Pertanyaan ini sudah sering kita dengar dan semua jawabanpun benar tergantung argumentasi yang kita gunakan.
Jawaban pertama, Jika kita putus mata rantai siklus kembang biak ayam, lalu kita ambil sebuah telor lalu dimasukan ke mesin pengeraman lalu menetaslah ayam. Ternyata benar telur dulu barulah ayam. Jawaban kedua, Kalau kita perhatikan seekor ayam betina dewasa yang sudah kawin lalu dikurung dikandangnya akhirnya mengeluarkan sebuah telor. Ternyata benar juga bahwa harus ada ayam dulu baru bisa menghasilkan telor. Jawaban ketiga, Terserah yang dulu itu yang mana, yang penting setelah sebelum ayam harus ada telor dan sebelum telor harus ada Ayam. Bagai mana kalau kita mau mengadakan sesuatu program sosial ? Manakah yang harus didahulukan, antara Program (Rencana) dengan Dana ? Dengan pertanyaan lain Manakah yang lebih dahulu antara Program dengan Dana ? Jawaban pertama, Harus ada program dulu baru dicarikan dana. Setelah program ditentukan kita bisa mengkalkulasi berapa dana yang dibutuhkan dan berapa lama program akan dilaksanakan. Misalnya kita ingin mengadakan Program Pembangunan Mesjid disuatu lokasi lengkap dengan fasilitas Pesantrennya dengan demikian kita bisa minta tolong seorang arsitektur untuk menkalkulasi dananya. Setelah "Program" matang baru kita jual kepada donatur, disini kita harus pintar pintar memilih program yang diminati donatur. Apalagi kalau manajemennya bagus dan selalu diketahui oleh masyarakat maka masyarakat akan selalu tertarik untuk mengikuti kemajuan phisik program yang berjalan. Jawaban kedua, Harus ada uang dulu baru kita bisa merencanakan seberapa besar kemampuan kita. Proyek ini akan berhasil kalau ada tokoh yang dipercaya ataupun prestasi yang yang pernah dicapainya. Model seperti ini pengelola harus giat melaporkan, berapa dana yang telah didapat dan apa prestasi yang telah dilakukan dan berapa biaya yang dikeluarkan. Jawaban ketiga, Terserah mana yang duluan, kalau ada dana kita bergerak kalau ngak ya tunggu dulu Kalaupun ada program masih tergantung pada dananya. Bagaimana dengan rencana Rantaunet akan mengadakan pengumpulan dana untuk sumbangan terhadap ranah minang ?????????? Menurut hemat saya selama kita tidak punya program yang kongkrit sebaiknya kita salurkan saja lewat wadah yang sudah pernah ada seperti Paguyupan Gebu Minang, ataupun Yayasan Imam Bonjol ataupun Yayasan SMA-1 Bukittinggi. Kalau kita menyalurkan sumbangan kita kesana dengan sendirinya kita berhak untuk mengawasi jalannya pelaksanaannya dan pelaksanapun punya kewajiban untuk melaporkan prestasi yang telah dicapainya. Kalaupun kita akan membuat badan baru, apakah akan lebih dipercaya dari badan badan yang lainnya ? Sebaiknya Rantaunet membuat badan pengawas terhadap badan badan yang sudah ada lalu membuat rekomendasi terhadap neter neter lainya mana yang sangat pantas dibantu, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas dibantu juga ikut membantu menyebarkan luaskan laporan dan program program yang sudah ada. Bisa juga ditambahkan memberi nasehat dan penyuluhan terhadap pelaksana pelaksana yang diberi amanah untuk mengelola dana masyarakat. Yan Taufik<[EMAIL PROTECTED]> ------------------------Diskon Progresif TELKOMNet Instan-------------------------------------- Dapatkan diskon progresif sampai dengan 40% dari TELKOMNet Instan untuk wilayah Jabotabek, Cilegon, Serang, Karawang dan Purwakarta. Click www.plasa.com/instan untuk informasi rinci ---------------------------------------------------------------------------------------------------- RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

