Assalamu'alaikum WW,

Dunsanak nan basamo,

Iko ado berita dari RCTI nan keceknyo sasuai jo kontrak mereka dengan
Kirchmedia bahaso salamo penyelenggaraan Piala Dunia RCTI tapaso malakukan
pengacakan (scramble) pado area nan menggunakan parabola, tapi kalau ado
relay RCTI didaerah tsb ( mamakai antenna UHF ) masih bisa dinikmati. 
Sebagai akibat dari itu, di Makasar & Jogya tajadi penyerbuan sarato aksi
oleh ratusan orang ka stasiun transmisi RCTI. 

Bacolah nan dibawah ko;

RCTI Sengaja Mengacak Siaran

pialadunia - Jakarta Siaran langsung pertandingan Piala Dunia yang di
Indonesia dikuasai oleh RCTI tak bisa ditangkap di Makassar. Pihak RCTI
menyatakan sengaja melakukan pengacakan (scramble) demi menghormati kontrak
mereka dengan Kirchmedia. 

"RCTI melakukan pengacakan khusus pada area yang harus menggunakan parabola
untuk menangkap siaran RCTI. Jika hanya menggunakan antena UHF yang kemudian
menangkap sinyal dari stasiun transmisi RCTI, siaran langsung Piala Dunia
tetap bisa dinikmati," kata Manager Humas RCTI Teguh Juwarno ketika
dihubungi detikcom, Selasa (4/6/2002). 

Pengacakan siaran langsung ini akan terus berlangsung sampai babak final
nanti. Pengacakan hanya dilakukan saat jadwal siaran langsung sepakbola.
Setelah acara sepakbola Piala Dunia selesai, siaran RCTI lain termasuk
sinetron "Pernikahan Dini" akan tetap bisa dinikmati dengan antena UHF dan
parabola. 

Pengacakan ini dilakukan RCTI karena ternyata siaran mereka dapat tertangkap
sampai negara tetangga. Dan hal ini, menurut Teguh, melanggar perjanjian
mereka dengan Kirchmedia (perusahaan Jerman yang membeli hak siar Piala
Dunia 2002 dan 2006 sebesar US$1,75 miliar dari FIFA). 

"Kita (RCTI) sudah dapat teguran dari Kirchmedia karena ternyata siaran kita
bisa ditangkap di Singapura dan bahkan India. Semua stasiun yang membeli hak
siar juga harus mengikuti aturan ini," papar Teguh. 

Mengenai penyerbuan serta aksi pencoretan oleh ratusan orang di Makasaar ke
kantor stasiun transmisi RCTI di Jalan Kumala, Makassar, Teguh menyayangkan
hal itu harus terjadi. Ia meminta masyarakat bisa bersikap bijak. 

"Saya minta masyarakat bersikap bijak dan dewasa. Toh masyarakat nggak
dirugikan (secara finansial). Di negara lain orang yang mau menonton bahkan
harus bayar. Mengenai penayangan iklan yang dianggap berlebihan juga telah
kami perbaiki. Di pusat kota Makassar dengan antena UHF siaran kita bisa
ditangkap. Jika gambarnya kurang bagus, saya sarankan untuk meninggikan
letak antena," himbau Teguh. 

Tak hanya Makassar, warga Yogyakarta juga mengalami masalah serupa. Mereka
semua tampaknya harus gigit jari karena pengacakan siaran langsung ini akan
terus berlangsung sampai babak final nanti. 




Attachment: Piala Dunia 2002.htm
Description: Binary data

Kirim email ke