Assalamua'alikum Wr.Wb. Saudara Ari.N,terimakasih atas kepercayaannya.Sebenarnya sangat sulit bagi saya menjawab semua itu.Permasalahannya,dikarenakan masalah ini menyangkut masalah keikhlasan dan hati nurani seseorang,utk memang benar-benar mau berkorban meskipun sedikit buat kepentingan masyarakat Indonesia,dan tentu Sumbar khususnya.
Begini,mengenai masalah iyuran,atau shadaqah,atau sumbangan,atau apalah namanya,yang diperuntukkan buat membangun Sumbar yad.Saya pribadi sangat setuju.Mengapa demikian..?Karena sdh sepantasnya kita bila ingin memajukan Sumbar dimulai dari diri kita sendiri.Kita harus saling bekerjasama,dan mau mengorbankan meskipun sedikit,(apalagi banyak..?)dari rezeki yang diberikan Allah pada kita,karena pada dasarnya,dari rezeki yang kita miliki,ada milik orang lain juga.namun amat disayangkan kita masih kurang menyadari akan hal ini. Mungkin diantara kita,masih belum sadar,bahwa pada hakikatnya harta yang kita infaqkan buat orang lain,buat kemajuan masyarakat,atau daerah,juga bangsa,sebenarnya itulah yang kekal,bahkan yang akan menolong kita di akhirat kelak..Allah sendiri berfirman didalam surah Al Baqarah ayat 261."Perumpamaan nafkah yang ,dikeluarkan oleh orang-orang yang mengeluarkan hartanya dijalan Allah,adalah serupa dgn sebutir benih yang menumbuh kan tujuh bulir,pada tiap-tiap bulir,seratus biji.Allah melipat gandakan ganjaran,bagi siapa yang ia kehendaki.Dan Allah maha luas karunianya,lagi maha mengetahui.". Kalaulah masing-masing kita sdh bertekad utk memajukan Sumbar,kita semua akan optimis akan masa depan Sumbar.Tak usahlah buat sementara ini kita meminta sumbangan kesana kemari,mari kita coba kita sendiri masing-masing menyumbang sesuai dgn kemampuan kita masing-masing pula .Di Zaman Rasulullah SAW,sebenarnya,yang terjadi yah yang kaya memberikan pada yang tidak mampu,yang kurang mampu berbaik sangka pada yang kaya.Coba kita telusuri sejarah Rasulullah membangun Islam dahulunya,dari situ dapat kita mengambil pelajaran.bagi yang mau menelaah sejarah Islam.Mungkin kita tdk menemukan adanya hutang sana-hutang sini.Budaya Hutang itu,sebenarnya adalah budayanya non Islam.(dalam hal ini tak perlu saya perjelas lebih panjang). Di dalam Do'akita selalu meminta pada Allah agar terhindar dr hutang (A'udzubika min ghalabathiddaini).Begitupun budaya meminta-minta,bukanlah budayanya Ummat Islam.Coba kita lihat firman Allah"�.Orang-orang yang tidak tahu,menyangka mereka (orang yang tak punya) (bagaikan) orang kaya saja layaknya ,karena memelihara diri dari meminta-minta,kamu kenal mereka dgn sifat-sifatnya,mereka tidak meminta pada orang secara mendesak�"(Q.S.2;273). Amat teramat disayangkan banyak diantara kita yang tidak mengindahkan akan Firman-firman Allah maka beginilah jadinya Ummat Islam itu.Pemalas,tak mau berusaha keras,dan egois,kebiasaan hutang,meminta,dllnya dan masih banyak lagi(tapi tentu tak semua kita spt itu,masih ada yang berjiwa patriot). Utk menghindari keterpurukan yang sampai terbenam itu,mari kita mulai dari diri kita sendiri,dan keluarga,juga masyarakat kita. Utk itu.Saya sangat setuju bila kita semua(atau siapa yang merasa terpanggil saja hati nuraninya utk itu),utk menyumbangkan sedikit dari yang rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.kepada kita. Utk ini,semua harus di atur secara terorganisir dan transfaran(yang menguruspun harus diberi imbalan utk,menjalankan tugas itu,karena ini tugas yang cukup berat,dan memerlukan pikiran dan tenaga.Biasakan agar kita jgn asal menyuruh seseorang bekerja,tanpa membalasi jerih payahnya itu,kita harus biasa menghargai jerih payah seseorang,maaf bila ada yang merasa tersinggung,karena ini facta,kita tak boleh sungkan-sungkan menyatakan yang sebaiknya).Tapi ada lho tugas yang tak harus ada imbalannya.Jadi jgn disalah artikan kata-kata saya ini.Lihat sikonlah.TST(tahu sama tahu).dan semua administrasi itu diusahakan agar benar-benar transfaran,utk menghilangkan sengketa dan kecurigaan yang pada akhirnya akan menimbulkan dosa saja.Ajaran Islam sangat lah bagusnya kalau kita tela'ah lebih dalam lagi.Semuanya ada dari" A-Z".,atau dari "Alif sampai Ya". Kembali kepada persoalan shadaqah tadi,atau juga iyuran.saya kira,tidak orang yang di Rantau saja yang harus menyumbangkan tenaga,pikiran,maupun materilnya.Dalam Sumbar itupun bisa kita ajak.Tetapi utk pertama sekali,memang yang dituntut adalah dari kita-kita yang ada di Rantau Net ini.Baik yang berada di Luar negeri,maupun dalam negeri.Bisa kita beri patokan minimal RpRp 1000- 5000,maksimal seberapa mampunya.Kenapa saya katakan minimal 1000-5000,tidak 10.000..?karena bisa jadi ada diantara kita orang Rantau net yang berada dalam Sumbar,maupun,berada didaerah luar Sumbar,yang sebenarnya juga ingin ikut berpartisipasi terhadap Sumbar,tetapi bisa jadi Rp 10.000,sebulan akan terasa berat baginya.Padahal ia juga ingin turut menyumbang juga. Pengaturannya,yah,..saya rasa bisa dikirim ke rekening yang telah ditentukan,dapat dikirm pertahun,sebab,kalau perbulan,gimana mau kirimnya..?ngak lucukan,kalau kita mengirim sedikit,ongkos kirim sama saja dgn duit yang dikirim..?Apalagi bagi mereka yang berada diluar negeri.Bisa saja ia kirim sekaligus,misalnya utk iyuran selama setahun,atau dua thn,atau terserahnya deh..yang jelas,saya rasa ngak mungkin perbulan.Dan saya yakin,utk yang dr luar negeri,mungkin patokannya yah itu,memang Rp 10.000,perbulanlah,bisa saja lebih,bisa juga kurang dari itu,yang jelas,jgn kita memaksakan seseorang utk beramal. .Kalau utk yang didalam negeri tergantung sikon dari masing-masing pihak,dan cara pengirimannya juga sama seperti yang berada diluar negeri,bisa pertahun saja.Karena mana ada Bank yang menerima kiriman Cuma Rp 1000-10.000,doank. Itu dari segi jumlah iyuran(sumbangan),dan pengirimannya.Utk pengaturan selanjutnya,dapat kita serahkan pada siapa yang mengurusnya saja, deh(tunggu dulu ada duitnya,baru kita bisa bicara,mau dikemanakan duit itu,ini bicara sana-sini,duitnya saja ngak ada gimana..?kita bekerjakan sesuai dgn duit yang ada pula,ntar besar pasak dari tiang,maka yang terjadi adalah kebangkrutan).Dan utk semua duit baik itu debet,maupun kredit harus lah di jelaskan kepada anggota di Rantau net itu.Karena dari kita,oleh kita dan utk kita juga. Saya rasa demikian dulu dari saya,kalau diperpanjang,bisa-bisa ceramah pula saya di Mailing List ini.Terakhir,"Apapun yang kita berikan,berupa sumbangan pemikiran,tenaga,materil dan lainnya yang baik,pasti balasannya juga akan baik,dan berlipat ganda pula."Hal jazaaul Ihsaan illal Ihsaan",(Tidaklah balasan perbuatan yang baik itu baik pula yang diterima), Nb:Ini Utk Sumbangan,sukarela.Ada saran juga dari kita semua kali,Alangkah baiknya bila Rantau Net itu memikirkan suatu profosal proyek,yang mengajak Anggota Rantau Net dalam system menanam saham.(masalah ini pembahasannya cukup panjang.Kita �kita cuma kasih pancingan doank,dan jangan pula saya yang memancing akhirnya saya yang terpancing,semoga pancingan ini buat ikan yang lain,yang isi perut ikannya jauh lebih gemuk dan berisi.kalau saya mah..ikannya sangat kurus,dipancing ikan yang gemuk-gemuk itu ) Wallhu a'lam Bisshawaab. Wassalam (Cairo,16,05,02,Rahimarahim). __________________________________________________ Do You Yahoo!? LAUNCH - Your Yahoo! Music Experience http://launch.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

