Title: Renungan
copy Paste dari e-mail saya...
Subject: renungan
Cerita ini didapat dari seorang teman ....
untuk menjadi renungan kita semua yang masih diberi kesempatan
berkiprah di alam fana ini ................sebelum kesempatan berakhir
Dari Mulut Jenazah
Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburanseorang pejabat
disebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan
untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.Insya
Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum
ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin
pengurus jenazah) kepada saya.Dengan gaya bertutur, selengkapnya
ceritanya begini :
Saya terlibat dalam pengurus jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai
pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu
tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani.Ada yang
meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit tua, sakit jantung,bunuh
diri dan sebagainya.Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah
seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya
dapat kesempatan 'istimewa'sepanjang hidup. Inilah pertama saya
bertemu dengan satu jenazah yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan
dan sekaligus memberikan banyak hikmah.Peristiwa ini terjadi
pertengahan bulan Februari 2001 dan kebetulan sebagai Modin tetap di
desa, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah Bapaknya.Saya
terus pergi ke rumahnya Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum
tercium bau jenazah itu sangat busuk Baunya cukup memualkan perut dan
menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah
saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini.Ketika saya lihat wajah
almarhum, sekali lagi saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti
dirundung oleh macam macam perasaan takut, cemas,kesal dan macam-
macam Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah SWT.Kemudian
saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya
potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah
mengikuti kursus "fardu kifayah" atau pengurus jenazah yang pernah
saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju.Tetapi
selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi,sekedar
untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat
itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut
untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut
perut almarhum.Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat
mengejutkan. Allah SWT berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya
karena pada hari tersebut,Kotoran tidak keluar dari pada dubur akan
tetapi melalui mulutnya.Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang
terjadi di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan
kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi karena saya mengurut
perutnya untuk kali terakhir.Tiba-tiba ketentuan Allah SWT berlaku,
ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran
bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup.Ulat itu adalah seperti
ulat kotoran (latung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat
diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu
singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? Saya lihat wajah anak
almarhum.Mereka seperti terkejut. Mungkin malu,terperanjat dan aib
dengan apa yang berlaku pada Bapaknya, kemudian saya tengok dua orang
pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada
mereka,"Inilah ujian Allah terhadap kita". Kemudian saya minta salah
satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak
almarhum.Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung karena
mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di
luar negeri Dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak
almarhum masuk, saya nasehati mereka. Saya mengingatkan mereka
bahwasanya tanggung jawab saya hanyalah mambantu menguruskan jenazah
Bapak mereka, bukan menguruskan semuanya,tanggung jawab ada pada ahli
warisnya. Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal
menguruskan jenazah Bapak mereka itu,bukan hanya iman, hanya bilal,
atau guru. Saya kemudian meminta ijin serta bantuan mereka untuk
menunggingkan mayat itu. Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat
tersebut,tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup,hampir
sebaskom banyaknya.Baskom itu kira-kira besar sedikit dari pada
penutup saji meja makan.Subhanallah suasana menjadi makin panik.Benar-
benar kejadian yang luar biasa sulit diterima akal fikiran manusia
biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian
yang lebih ganjil.Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut
dan saya ambilkan wudlu.Saya meminta anak-anaknya untuk kain
kafan.Saya bawa mayat ke dalam kamarnya dan tidak diijinkan seorang
pun Melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya
takut kejadian yang lebih aib akan terjadi.Peristiwa apa pula yang
terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani, takdir
Allah jua yang menentukan, ketika mayat ini diletakkan di atas kain
kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala
dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan
kaki. Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu
tidak mau menerima mayat tadi.Tidak apalah, mungkin saya yang khilaf
di kala memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan
tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu
jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata,itulah yang dapat saya
lakukan. Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah "Ya Allah,
jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekedar peringatan
kepada hamba-Mu ini."Selepas itu saya beri taklimat tentang sholat
jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar
ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah/mobil ambulance.
Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi
susah. Semua sedang terpakai,beberapa tempat tersebut juga tidak
punya kereta jenazah lebih dari satu karena kereta yang ada sedang
digunakan pula. Suatu hal yang saya fikir bukan sekedar kebetulan.
Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan.
Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan Van>
van/sejenis mobil pick-up dari garasi rumahnya.kemudian muncullah
sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan
vannya itu di rumah almarhum tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara
yang tegas dia berkata di khalayak ramai :"Mas, saya tidak
perbolehkan mobil kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab
semasa hayatnya dia tidak pernah mengijinkan kita naik
mobilnya."Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin
seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya
suruh tuan punya van itu membawa kembali vannya. Selepas itu muncul
pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia
anak murid saya. Dia meminta ijin saya dalam 10-15 menit membersihkan
mobilnya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, muncul mobil
tersebut, tapi dalam keadaan basah kuyup.Mobil yang dimaksudkan itu
sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk
menjual ayam ke pasar, dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan,
saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah
membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di kampung saja akan
lebih baik. Saya tidak mau mereka melihat lagi peristiwa
ganjil.Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir
Allah yang terakhir amat memilukan. Sesampainya jenazah tiba di tanah
pekuburan,saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang
dan tiga lagi menurunkan jenazah. Allah berkehendak semua atas
makhluk ciptaan-Nya berlaku, saat jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-
tiba air hitam yang busuk, baunya keluar dari celah tanah yang pada
asal mulanya kering.Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang
air itu ? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak
almarhum, supaya jenazah bapak mereka dike! mas dalam peti dengan
hati-hati. Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na'udzubillah.
Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat safa'at Nabi.
Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut.
Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia
tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah
yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam
telah tenggelam oleh air hitam Yang busuk itu.Melihat keadaan
tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti
menginjakkan tanah itu. Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter. Artinya
kubur itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia
seperti kubur berlobang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak
bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan
air. Masya Allah, tidak ada dalam sejarah peristiwa seperti itu!
terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan
penguburan secepat mungkin. Sejak lama terlibat dalam penguburan
jenazah,inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil
dan doa yang Setalah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan
keluarganya.Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah
dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya:
1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?
2. Mendapat harta secara merampas, menipu dan
Mengambil yang bukan haknya
3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?
4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?
5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, shodaqoh atau
infaq ?
Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya.Memikirkan mungkin
dia malu. Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nomor telepon rumah.
Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum
menghubungi saya.Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan
orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yang beristri
orang Amerika, seorang dapat istri orang Australia dan seorang lagi
istrinya orang Jepang. Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah
ini benar-benar Nyata bukan rekaan atau isapan jempol. Semua
kebenaran saya kembalikan Kepada Allah SWT pencipta jagad raya
ini.'Kepada semua pembaca tanyalah diri kita akankah kita
menginginkan Peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu, bapak
kita, anak kita atau kaum keluarga kita ?
Renungkanlah...
Pada akhirnya setelah semalam merenungkan artikel ini dalam hati
terbersit do'a :
"Ya Allah jauhkanlah Aku dan keluargaku dari
peristiwa itu dan peristiwa yang semacam dengan itu."
"Ya Allah jauhkanlah Aku dan keluargaku dari akhlaq yang
menjadikan peristiwa itu dan peristiwa yang semacam dengan itu! ."
Wassalamu'alaikum.
RITA
- [RantauNet] Langkah maju kelompok "Milis Disk... ronal chandra
- Re: [RantauNet] Langkah maju kelompok "M... ries woodhouse
- Re: [RantauNet] Langkah maju kelompok &qu... wandi
- Re: [RantauNet] Langkah maju kelompok &qu... Prof. DR. Ir. Zoer'aini
- Re: [RantauNet] Langkah maju kelompok "M... Andri Ca-An Mandai

