Assalamu'alaikum wr. wb.

Syirik dosa yang paling besar

Allah tidak mengampuni dosa syirik tapi bisa saja
mengampuni dosa yang selain itu bagi siapa saja yang
di kehendakinya, seperti yang dapat disimak pada surah
An Nissaa ayat 48 yang artinya:

Sesungguhnya Allah tiada akan mengampuni dosa jika Dia
dipersekutukan dengan yang lain dan Dia mengampuni
dosa yang kurang dari syirik itu bagi siapa yang
dikehendakiNya. Dan barangsiapa mempersekutukan Allah,
maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa besar.

Manusia yang digoda syaithan senantiasa kehilangan
kesetimbangan iman dan akalnya sehingga dia mau
mempertuhan apa saja. Maka menjadi tuhanlah anak-anak
manusia, baik yang menuhankan dirinya sendiri seperti
Nambrud dan Firaun, maupun yang di tuhankan oleh orang
lain seperti Nabi Allah Isa a.s., seperti �Uzair, 
seperti Sidharta Gautama. Maka menjadi tuhanlah
benda-benda seperti gunung, pohon besar, sungai. Maka
jadi tuhanlah ular, sapi atau kera. Pada saat
menganggap semua �makhluk� seperti yang kita sebut
tadi sebagai tuhan, akal manusia menjadi begitu
dangkal sehingga tidak bisa memahami sedikitpun
nilai-nilai ketuhanan sebagai Yang Maha Pencipta, Yang
Maha Mengatur, Yang Maha Berkuasa. Bagaimana mungkin
Firaun, Nambrud itu dikategorikan sebagai tuhan
sementara dia mengenal kematian, dia tidak menciptakan
apa-apa. Bagaimana mungkin Nabi Isa a.s. ataupun
�Uzair mau dianggap sebagai Tuhan sementara
beliau-beliau ini mengaku sebagi hamba Allah dan
menyeru manusia untuk menyembah Allah. Begitu juga
Sidharta Gautama, anak seorang raja yang menjalani
hidup sederhana, menolong orang-orang susah, setelah
kematiannya, sesudah dia tidak mampu berbuat apa-apa
lagi, �pangkat� nya dirubah menjadi Tuhan yang dipuja
dan disembah. Bahkan yang lebih tidak masuk akal
adalah menjadikan ular sebagai dewi Sri, sebagai tuhan
penjaga pertanian. Menjadikan sapi sebagai tuhan. 

Budaya syirik tidak punya hubungan dengan tingkat
budaya suatu masyarakat. Pada masyarakat yang mampu
berfikir �rasional� seperti sekarang ini kebiasaan
untuk mempertuhan benda, mempertuhan pekerjaan,
mempertuhan organisasi, mempertuhan partai,
mempertuhan atasan dilakukan manusia terang-terangan
tanpa basa basi. Bahkan ada diantara mereka yang
mempertuhankan akalnya sendiri. Segala sesuatu diukur
dengan kemampuan akalnya untuk menalar meskipun daya
nalar manusia itu sangat dangkal. Mereka mau
terpontang panting berbuat apa saja, demi pekerjaan,
demi organisasi, demi partai. Mereka begitu takut dan
khawatir jika pekerjaan, organisasi atau partai itu
meninggalkan mereka, mencelakakan mereka. Padahal
setiap saat mereka menyaksikan ketidak langgengan yang
namanya pekerjaan, yang namanya organisasi, yang
namanya jabatan, yang namanya partai. Padahal setiap
saat mereka menyaksikan batas kehidupan seorang
manusia berakhir dengan kematian sementara tidak
sedikitpun pekerjaan, organisasi, partai itu mampu
menolong mereka untuk menghindar dari maut. 

Inilah hasil karya syaithan dalam mengelabui manusia
agar melupakan Allah, agar menjadikan �sesuatu� sama
pentingnya atau bahkan lebih penting dari Allah. Dan
manusia melakukan pembangkangan seperti ini dengan
sadar sesadar-sadarnya. Agar manusia menjauh dari
ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah dan
mengagungkan ketentuan yang mereka buat sendiri.  

Manusia dibekali dengan akal untuk berfikir dan dengan
hati untuk menimbang rasa. Dengan modal ini manusia
harusnya mampu untuk mengenal dirinya sendiri,
mengendalikan dirinya dan  hawa nafsunya. Dengan akal
fikirannya dia mampu memikirkan tentang dirinya untuk
dibandingkan dengan  ciptaan yang lain, untuk
memikirkan siapakah kira-kira yang menciptakannya.
Allah SWT membekali  setiap manusia dengan akal dan
hati dan membiarkan manusia untuk memanfaatkan
keduanya dengan sebaik-baiknya. Hal yang sama telah
diberikan Allah sejak penciptaan nabi Adam a.s. Kalau
kemudian manusia cenderung kepada kesesatan, bukanlah
Allah yang menyesatkan mereka melainkan diri mereka
sendiri yang mengikuti bujuk rayu syaithan dan tidak
menggunakan akal fikiran dan pertimbangan hati mereka.
Allah membiarkan orang yang seperti itu berada dalam
kesesatan, seperti Allah membiarkan Adam melanggar
larangan setelah sebelumnya Allah memberi tahukan
tentang aturan yang melarang itu. 

Barangsiapa yang diberi Allah petunjuk, maka niscaya
ia akan mendapat petunjuk itu dan barangsiapa yang
dibiarkanNya sesat, maka ia tidak akan mendapat
seorang penolongpun untuk menunjukinya. (Al Kahfi (18)
:17)

Allah membiarkan sesat mereka yang tidak mau
menggunakan akal fikiran serta hati nurani. Allah
mengajarkan kepada manusia melalui lisan para nabi 
tentang yang benar itu benar, serta tentang yang salah
itu salah. Manusia yang mengingkarinya dan memutar
balikkan yang benar untuk dikatakan salah dan yang
salah dikatakan benar, maka Allah membiarkan
orang-orang seperti ini dalam kesesatannya.


Wassalamu'alaikum wr.wb.,


Lembang Alam




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke