Assalamu Alailum W. W.
Ini tak ada hubungan dengan Minang tapi bagus juga untuk
diketahui. Dan kalau sudah dibaca didelete karena hanya
memenuh-menuhi quota saja.
Wassalam Bundo.
Beneran nggak ya?



Laporan ''Bali Post'' Langsung dari Cendana


Soeharto Ditemani Wiranto dan Hartono


Hingga saat ini, keluarga Cendana amat tertutup. Banyak
kisah di dalamnya tak bisa terpantau publik. Termasuk Kamis
(23/5) kemarin, cucu Soeharto, Danty Rukmana, melangsungkan
perkawinannya yang kedua. Tidak ada pers yang meliput acara
ini dari dalam karena memang dilarang. Namun, Bali Post
berhasil mengikuti prosesi sakral, perkawinan tersebut
detik demi detik. 


-----------------------


LANGIT di kediaman Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Mbak
Tutut) tampak teduh. Sayup-sayup alunan gending terdengar.
Tenda biru menutup separo jalan di rumah putri sulung
Soeharto itu. Tenda biru berselempang putih. Lengkap dengan
janur kuning yang dirajut seperti penjor. Diikatkan di
kedua sisi tenda. Beberapa laki-laki berpakaian beskap
(pakaian adat Jawa) lengkap dengan blangkon dan keris.
Mereka penerima tamu. 

Siang itu, sekitar pukul 13.00 WIB, sedan-sedan mewah
memadati jalanan. Berhenti sejenak di depan rumah Mbak
Tutut, menurunkan sang majikan berpakaian jas dan gaun-gaun
mewah. Mobil meluncur kembali mencari tempat parkir. Maka,
Jalan Yusuf Adiwinata, Jl. Rasamala, dan Jl. Tanjung macet.
Mobil berjajar di kanan kiri jalan. 

Siang itu sedang berlangsung acara akad nikah Danty Rukmana
dengan Adrianto Supoyo. Danty adalah anak kedua pasangan
Mbak Tutut dan Indra Rukmana. Sementara Adrianto merupakan
teman Dandy Rukmana (kakak Danty). Dia seorang pengusaha
sarang burung walet, putra keluarga Supoyo. 

Bali Post sengaja datang sedikit terlambat. Tidak ada
undangan untuk pers. Sejumlah media cetak tidak
diperkenankan masuk. Mereka menunggu di luar. Namun, Bali
Post menyelinap mengikuti rombongan keluarga asal Bogor.
Untungnya petugas absensi tidak menanyakan kartu undangan.
Setelah membubuhkan nama dan tanda tangan, sebuah suvenir
pun diberikan. Bentuk suvenirnya cukup cantik. Sebuah kotak
perhiasan yang dimasukkan dalam kantong kain warna krem
keemasan, diikat pernik-pernik bunga. 

Undangan sudah penuh. Rumah Mbak Tutut disulap bak hotel
bintang lima. Halaman teras depan dibuatkan panggung.
Lantainya dilapisi karpet abu-abu keperakan. Kursi-kursi
berlapis kain putih perak berjajar. Seluruh kursi dipenuhi
oleh muda-mudi yang berdandan cantik dan bapak-ibu yang
berpakaian mahal. Semuanya wangi oleh parfum bermerek. Agar
suasananya nyaman, lima AC berkekuatan besar dipasang
melingkar. Udara pun langsung sejuk. 

Pun demikian di ruang garasi. Ruangan ini disulap menjadi
ruang tamu yang istimewa. Sebuah layar datar ukuran 29 inci
menampilkan detik-detik prosesi kedua mempelai yang
ditempatkan di ruang utama. Sebuah pengeras suara yang
memperdengarkan alunan pembawa acara bersuara merdu.
Pengunjung tak perlu bersusah payah melihat secara langsung
wajah kedua mempelai karena dari layar datar ini semua
acara bisa ter-cover. 

Bali Post diminta memasuki ruang utama kedua. Di kanan-kiri
berjajar pagar ayu. Sebelah kiri laki-laki berpakaian
beskap. Di sebelah kanan perempuan-perempuan cantik
berpakaian Jawa yang tampak ketat dan ramping. Semuanya
serba ungu. Dari deretan penerima tamu ini ada desainer M
Rusli yang tampak mungil memakai beskap dan menyelipkan
keris di bagian belakang. Artis Camelia Malik dan Siti
Hediyati alias Titiek (bekas istri mantan Danjen Kopassus
Prabowo) pun tampak ikut mengatur tamu. 

Ruang utama terletak di samping garasi. Lantainya berkarpet
merah bercorak ala Mesir. Tebal dan empuk. Ruangan ini
memiliki sejumlah foto dalam pigura ukuran besar. Di
antaranya foto mantan Presiden Soeharto berpakaian militer
lengkap dengan tanda jasa dan penghargaan serta bintang
lima. Soeharto tampak gagah dengan memegang tongkat
komando. Foto ini diletakkan di dekat pintu masuk. 

Juga ada foto Ibu Tien dengan kebaya hitam. Tubuhnya masih
tampak seksi dengan rambut dikonde dan kedua tangannya
memegang ujung kebaya. Foto itu tampak hidup. Wajahnya
tersenyum seperti mengingatkan kita saat Ibu Tien
mendampingi Pak Harto dalam menjalankan tugas. Kaca mata
putih memperlihatkan korneanya. Dinding sebelah kanan yang
luas dengan warna krem terang seolah menjadi tempat
tidurnya yang sejuk. Tak luput foto tuan rumah, Indra
Rukmana dan Siti Hardiyanti, yang dipasang di dinding
sebelah kiri. Cukup apik dan eksotik. 

Ruangan cukup luas hanya diberi beberapa kursi tamu
undangan. Tampak di ruangan VIP ini adik Pak Harto,
Probosutedjo dan istri, mantan Panglima ABRI Jenderal
(Purn) Wiranto dan mantan Kasad/Menpen Jenderal R Hartono.
Semuanya beserta istri. Selebihnya sejumlah kerabat dua
mempelai. Tidak terlihat Mamiek dan istri Tommy, Ardhia
Pramesti Regita Cahyani dalam deretan kursi VIP ini. 

Ruang depan dipakai untuk kedua mempelai. Dekorasi bunga
melati dengan daun-daun hijau tertata apik di atas dinding
papan kayu berukir. Terkesan sederhana dan natural. Danty
duduk berdampingan dengan Adri. Keduanya cukup mesra
bersanding. Meski Danty -- janda tanpa anak ini -- terlihat
cukup berbobot. Gemuk mirip Tika Panggabean. Kontras dengan
Adri yang tampan dan gagah dengan bodi ideal. Sesekali
keduanya terlihat memiringkan badannya dan saling
mengobrol. Lantas tersipu mengumbar senyum. 

Danty tidak memakai pakaian pengantin Eropa. Tubuhnya yang
kelebihan lemak itu dibalut dengan kebaya putih gading
dipadu jarik warna sepadan dan berkonde besar. Agar tampak
lebih eksotik, rambutnya dibalut bunga-bunga melati yang
sudah dirajut menjadi untaian panjang hingga ke dadanya
yang besar. Gincunya cukup merah dengan bedak tebal
menempel pipinya. Danty dan Adri duduk di tengah menempati
kursi besar warna gading dengan sandaran busa. Sesekali
tangan Danty memegang tangan Adri yang dingin karena
kelebihan AC. 

Di sebelah kanan duduk dengan tenang orangtua Adrianto,
Bapak dan Ibu Supoyo. Tidak dikenal siapa mereka. Sengaja
tuan rumah tidak menyediakan biodata mempelai, berikut
latar belakang keturunannya. Sementara di sebelah kiri,
duduk orangtua Danty, yakni Mbak Tutut dan Indra Rukmana.
Supoyo dan Indra memakai pakaian beskap, adat Jawa, dengan
selempang merah dan keris di pinggang. Sementara Mbak Tutut
dan Ibu Supoyo memakai kebaya warna ungu. Warna yang
menunjukkan bahwa perkawinan ini bukan antara gadis dan
perjaka. 

Danty menikah kali pertama pada 28 Maret 2000 lalu di TMII.
Hadir pada kesempatan itu mantan Presiden Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) dan Pak Harto (yang saat itu dikabarkan sedang
sakit). Pesta yang meriah itu hanya bertahan kurang dua
tahun. Suami pertama, Triyono, diceraikan. Akhir tahun 2001
ini, Danty merajut cinta dengan Adri melalui kakaknya,
Dandy. Dikabarkan pertemuan dijalin di negeri Paman Sam.
Sebab, Dandy hingga kini masih berada di sana. Adri dan
Danty dulu teman semasa TK dan SD di Menteng. Tidak jelas
kepastiannya karena memang amat rahasia. 

Lalu di mana Soeharto? Pak Harto duduk amat manis dan
tenang di samping kursi Indra dan Tutut. Ada kursi kecil
warna putih cat dengan busa menonjol dan empuk. Pak Harto
memakai beskap hitam, blankon coklat tua, dengan selendang
coklat halus. Kakinya disilangkan dengan mengenakan sepatu
slop. Di dadanya dipasang rangkaian melati yang dibuat
melingkar seukuran pin. 

Wajah Pak Harto tampak tenang dan gagah. Tubuhnya tetap
gemuk ideal persis seperti empat tahun lalu, saat dia
mengumumkan pengunduran dirinya. Tidak pucat. Tidak loyo.
Dia duduk dengan punggung tegak. Kedua tangannya memegang
tangan kursi yang kecil berpelitur coklat mengkilap.
Pandangannya teduh. Hanya matanya yang kelihatan menyipit.
Beberapa kali wajah Pak Harto dimunculkan di layar datar
ukuran 24 inci ini. 

Ketika melihat Pak Harto dalam kondisi segar bugar itu,
konsentrasi Bali Post pun hanya tertuju pada orang nomor
satu di era orba itu. Mengapa? Selama ini publik mengetahui
bahwa Pak Harto dalam kondisi sakit permanen sesuai hasil
medical record. Itu sebabnya, pengadilan tidak bisa
menjangkaunya. 

Pak Harto menyaksikan dengan seksama jalannya akad nikah.
Setelah akad nikah telah usai dilanjutkan dengan khotbah
akad nikah yang dibacakan KH M Ikhsan. Pak Harto menyimak
khotbah ini dengan sedikit manggut-manggut. Sesekali
tersenyum ketika KH Ikhsan menyebutkan bahwa cinta kedua
mempelai itu harus diperjuangkan. ''Perjuangan ini harus
serius, sampai jatuh bangun pun harus mencintai,'' kata
Ikhsan, mengutip sebuah judul sebuah lagu. Pak Harto tampak
tersenyum dengan menganggukkan kepalanya. Shoot kamera
menampilkan wajah Pak Harto di layar datar yang sengaja
dipasang di tiap ruangan. Demikian pula Danty dan Adri.
Kedua mempelai ini kemudian berbisik dan membuka bibirnya,
malu-malu bahagia. Pengunjung pun serentak gerr pelan
ditingkahi dua fotografer dengan lensa besar sepanjang
setengah meter yang sibuk membidik momen-momen penting dan
unik. 

Selesai khotbah nikah dilanjutkan dengan doa. Sejumlah
pagar ayu laki-laki mulai bergerak merapat ke samping ruang
utama. Bali Post kebetulan hanya dua meter dari pintu
utama, yang menghubungkan ruang utama dan ruang kedua.
Sengaja berdiri di pinggir jalan agar bisa melihat
gerak-gerik Pak Harto. Doa dipanjatkan amat khusyuk. KH
Ikhsan meminta agar kedua mempelai diberi kekuatan dan
rukun sejahtera hingga kaken-kaken dan ninen-ninek
(kakek-nenek). Tampak Danty menumpuk tangannya dipangkuan.
Adri mengangkat tangannya. Indra dan Tutut menengadahkan
tangan sambil komat-kamit mengucap ''amin...amin''. Pun
demikian keluarga Puspoyo. Pak Harto juga menengadahkan
tangan dengan posisi punggung tegak. Selesai doa, telapak
tangan Pak Harto diusapkan ke muka. Demikian pula Danty,
Adri, Indra, Tutut, dan Bapak-Ibu Puspoyo serta hadirin. 

Suara pembawa acara bergema lagi. Kali ini, keluarga
diminta memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Diikuti undangan. Kesempatan pertama diberikan kepada Pak
Harto. Penguasa orba ini mendengar dengan baik suara
permintaan pembawa acara itu. Dalam posisi duduk, Pak Harto
langsung meletakkan kakinya di lantai dan mengangkat
badannya dengan ringan. Kedua tangannya sedikit disandarkan
ke tangan kursi. 

Selanjutnya, sambil menata jariknya, Pak Harto yang berdiri
dengan cukup tegak itu melangkahkan kakinya. Tidak ada yang
menuntun, tidak ada tongkat penyanggah, atau kursi roda.
Pak Harto berjalan dengan santai. Tidak terhuyung-huyung,
apalagi terbongkok-bongkok. Ia melangkah dengan tenang
menuju kedua mempelai. Tangannya yang besar memegang tangan
Danty. Lantas badannya didekapkan ke kepala Danty yang
merunduk. Lalu, pipi Pak Harto mengecup pipi Danty kiri,
kanan, dan kening. Selanjutnya, Adri. Pak Harto mencium
pipi kiri, kanan, dan kening. Juga demikian kepada Indra
dan Tutut. Setelah itu Bapak dan Ibu Puspoyo. Kali ini
tanpa cium pipi. 

Lalu, Pak Harto menuju ruang jamuan makan VIP. Persis di
belakang ruang utama. Pak Harto berjalan persis di depan
Bali Post yang berdiri mematung, sendirian. Sulaeman,
bodyguard, yang mengawal keluarga Cendana, sempat melirik
ke arah Bali Post. Untung, Bali Post memalingkan muka
sehingga tak dapat dikenali. Pak Harto berjalan dengan
langkah santai tanpa ada yang menuntun atau memegangi
tangannya. Sejumlah pagar ayu berjalan beriring di
belakangnya. Jalannya pun sedikit cepat seperti langkah
pria seusianya yang sehat. 

Di ruang makan VIP itu, Pak Harto langsung menuju hidangan.
Melihat sebentar kemudian meminta diambilkan menu hidangan.
Kakinya sempat memilah jalan, melewati kursi yang berderet
melingkari meja bundar. Kebetulan ada eyang Adri. Pak Harto
pun bersalaman dan sempat bercakap-cakap sejenak. Lalu, dia
duduk di kursi pojok sebelah kanan, di belakang dekorasi
pengantin. 

Terlihat Wiranto dan Hartono menemani Pak Harto.
Selanjutnya, Pak Harto terlihat akrab mengobrol dan
tersenyum-senyum. Sejumlah tamu undangan, kerabat justru
minta foto bersama. Pak Harto seperti biasa hanya tersenyum
dan melayani permintaan itu. Cukup lama Pak Harto di ruang
ini. Sebab, ketika Bali Post ikut antre memberi ucapan
selamat kepada pengantin, makan masakan Italia, dan antre
pulang, Pak Harto masih di ruang makan VIP. Tetap dengan
Wiranto, Hartono dan kerabat lainnya. Pak Harto tampak
senang dengan pesta di rumahnya itu. Siapa bilang Soeharto
sakit? 




 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke