Assalamualaikum Wr.Wb.

Irsyad,..gimana kabar madam dan anak-anak
dirumah.Semoga baik-baik saja,rumah kita sekarang
sangat jauh.kalau kami sekeluarga ada baik-baik saja.
Dan bagaimana thesisnya apa sdh rampung
belum.Peraturan toefel itu masih tetap berlaku
ngak,..kalau ia repot juga yah.

Tulisan Irsyad yang berharga ini akan kak Ima
postingkan ke mailing list yang lain yah..biar kak Ima
ngak banyak cerita lagi dlm masalah ini.Karena
ternyata masih banyak diantara Ummat Islam,yang belum
memahami Islam secara Kaaffah.Bahkan ada yang berusaha
memutar balikkan kandungan ayat dan Hadist,dgn
pemakaian logika yang boleh juga diacung jempol,yang
kalau saja manusia tdk cermat dan jeli,bisa
terperangah.

Mungkin Irsyad sendiri tahu betapa pintarnya seseorang
berbicara,namun pada hakikatnya isinya kosong.Dan kita
sdh sering menghadapi orang semacam itu baik di
Indonesia maupun di Kairo.Tapi kak Ima yakin,lama
kelamaan Ummat akan dapat menilai sendiri.Mana yang
terbaik utknya dan mana yang harus dibuangnya.

Dan selamat ujian buat adek-adek di KMM (Kesepakatan
Masyarakat Minang kabau)- Mesir.Sekarang benar-benar
lagi mengahadapi Ujian akhir(kecuali irsyad dan kak
Ima,serta teman-teman yang lagi nulis,tlh melalui
masa-masa sulit itu).kak Ima mendo'akan semoga
berhasil.Amin.

Pada saudara-saudara di Mailing List Rantau dan
Surau,saya tdk akan banyak bicara lagi dlm masalah
ini,saya hanya mempostingkan postingan teman
saya.Karena pendapat saya dlm masalah ini sdh final.

Wassalam.Rahima.


--- educ99 abdu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

<HR>
<html><head><meta Name='keywords' Content='commtouch,
pronto, mail, free email, free, branded, web based,
free web based email, communications, internet,
software, advertising banners, e-mail, free
software'></head><body   >

<div align='left'><font  
><blockquote><blockquote><TT>Assalaamu'alaikum
Warahmatullah Wabarakaatuh..<BR>
Sgala puji bagi Allah dan shalawat beserta salam bagi
Rasulullah...<BR>
Maaf, bolehkah ana memberikan sedikit masukan mengenai
pembicaraan <BR>
sekitar maulid nabi? sebelumnya ana perkenalkan diri
ana:<BR>
Nama: Irsyad Syafar Buan.<BR>
TTL : Bukittinggi 18 nof 1970.<BR>
Status: telah bekeluarga dan mempunyai 4 orang
anak.<BR>
Pendidikan: Sekarang sedang menyelesaikan tesis pada
fak. pendidikan. <BR>
univ. Cairo mesir.<BR>
Alamat: Di Indonesia, Jl Soekarno-Hatta 217 payakumbuh
sumbar. Dan <BR>
sekarang masih berada di kairo bersama istri dan
anak-anak.<BR>
Kak Rahimah sekeluarga pasti mengenal ana. Tertitip
salam kami <BR>
sekeluarga buat Bang Rahim sekeluarga.<BR>
Memang masyarakat ISlam sekarang secara umum terbagi
kepada dua sikap <BR>
dalam masalah maulid nabi.<BR>
Satu pihak mengatakan itu adalah bid'ah, dan tentunya
akan berakibat <BR>
setiap bid'ah adalah sesat...dan seterusnya. Sikap ini
cendrung <BR>
berlebihan (ifrath)<BR>
Disisi lain mengatakan maulid nabi adalh sebuah yang
boleh dan bukan <BR>
bid'ah. Sehingga apa saja bentuk perayaan maulid
menjadi boleh. Sikap <BR>
ini terlalu memudah-mudahkan (tafrith).<BR>
Perbedaan dua kutup ini sebenarnya dapat didekatkan
dan menjadi <BR>
peluang bersatunya ummat Islam.<BR>
Pertama, &nbsp;kita harus sepakat dulu tentang
devinisi bid'ah yang sesat <BR>
(dhalalah) yang berkonsekwensi masuk neraka.<BR>
Bid'ah yang dhalalah adalah semua tambahan dalam agama
Islam dengan <BR>
tujuan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Atau
dengan kata <BR>
lain tambahan ibadah baru untuk mendekatkan diri
kepada Allah. Dengan <BR>
devinisi ini maka tambahan yang bukan dalam bentuk
ibadah tidaklah <BR>
ibadah.<BR>
Contoh: Kalau kita shalat shubuh tiga rakaat, shalat
zhuhur 3 rakaat, <BR>
memanggil orang shalat dengan menggunakan lonceng
tidak dengan adzan, <BR>
maka itu adalah bid'ah dan pelakunya sesat, karena
semua itu <BR>
merupakan tambahan ibadah yang tidak ada dalilnya sama
sekali. <BR>
Tetapi pergi shalat shubuh dengan mobil, adzan dengan
mikrofon, <BR>
berceramah/pengajian rutin setiap hari sabtu malam
ahad, atau hari <BR>
kamis malam juma'at, maka semua itu bukanlah bid'ah.
Karena ia <BR>
bukanlah tambahan ibadah. Dan semua aktifitas tersebut
sesuai dengan <BR>
ajaran umum syari'at Islam.<BR>
Kedua, melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh
Rasulullah atau <BR>
para shahabat secara gamblang, tapi ada landasan
syar'inya secara <BR>
eksplisit (tidak lansung), maka itu tidak termasuk
dalam bid'ah yang <BR>
sesat. Ia merupakan ikhtilah fiqhiy (perbedaan
pendapat fiqh para <BR>
ulama), dan tidak menyesatkan atau masuk keneraka,
dengan syarat <BR>
tidak bertentangan secara lansung dengan dalil Qath'iy
(dalil yang <BR>
tegas dan jelas). Sebagian ulama menamakan masalah ini
dengan &quot;BID'AH <BR>
IDHAFIAH&quot;.<BR>
Contoh bid'ah idhafiyah antara lain adalah: Membaca
shalawat setelah <BR>
adzan dengan suara yang keras (tidak jahar), membaca
shalawat ada <BR>
dalilnya, tetapi mengeraskan suara tidak ada perintah
dan larangannya.<BR>
Contoh lain, bersalaman setiap selesai shalat
berjamaah dengan orang <BR>
yang ada di sekitar kita, secara dalil kita disuruh
dan di bolehkan <BR>
bersalaman kapan saja, tetapi setiap selesai shalat
tidak ada <BR>
perintah dan larangan. <BR>
Contoh-contoh di atas tidak termasuk bid'ah yang
menyesatkan, ia <BR>
merupakan perbedaan fiqh. Silahkan kita mengambil mana
yang kita <BR>
merasa tentram dan yakin, tanpa harus membid'ahkan
atau mencela orang <BR>
lain yang berbeda pendapat dengan kita.<BR>
Ketiga, masalah memperingati lahirnya Rasulullah atau
yang populer <BR>
dengan peringatan maulid Nabi, bagaimana
posisinya?<BR>
Sebelum kita jawab, kita juga tegaskan bahwa
memperingati maulid nabi <BR>
artinya adalah memperhatikan, memikirkan, mengambil
pelajaran dari <BR>
maulid nabi. Karena &quot;ihtifal&quot; dalam bahasa
arab mengandung <BR>
arti &quot;ihtimam&quot; atau memperhatikan, yang
kemudian dalam bahasa <BR>
indonesia diterjemahkan dengan sekedar
memperingati.<BR>
Selanjutnya mari kita praktekkkan devinisi dan cara
bervikir di atas.<BR>
a. Apakah ada landasan syar'inya (dalinya)?<BR>
Dalam hadits shahih bukhari Rasulullah pernah ditanya
tentang puasa <BR>
beliau di hari senin. Rasulullah menjawab: &quot;itu
adalah hari <BR>
lahirku...&quot;<BR>
Dari dalil ini ternyata Rasulullah juga memperingati
(memperhatikan)<BR>
hari lahir Beliau. Beliau memperingatinya dengan
puasa. Sehingga <BR>
jadilah puasa hari senin menjadi puasa sunnah, karena
Rasul berpuasa <BR>
pada hari itu, dan beliau berpuasa karena hari itu
hari kelahiran <BR>
beliau. Dan para shahabat pun meniru Rasulullah dengan
puasa di hari <BR>
senin.<BR>
Sampai disini terlihat bahwa memperingati hari maulid
Rasulullah ada <BR>
landasan syar'inya (dalilnya), walaupun tidak terus
terang <BR>
memerintahkan untuk memperingatinya. dan berarti pula
memperingati <BR>
maulid hukumnya boleh. <BR>
b. Perlu juga diingat bahwa Rasulullah memperingati
hari senin (hari <BR>
lahir beliau), bukan memperingati tgl 12 rabiul awal.
Karena tgl <BR>
kelahiran Rasulullah menjadi perselisihan bagi para
ulama tarikh <BR>
(sejarah), mayoritas mengatakan 12 rabiul awal, dan
yang lain <BR>
mengatakan pada tgl yang lain. Dan tidak ada satu
hadits shahih pun <BR>
yang menegaskan tgl kelahiran beliau. Adapun tgl wafat
beliau <BR>
disepakati oleh semua ulama hadits dan tarikh, pada
tgl 12 rabiul <BR>
awal.<BR>
c. Timbul pertanyaan berikutnya: bagaimana cara
memperingati maulid <BR>
tersebut? apakah cara yang populer sekarang sesuai
dengan sunnah <BR>
Rasulullah?<BR>
Jawabannya adalah dengan memasangkan devinisi bid'ah
kepada realita <BR>
yang ada. <BR>
Misalnya: <BR>
* Mengadakan shalawat barzanji dan sejenisnya pada
hari maulid dengan <BR>
tujuan mendekatkan diri kepada Allah (ada unsur
taqorrub), apalagi <BR>
dilakukan setiap 12 rabiul awal. Maka itu merupakan
tambahan ibadah <BR>
baru, sehingga termasuk bid'ah yang sesat.<BR>
* Mengadakan peringatan dengan bentuk ceramah,
mengingatkan ummat <BR>
kepada Allah dan RasulNya, menggali sirah kehidupan
Rasulullah, maka <BR>
itu bukan bid'ah, karena bukan merupakan ibadah
baru.<BR>
* Membuat sebuah jenis makanan, atau kue dan
sejenisnya (kalau <BR>
dimesir halawah maulid dan 'arusyah maulid, tidaklah
bid'ah bila <BR>
tidak dimaksudkan sebagai ibadah untuk taqarrub kepada
Allah.<BR>
Kesimpulannya adalah memperingati maulid ada landsan
syar'inya <BR>
(eksplisit) dan tidak bid'ah, dengan syarat tidak
dilakukan dengan <BR>
menambahkan seremonial ibadah baru. Bagi kita yang
ingin meniru <BR>
Rasulullah dan para sahabatnya, dengan rajin berpuasa
setiap hari <BR>
senin pada hakekatnya telah memperingati lahirnya
Rasulullah <BR>
sekaligus telah menghidupkan sunnahnya. Namun sunnah
yang ini masih <BR>
jarang ummat Islam mau menghidupkannya.<BR>
Sekian saja semoga Allah semakin manyatukan hati-hati
ummat Islam dan <BR>
menunjuki kita kejalan Yang di redhaiNya.<BR>
Mohon maaf kalau ada yang tidak pada tempatnya.<BR>
Wallahu a'laa wa a'lam bish shawab.<BR>
Cairo, 13 rabiul awal 1423 H<BR>
Abu Abdillah.<BR>
</TT><br><br><font><p align=left><br>Get your Free
E-mail at
http://jannah.zzn.com<br>____________________________________________________________<br>Get
your own FREE Web and POP E-mail Service in 14
languages at
http://www.zzn.com.<br></blockquote></blockquote></div></font>

<br>
<tt>
==================================================================<BR>
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
Alam Takambang Jadikan Guru<BR>
==================================================================<BR>
PS: <BR>
Aturan Main Milis KMM-Mesir : <BR>
<BR>
1. Penulisan pesan di mailist ini harap dengan huruf
kecil.<BR>
2. Tidak menggunakan kata-kata kotor, menghujat, atau
<BR>
ungkapan yang dapat melukai perasaan anggota lain.
<BR>
3. Jika me-reply sebuah pesan, harap membersihkan <BR>
pesan-pesan sebelumnya yang tidak perlu dikomentari.
<BR>
4. Komentar atau jawaban terhadap sebuah pesan,
harap<BR>
singkat &amp; jelas agar mengena pada inti pembahasan.
<BR>
5. Hal-hal yang berkenaan dengan urusan pribadi <BR>
agar menggunakan japri (jalur pribadi) saja.<BR>
<BR>
Saran dan kritik atas keberlangsungan mailist ini kami
terima<BR>
<BR>
Pa`unyie 'mah Gadang<BR>
------------------------------------------------------<BR>
Anda sudah terdaftar di mailist ini secara
otomatis.<BR>
<BR>
Kirim email : [EMAIL PROTECTED]<BR>
Berhenti&nbsp;&nbsp;&nbsp; :
[EMAIL PROTECTED]<BR>
Bergabung&nbsp;&nbsp; :
[EMAIL PROTECTED]</tt>
<br>

<br>
<tt>Your use of Yahoo! Groups is subject to the <a
href="http://docs.yahoo.com/info/terms/";>Yahoo! Terms
of Service</a>.</tt>
</br>

</body></html>



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke