message transf�r� en pi�ce jointe. 

=====
Herman Munaf
R�sidence du Parc de la Francophonie
B�t. Alcyon, Chb.210
Avenue Jean Monnet
17000 La Rochelle France
tel/fax. 05.46.45.96.22

___________________________________________________________
Do You Yahoo!? -- Une adresse @yahoo.fr gratuite et en fran�ais !
Yahoo! Mail : http://fr.mail.yahoo.com
--- Begin Message ---
Assalamualaikum wr.wb.

--- Dans [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] a �crit:
Hello Bung Herman, senang mendapat kabar lagi.

> Kota tua yang di maksud adalah Pasar Mudik dan Pecinaan di Kampung
Nias,
> bangun di sana masih cukup terawat, walau ada beberapa bagian yang
tidak
> terenovasi :

Kawasan Pasar Mudik dan Pecinan memang bisa dikembangkan untuk
pariwisata.
Namun investasi harus dilakukan dalam rangka suatu rencana keseluruhan
untuk
mengembangkan pariwisata Sumatera Barat. Saya sempat membuat usulan ke
pemerintah daerah Sumatera Barat dalam sejumlah presentasi di Padang
tahun
2000, sebelum saya kembali ke Paris.

 Pantai > Padang dan Muara, sudah tercemar sampah plastik dan domestik
> lainnya,
> namun masih ada beberapa tepian yang bisa digunakan untuk bermain
atau
> berenang. Di tepi pantai Padang ini, kita bisa menikmati rujak,
udang
> goreng, sate, bakso atau pun minuman lainnya, ada satu warung
> gado-gado yang enak sekali!

Saya sempat makan ikan bakar di satu warung di ujung pantai ini. Kalau
dikembangkan seperti misalnya Promenade des Anglais di kota Nice,
jalan
pantai ini bisa sangat menarik.

 Makam china udah dipindahkan ke sekitar > daerah Bungus, Teluk
Kabung...
> direncanakan akan dibangun tempat wisata di sana dan dibangun jalan
layang
> dari muara, tetapi sampai saat ini belum terealisasikan! Kabarnya
terkena
> krisis, dan calon investornya,  Mbak Tutut dan Bambang ngundurkan
diri, KKN
> kali ya!

Jembatan ini sudah rampung, menyeberangi Muara Padang tapi tidak
diteruskan
jalan. Lepas dari masalah KKN, jembatan ini contoh dari visi
pengembangan
yang mengutamakan apa yang saya namakan "cor beton", yaitu pandangan
bahwa
yang penting adalah pembangunan fisik. Jembatan ini dibangun karena
ada pihak
Malaysia yang mengajukan usulan proyek pengembangan kawasan wisata di
seberang Muara Padang. Usulannya berupa real estate dan hotel.
Padahal, tidak
dijelaskan siapa yang akan membeli rumah dan menyewa kamar. Proyek ini
tidak
didasarkan pada studi yang serius.

> Menurut pemikiran saya, Padang dan sekitarnya bisa dikembangkan
> menjadi suatu tujuan wisata ekotourisme. Kekayaan alam berupa hutan
> alam, fauna dan flora endemiknya, juga khasanah budayanya menjadi
daya
> tarik tersendiri bagi turis yang senang berpetualangan! Gunung
merapi
> dan Singgalang, Pandaisikat, Bukittinggi dengan Ngarai Sianoknya,
> Payakumbuh dengan Ngalau dan Lembah haraunya, ditambah lagi dengan
> keindahan alami danau maninjau yang melewati kelok 44, danau kembar
:
> danau di ateh dan danau di bawah, belum lagi danau Singarak yang
> mengahasilkan ikan palai... Mungkin masih banyak lagi inventaris
yang bisa
> kita buat sebagai daya tarik wisata daerah ini :

Itu sebabnya saya membuat usulan untuk suatu "Rencana Pengembangan
Pariwisata
Suamtera barat".

 Saatnya kita mencoba memformatnya > menjadi suatu paket wisata
bersama para
> stake holder di daerah tersebut!

Saya setuju untuk merancang suatu paket "Sumatera Barat". Tapi yang
penting
adalah menyusun suatu rencana induk yang menentukan visi pariwisata
Sumatera
Barat dan "produk" yang ingin di tawarkan ke pasar dunia, dengan
identitas
yang jelas. Tujuan rencana adalah juga memberi pemerintah daerah
arahan untuk
perundang-undangan dan peraturan yang melindungi lingkungan, agar apa
yang
membuat daya tarik Sumatera Barat justru tidak dihancurkan pembangunan
yang
tidak terpikir, dan arahan untuk pengembangan prasarana yang akan
mendukung
pengembangan pariwisata. Akhiruk kata, rencana akan menjadi pemandu
untuk
pihak yang ingin menanam modal.

> Gimana Bung Anda ? Bisa kita mulai saling tukar pikiran tentang
> pengembangan wisata buadaya dan ekologi di Padang, atau Sumatera
barat
> secara umumnya!
>
Yang jelas, menurut saya pengembangan pariwisata harus dimulai dengan
perencanaan.

Demikian Bung Herman, dan juga teman-teman lain,

Anda
--- Fin du message transf�r� ---

--- End Message ---

Kirim email ke