Assalamualaikum ww

Lah talalai labah dek bungo, lah talalai wakatu dek abank lah talalai pulo
ambo mambaleh surek sanak Rahima, bukan dimukasuik disangajo hanyo dek
parasaian jo untuang nan manyudahi dalam rangko mancarikan sasuoak pagi
sasuok patang sakauik ameh, kok nyampang lai balabiah nak pambali oto rancak
nggak ciek jo duo

Indak dapek nan ka ambo sabuik dek sanangnyo hati satantangan uraian sanak
Rahima, hanyo raso tarimokasih nan tulus dan do'a semoga sanak Rahima
sekeluarga selalu dilimpahi rahmat dan hidayah dari Allah SWT, amin 

Satantangan buku nan ambo sabuik tardahulu, iaitu "Wujub Luzumissunnah wal
Hadzar Minal Bid'ah" buku saku berukuran 12x17Cm 34 halaman diterbitkan dan
diedarkan dibawah pengawasan "Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departmen
Agama Saudi Arabia 1422H" penulisnya "Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin
Baz" Pimpinan umum "Direktorat Riset, Fatwa, Da'wah dan Bimbingan Islam"
Saudi Arabia.

Yang saya dengar pemerintah S/A c/q Badan ini selama musim haji yll telah
mencetak dan mem-bagi2kan secara cuma-cuma lebih 2 juta exemplar al Qur'an
karim dan ber-juta2 berbagai buku2 panduan haji maupun buku2 tentang ke
Islam an lainnya dan tentu saja telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa
untuk para jemaah haji 

Salah satu dari buku2 tersebut adolah buku tentang Maulid nabi yang disebut
sebagai ritual yang Bid'ah dan tanpa ampun dinyatakan sebagai yang
diharamkan dalam agama kita.

Nampaknya Raja Saudi sangat keras dengan ajaran2 yang dianggap menyimpang
dari Sunnah terlihat dengan usaha2nya yang gencar untuk mengatasi hal
tersebut seperti proyek pencetakan "al Qur'an" terbesar dan super modern
(milik raja) untuk membendung beredarnya Qur'an2 palsu dan selanjutnya
dibagi2kan secara cuma2 kepada jutaan jemaah haji tahun ini 

Demikian pula dengan mencetak berbagai buku panduan untuk jemaah sehubungan
dengan banyaknya didapati praktek2  menyimpang dalam pelaksanaan ibadah haji
terutama kita2 para jemaah dari belahan timur sejak dari anak benua Pakistan
hingga ke Ujung Pandang Sulawesi di Indonesia Timur yang kadang2 sudah
sangat berlebihan seperti misalnya ada yang menggunting kain kiswah ka'bah
(untuak jimaik ngkali), meng-gosok2an kain ihram atau kupiah / sorban
kedinding ka'bah ataupun memagut dan menangis me-raung2 memeluk maqam
Ibrahim dlsb.

Demikian pula dengan praktek menyimpang dalam ritual Islam lainnya seperti
"Maulid Nabi" ini, bahkan dikabarkan gencar pula golongan non Islam yang
bertopeng Islam mempublikasikan lewat berbagai media baik cetak maupun
elektronika berbagai acara ritual yang bukan bersumber dari Islam yang
diberi berbaju Islam seperti acara maulidan di keraton2 sultan di tanah
jawi, yang sebenarnya tidak ada dasar hukumnya dalam Islam sehingga ritual2
tersebut oleh sebagian kita sudah kita anggap bagian dari ajaran Rasullulah,
bahkan sebagian kita dengan berdiri dibalik "mengutamakan Syiar" dan da'wah
yang berasimilasi dengan budaya setempat yang dizaman sekarang sudah tidak
merupakan alasan yang dapat diterima lagi untuk hal2 seperti itu dan bahkan
mandok dibaliak  "kalkulasi" besar mana mudaratnya dan "pilih mudarat
terkecil"      Padahal oleh pemerintah Saudi yang Ahlul Sunnah wal Jamaah
ini tidak ada kompromi dengan alasan2 seperti itu apakah mudaratnya kecil
sekali atawa "tidak ada mudarat" sama sekali, asal tidak ada dalam sunnah
tentulah dengan konsekwen dinyatakan sebagai "haram" 

Kerasnya Ulama Salaf dan Pemerintah Saudi ini jelas terlihat sejak lebih 100
tahun yang lalu dimana Tuanku Imam Bonjol dan kawan2 tidak segan2 membakar
Istano Pagaruyuang dan memerangi kaum adat yang dianggap sarang penyimpangan
dari sunnah / ajaran Rasulullah, entah kita semua sependapat untuk mendukung
gerakan "Kembali kepada ajaran Islam yang murni dan konsekwen berdasarkan al
Qur'an dan hadist / sunnah Rasul" tersebut sebagaimana yang tetap dipegang
teguh dari dahulu hingga sekarang oleh raja dan rakyat dimana rasullah
dilahirkan dan bertanah air sebagai pusat Islam sedunia ini

Sekali lagi taunjuak salam ambo untuak sanak R/R sekeluarga diranah Masia

wasalam
arman bahar piliang
riaw daratan

-----Original Message-----
From: rahim rahima [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, May 23, 2002 11:06 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet] Maulid Nabi(pro pak Arman dan Ronald .P)

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Bapak Arman bahar,baru teringat oleh saya,setelah melihat
postingan(tanggapan dari saudara Ronald .P di Surau),dgn menyebutkan hal
yang hampir sama dgn postingan dari Apak,ttg buku yang dikarang
oleh..Syeikh.....(lihat dibawah).Dari nama pengarang,membuat saya jadi ingin
tahu akan pengarang
buku tsb(maksudnya silsilahnya,dan dari mana asalnya,serta biografi data
pengarang,belajarnya
dimana dan mazhabnya apa,serta lainnya.),dari nama sepertinya hampir mirip
asalnya.Cuma saya tak dpt
pastikan,kecuali tolong Apak beritahukan,begitupun saudara Ronald,akan
biografi dari pengarang buku yang Apak serta saudara sebutkan tsb.Karena
dari situ baru saya dapat mengerti aliran pemikiran mereka

..............(cut).............kan lah dibaco 


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke