-----Original Message-----
From: Indra Piliang [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:
Wednesday, June 05, 2002 12:41 AM
To:
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [RantauNet] Apakah Muhammad Hatta masih punya pengaruh?

 

Tahun ini, Hatta berusia 100 tahun, alias satu abad. Saya akan menyiapkan sebuah artikel untuk penghormatan atas beliau. Teman-teman, dari segala usia, bisa menyumbangkan pengetahuan, pemahaman, persentuhan, atau apapun, tentang Hatta.

 

Bisa juga berdasarkan jawaban atas pertanyaan ini:

 

1. Apakah menurut anda mengenang Hatta dan karya-karyanya masih relevan?

[dm] Sangat relevan, apa lagi disaat krisis budaya saat ini. Pemikiran ekonomi rakyat dari Bung Hatta sangat cocok dengan situasi ekonomi yang lagi carut marut saat ini. Terbukti Perusahaan UKM tahan terhadap terpaan badai ekonomi nan melanda Indonesia. Kalau memang kita mau bangkit harus setiap orang mempunyai kesempatan dalam kue pembangunan, jalannya adalah dengan menggerakkan ekonomi rakyat dan UKM. Bukan lagi rakyat kecil mengharapkan limpahan dari atas.

 

2. Apa nilai positif dan negatif dari Hatta?

[dm] Nilai positif, bersih, kerakyatan, bapak koperasi dan menginginkan supaya gerakan atau kebijakan harus yang tumbuh dari grass root. Negatif, memilih diluar system, sehingga tidak dapat mempengaruhi jalannya sistim.

 

3. Apakah figur seperti Hatta bisa dijadikan sebagai contoh orang Indonesia yang baik?

[dm] Sangat bisa, sebagai orang yang demokratis, merakyat dan bersih.

 

4. Sebagai orang Minang, apakah anda bangga punya tokoh seperti Hatta?

[dm] Tentu Bung, contoh yang langka buat saat ini. Yang seharusnya kita cari jalan kesana lagi.

 

5. Apa sumbangan Hatta atas Minang, Indonesia, dan dunia menurut anda?

[dm] Orang yang konsisten dalam memperhatikan rakyat kecil dan harga diri.

 

6. Kenapa figur Hatta jarang lagi lahir di kalangan anak-anak muda Minang?

[dm] Systim tata nilai di masyarakat Minang kini telah banyak berubah, sehingga keunggulan budaya minang kini tidak lagi berbeda dengan daerah lain. Sebagai contoh: semangat belajar dan mengarahkan belajar dari masyarakat dimana saja kini telah sama. Sehingga persaingan telah bigitu tajam dan dalam atmosfir yang sama. Kalau dulu Minang mempunyai nilai lebih dalam semangat menyekolahkan anak dari daerah lainnya di Indonesia. Kodrat manusia kali, orang yang unggul itu akan lahir dari daerah yang dimana kehidupan keras. Sebab didaerah yang berkehidupan keras tersebut manusia terseleksi oleh alam. Yang bisa muncul benar-benar yang tahan dan tertepa oleh kekerasan alam atau lingkungan. Akhir-akhir ini atmosphere kehidupan didaerah mana saja di Indonesia hamper merata, semua dimanjakan dan dipasung dari atas.

 

7. Apakah masyarakat Minang kini lebih maju atau lebih mundur dari ketika Hatta hidup?

[dm] Dua-duanya. Tergantung dari kaca mata mana kita melihat. Kalau dilihat dari orang minang yang menonjol ditingkat nasional, ya lebih mundur. Presentasenya kini telah jauh sekali, kata Urpass alah digilas dek Batak.

Kalau dilihat dari sudut kwantitas yang mengenyam pendidikan tinggi, menengah, baik bawah tentu kelihatan lebih maju. Dibanding waktu saya SMP (1967) dan kini, anak SMP itu sudah sangat banyak dari kampungku, Canduang VI angket Bkt. Dulu kami Cuma delapan orang saja berjalan kaki kesekolah, kalau kini menyemut.

 

8. apa saja menurut anda, asal berkaitan dengan Hatta, Minang, Islam, Indonesia, etc. 

[dm] Hatta adalah punya semuanya, alim, ilmu, tokoh dan terkenal.

 

Silakan tulis pendapat anda, silakan juga cantumkan usia anda (Misalnya. Rajo Angek, 90 tahun)  karena berguna untuk saya kutip. Nanti setelah tulisan itu selesai, saya akan kirim ke milis ini.

[dm] Maaf saya menulis ditengah sawah, selagi makan siang jadi kurang data dan fakta mungkin

 

 Terima kasih sebelumnya. Maaf, kalau mengganggu anda.

[dm] Trims

 

ijp

Kirim email ke