Dali Millist Tetangga...

-----Original Message-----
From: Linda [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, May 27, 2002 9:48 AM

dalam rangka memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW,
semoga artikel berikut bermanfaat dan menambah kecintaan
kita kepada Rusul.

"Atas Nama Redaksi MDT, saya berdoa, mudah-mudahan moment
maulid nabi ini, dapat menggugah semangat kita untuk makin
mencitai
Rosulullah, menjadikan Al Quran dan Hadist sebagai sarana
pencerahan hidup kita,
meneladani perbuatannya dan mentaati risalah yang dibawanya.
Aamiin"
================================
Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1422 H
Indonesian Embassy Manila
  
MUHAMMAD
Cinta Bayi Ini Untukmu
 "When the Persians will do such deeds, a man from among the
Arabs will be born whose followers shall overthrow and
dissolve the kingdom and religion of the Persians. And the
arrogant people (Persians) will be subjugated. Instead of
the temple of fire and the house of idols they will see the
House of Abraham without any idols as their Qibla".  

"And they (Muslims) will be a mercy to the worlds. And they
will capture the places of temples of fire, Madain
(Ctesiphon), nearby lands, Tus and Balkh, and other eminent
and sacred places (of Zoroastrians). And their leader
(Prophet Muhammad) will be an eloquent man whose words and
message will be clear and far-reaching."

Percayakah anda bahwa paragraf diatas berasal dari kitab
suci agama non-Islam? Mulla Pheroze, eminent scholar dalam
bahasa Pahlevi, Zend, Persia dan Arab pada masa rezim
Nasiruddeen Kachar di Persia mempublikasikan " Epistle of
Sasan I" dalam kitab suci mereka Dasatir (Dasa: sepuluh Tir:
bagian/sila atau mungkin berasal dari kata Dasatur yang
berarti religious law). Sasan I adalah seorang reformer
agama Zoroaster dan Epistle of Sasan I dipercaya sebagai
ajaran Nabi Zoroaster. Dr.Abdul Haq Vidyarthi bahkan dalam
bukunya yang mengundang decak kagum Muhammad in World
Scriptures (1990) menunjukkan bahwa nama dan kedatangan Nabi
Muhammad saw terekam pula dalam Purana dan Veda, dua kitab
suci agama Hindu, begitu juga didalam kitab suci agama
Buddha.

Bagaimana dengan Bible prophesies? Diceritakan bahwa Nabi
Musa dalam Deuteronomy 18:18 berbicara tentang akan
datangnya the long-waited Messenger yang akan berasal dari
garis keturunan Nabi Ismail, dan Nabi itu adalah seorang
Nabi yang hampir seperti Nabi Musa (a prophet like unto
Moses). Lihat betapa kemiripan Nabi Musa dan Nabi Muhammad
dapat kita lihat dari masa kecil beliau, keduanya terpisah
dari orang tuanya, berhijrah ketika dewasa karena
cengkeraman kedzaliman dan berhasil menghadapi musuhnya
dengan cara yang mencengangkan. Firaun tenggelam bagi Nabi
Musa, perang Badar yang gemilang serta bebasnya kota Makkah
dalam peristiwa fath Makkah bagi rasul Allah Muhammad saw.
Nama Makkah sendiri bahkan muncul dalam Psalms 84:4-6 (King
James Version of the Bible), Hijrah Rasul terekam dalam
Habakkuk 42:1-13 serta nama "Muhammad" sendiri muncul dalam
John (Chapter 14,15,16). Bahkan Deuteronomy 33:1-2
menggabungkan kenabian Musa, Isa dan Muhammad.Didalamnya
dijelaskan bahwa Tuhan (i.e. wahyu Tuhan) datang dari Sinai,
muncul di Seir (sangat mungkin adalah Village of Sa'ir dekat
Jerusalem) dan berkilauan di Paran. Genesis 21:21
menjelaskan bahwa Paran adalah tempat dimana Ismail as
menetap, yakni Arabia khususnya Makkah. 

Kitab suci agama Zoroaster, Hindu, Buddha, Yahudi dan
Kristen diatas mewartakan hal yang sama akan munculnya
seorang nabi pilihan yang membawa cahaya di kegelapan
moralitas dan spiritualitas ketika itu. Al-Qur'an
menegaskan: "(yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi
yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis didalam
Taurat dan Injil yang ada disisi mereka. (Qs. Al-A'raf
7:157)." Sejarawan mencatat bagaimana lentera Yahudi dan
Kristen ketika itu gagal menerangi gelapnya peradaban
manusia. Persia dan Romawi, adikuasa saat itu hanyalah
menambah mekarnya dekadensi moral, spiritual, politik dan
budaya. Itulah mungkin yang menjadi sebab utama kasih sayang
Allah tercurah dengan lahirnya manusia mulia Muhammad
saw.Tentu perbedaan penafsiran adalah niscaya.Ia muncul
seirama dengan beragamnya kepentingan yang
melatarinya.Biarkanlah perbedaan itu muncul asalkan ia tidak
mencoreng wajah persahabatan keagamaan, tetapi justru
menegaskan kehadiran pelangi dalam langit spiritualitas
antar ummat beragama. 

Muhammad (yang terpuji), sebuah nama asing ketika itu. Pada
saat yang sama, Ahli Kitab menunggu-nunggu datangnya seorang
nabi baru. Hal ini direkam didalam injil saat John the
Baptist muncul  dan disergap dengan pertanyaan apakah dia
al-Masih (Christ)? John the Baptist menjawabnya
bukan.Orang-orang Israel melanjutkan pertanyaan apakah ia
Elias? Bukan,jawab John the Baptist. Kemudian mereka
bertanya,"Are thou that Prophet?" Sekali lagi dijawabnya
bukan.(Lihat Deuteronomy 18:18, John 1: 19-21).Pertanyaan
terakhir ini merujuk kepada nabi baru yang akan muncul
setelah nabi Isa as. Menurut Ibn Hisyam itulah latar mengapa
orang tua Muhammad memberikan nama "Muhammad", yang
dimaksudkan sebagai "doa-harap" semoga bayi inilah yang
dinubuwatkan tradisi Judeo-Christian. Kelak secara menarik
ketika rasulullah Muhammad saw ditanya tentang kediriannya,
Rasul menjawab," Aku adalah doa bapak Ibrahim dan
kegembiraan saudaraku Isa." Jawaban ini tidak hanya
merealisasikan doa-harap orangtuanya, tapi yang terpenting
justru mengingatkan kita akan  rencana Tuhan sebagaimana
yang diminta Ibrahim as dan dinubuwatkan oleh  Isa as.

Muhammad saw lahir 12 Rabi'ul Awwal tahun Gajah (� 571M).
Ayahnya meninggal saat beliau masih dalam kandungan.
Ibunyapun meninggal pada saat Muhammad saw baru berusia enam
tahun.Dua tahun kemudian kakeknya menutup mata. Pamannya,Abu
Tholib, yang miskin dan murah hati kini yang mengasuhnya.
Saat pamannya mengajak Muhammad kecil pergi berdagang ke
Syiria  mereka bertemu dengan seorang pendeta Kristen.
Pendeta Kristen itu,Bakhira, menanyai Muhammad kecil," Atas
nama Tuhan Latta dan Uzza jawablah pertanyaanku....?".
Muhammad saw menolak memberikan jawaban karena pertanyaan
pendeta diawali dengan sebutan Tuhan Latta dan Uzza. Pendeta
Bakhira merubah pertanyaannya dengan mengawalinya atas nama
Allah, dan terjadilah tanya jawab seputar kedirian Muhammad
kecil. Lantas Pendeta menanyai pamannya, "Apakah hubunganmu
dengan anak ini?"Sebagian ahli sejarah menyatakan Abu Tholib
saat itu menjawab sebagai ayahnya. Pendeta Bakhira
menyatakan , engkau bukan ayahnya karena ayah anak ini harus
meninggal sebelum ia dilahirkan ke dunia. 

Malam ini kita mengenang kelahiran Nabi mulia itu. Matahari
spiritualitas yang menyinari dan menghangati hari-hari
kehidupan kita. Dialah cahaya kehidupan, dialah cahaya hati
(misbahush shudur). Muhammad, permata dari seluruh manusia.
Seluruh hidupnya diperuntukkan buat ummatnya. Airmata, darah
dan hatinya ditumpahkan untuk kita ummatnya. Dialah nabi
yang mencium tangan kasar  pekerja batu sambil menyatakan
tangan yang melepuh inilah yang mengantarkanmu ke surga.
Dialah nabi yang dilempari batu dan kotoran tapi membalasnya
dengan doa lembut, Ya Allah tunjukkilah mereka karena mereka
termasuk orang-orang yang tidak tahu. Inilah nabi yang kata
terakhir yang lepas dari bibirnya yang suci saat menjelang
wafat adalah, ummatku..ummatku ? Inilah nabi yang sangat
merindukan kita ummatnya yang tidak pernah bertemu dengan
beliau. Inilah Nabi yang membuat Aisyah menangis ketika
dikaruniai makanan lezat karena teringat bahwa Rasul semasa
hidup hampir tidak pernah menikmatinya. Dengan seluruh
kesederhanaannya, tak pernah seorang pengemis yang pulang
dari rumah Rasul dengan tangan hampa.Dengan kemiskinannya,
beliau menggembirakan seluruh alam dan ummat
manusia.Muhammad saw memberi contoh tentang bagaimana hidup
bergembira. Gembira yang tidak dicari dikandungan
benda-benda dunia namun ditemukan dari kedekatan dan
kebersamaan dengan Allah swt. Dialah nabi yang sempurna
akhlaknya, rupawan wajahnya. Aisyah menyebutnya the living
Qur'an. Alqur'an menggelarinya uswah hasanah(teladan yang
baik) . Surat al-Tawbah 9:128 menyimpulkan siapa Muhammad;
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari
kaummu sendiri, berat dirasa olehnya penderitaanmu, sangat
menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas
kasihan  lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin".

Dengan seluruh kedirian Muhammad saw yang memukau , adalah
tidak aneh jika kita temukan dalam sejarah pecinta-pecinta
seperti romeo & majnun yang kesengsem dengan beliau. Ada
sahabat nabi yang kepingin bisa bersentuhan kulit dengan
rasul sehingga memakai trik qishash dihari-hari akhir
kehidupan Rasul. Ada sahabat Arab kampung yang bertanya
kiamat hanya karena memendam rindu karena jika seandainya
kiamat tiba tentulah ia tidak bisa lagi melihat rasul mulia
karena tempat keduanya yang jauh berbeda diakhirat. Untuk
orang ini Rasul bekata," Engkau (kelak) bersama dengan orang
yang engkau cintai." Ada sahabat pedagang minyak wangi, yang
sebelum berangkat kerja selalu memuas -muaskan diri dengan
memandang wajah Nabi. Ketika dia meninggal dunia Rasul
bersabda, "karena kecintaannya kepadaku, Allah mengampuni
dosa-dosanya." Ada Umar yang seperti gila ketika mendengar
berita kematian Rasul, yang menangis menyaksikan rasul tidur
dengan alas bantal pelepah kurma. Ada Bilal yang mendadak
suaranya terhenti saat mengucapkan asyhadu anna Muhammadar
rasulullah di kala adzan sepeninggal rasul, seraya diiringi
tangis rakyat madinah. Ada tak terhintung orang yang
memberikan cinta bayinya untuk nabi utusan Allah. Di
Indonesia Taufiq Ismail menjerit: "Rindu kami padamu ya
Rasul Rindu tiada bertepi. Berabad jarak darimu ya Rasul
serasa engkau disini, Cinta ikhlasmu pada manusia bagai
cahaya suarga, Dapatkah aku membalas cintamu secara
bersahaja".

Cinta tulus adalah cinta bayi. Cinta tanpa pretensi. Agama
sesungguhnya adalah ketulusan cinta (al-Din al-Nashihah),
sabda Nabi. Sahabat bertanya bagi siapa ya Rasul?  Untuk
Allah, untuk kitabNya, untuk rasulNya, untuk para pemimpin
Islam dan untuk seluruh kaum muslim. Tanpa ketulusan cinta
beragama akan hanbar rasanya. Itulah mengapa sejak dini
rasul menganjurkan kepada para orang tua untuk mendidik
anak-anaknya cinta akan nabi dan keluarganya serta kecintaan
kepada al-Qur'an. Man Ahabbani kana ma'I filjannah (Siapa
yang mencintaiku kelak disurga bersamaku), sabda Nabi untuk
kita. Al-Quran bahkan nenjanjikan limpahan nikmat dan
ketergabungan dengan para nabi, shiddiqin, syuhada &
sholihin jika kita memberikan cinta tulus (baca: mentaati)
kepada Allah dan rasulNya ( al-Nisa' 4: 69). Mawlid Nabi
tahun ini menjadi momentum untuk menanamkan kembali
kecintaan terhadap Nabi kepada anak-anak kita agar tumbuh
dengan cahaya Muhammad, untuk kita sendiri agar mengikuti
teladan suci Muhammad, untuk Indonesia agar bangkit dari
tidur siangnya, tergugah dari kejahiliaannya, menuju
Indonesia baru yang bercahaya. Mau khan?

Redaksi MDT
[EMAIL PROTECTED]

"Atas Nama Redaksi MDT, saya berdoa, mudah-mudahan moment
maulid nabi ini, dapat menggugah semangat kita untuk makin
mencitai
Rosulullah, menjadikan Al Quran dan Hadist sebagai sarana
pencerahan hidup kita,
meneladani perbuatannya dan mentaati risalah yang dibawanya.
Aamiin"

========== SENANDUNG MQ ===============
Jika sobats, punya pengalaman spiritual yang 
menggugah, menumbuhkan semangat
silakan kirimkan ke [EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]
Sertakan nama rubrik "Senandung MQ" 
di Subject posting
=====================================

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke